Masukan dari November 2007
Kisah Bapak Aniaya Anak Hingga Tewas
Sering Marah dan Suka Pukuli Anak
Kekerasan terhadap anak-anak adalah tragedi kemanusiaan. Sering terjadi di sekitar kita, namun tak begitu kita pedulikan karena dianggap sebagai urusan rumah tangga sebuah keluarga. Hingga akhirnya kita tersentak, mendengar bocah berumur dua tahun tewas akibat dianiaya ayahnya di Perum Bambu Kuning Blok C Batuaji, Rabu (16/8).
BATAM – Berita tewasnya Yogi Adrian (2) menjadi buah bibir warga di kawasan Puskopkar Batuaji. Mereka banyak bergidik, mendengar Yogi tewas karena dianiaya Erdi (34) ayahnya sendiri. Sehingga tak sulit untuk mencari di mana keluarga tersebut tinggal.
Rumah nomor 6 di Blok C25 Perum Bambu Kuning itu sepi. Pintunya tertutup, dan di teras terlihat tumpukan tikar plastik yang terlihat baru saja dipakai. Seorang ibu muda, yang tak lain adalah Sri (29) ibu dari Yogi sekaligus isteri Erdi membuka pintu.
(lagi…)
Kategori: Batam
Kawasan Bengkong yang Punya Puluhan Nama
Setiap Ada Pertumbuhan Kawasan, Muncul Nama Bengkong Baru
Nama Bengkong cukup terkenal di Batam ini. Kawasan yang baru enam bulan lalu, resmi menjadi kecamatan ini punya keunikan dibandingkan kawasan lain. Di Bengkong, ada sekitar 30-an kawasan yang menggunakan nama Bengkong di awal namanya. Setiap ada kawasan baru tumbuh, selalu ada sebutan Bengkong baru. Sebutlah Bengkonglangit, kawasan yang berdiri di atas ketinggian.
BATAM - Sinar matahari menyengat terik di kawasan Bengkong, Selasa (5/12) siang. Di sebuah kawasan kavling siap bangun yang lokasinya lebih tinggi dibandikan kawasan lain di Kecamatan Bengkong, Abdon Marbun (40-an) duduk di teras rumahnya sambil membuka-buka sebuah maket perumahan. Sinar matahari terasa lebih panas di kepala, namun angin yang juga berhembus cukup kencang mampu mengimbanginya.
Karena rumahnya terletak di ketinggian tersebut dan hampir tak ada lokasi lain yang menyainginya di kawasan Bengkong itu, Abdon dan penghuni kavling baru itu menyebutnya dengan sebutan Bengkonglangit. Hanya ada satu bukit yang hampir gundul dengan ketinggian kira-kira lima meter yang ada di Bengkonglangit itu. Dari Bengkonglangit, kita bisa melihat kawasan lain atau puluhan ribu rumah di Batam.
(lagi…)
Kategori: Batam
Mengunjungi Tempat Penitipan Anak YPAB Batam
Tempat Bernaung Bayi-bayi yang Ditinggalkan Ibunya di Rumah Sakit
Melahirkan bayi di rumah sakit, membutuhkan biaya yang tak sedikit. Banyak di antara orang tua terutama yang single parent meninggalkan bayi-bayinya di rumah sakit karena tak punya biaya menebus biaya persalinan dan lainnya. Bayi-bayi inilah yang kemudian diasuh Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB) Batam di RSBK Seraya.
BATAM – Sinar matahari terasa menyengat kulit, Selasa (3/10) siang, di kawasan Seraya. Di dalam sebuah ruang ber-AC di YPAB Batam, suara tangis bayi terdengar nyaring melengking memecah kesunyian siang yang panas itu.
Tangis bayi itu baru reda, setelah Ana pengasuh bayi di YPAB mengangkat bayi itu dari pembaringannya. Peluh bayi bernama Surya itu mengucur deras membasahi hampir seluruh wajah dan punggungnya. AC di rungan tersebut tak mampu meredam panas di siang itu.
(lagi…)
Kategori: Batam
Perjuangan Warga Boyan Melestarikan Tradisi di Negeri Jiran
Takut Malaysia Patenkan Kesenian Hadrah Bawean
Para perantau asal Bawean sudah beberapa generasi bermukim di Malaysia. Bahkan, sebagian besar di antara mereka telah melepas status sebagai warga negara Indonesia. Namun, dengan berbagai cara, para perantau itu tetap berusaha mempertahankan tradisi nenek moyang mereka.
HAFID A. RAHMAN, Kuala Lumpur
KOMUNITAS orang Bawean di Malaysia biasa disebut dengan orang Boyan. Mereka tersebar di hampir seluruh negeri (negara bagian). Warga pulau kecil yang berlokasi di Jawa Timur itu tergolong sebagai perantau awal di negeri jiran. Bahkan, sebelum negara Malaysia berdiri. Ada yang baru dua generasi, tapi ada juga sudah empat generasi. Nasib mereka pun beragam. Ada yang jadi abdi negara di kantor pemerintahan Malaysia sampai pekerja kasar.
(lagi…)
Kategori: Batam
Tangis Pilu Warga Ruli Lembah Baloi Persero
Mimpi Digigit Anjing, Uang Simpanan Ludes Terbakar
BATAM – Kebakaran yang menghanguskan 300-an rumah di ruli Lembah Baloi Persero, meninggalkan kesedihan mendalam bagi 1.173 warga yang tinggal di sana. Selain kehilangan tempat tinggal, mereka juga kehilangan harta benda. Bahkan, niat pulang kampung terpaksa tertunda, karena uang mereka yang sedianya digunakan untuk pulang ikut terbakar.
========
Rabu (8/11) pagi, gerimis membasahi kawasan Lubukbaja dan sekitarnya. Tepat di atas perkampungan ruli Lembah Baloi Persero asap hitam pekat membumbung tinggi mengagetkan orang-orang yang melihatnya. Lalu teriakan kebakaran pun menggema.
Di antara laju sejumlah sepeda motor yang menuju arah kebakaran, Nani (46) berlari bertelanjang kaki. Tubuhnya yang gemuk, dipaksanya mengikuti langkah kakinya yang semakin lamban. Peluhnya bercucuran, namun Nani tak peduli.
(lagi…)
Kategori: Batam
Susahnya Air Bersih di Pulau Sarang di Belakang Padang
Habiskan Uang Rp420 Ribu per Bulan
Di Kota Batam, orang bisa menghabiskan berkubik-kubik air bersih dengan mudah dan murah. Namun, di Pulau Sarang Kelurahan Sekanak Raya, Belakang Padang, air bersih merupakan barang mewah. Mereka harus menyeberang pulau, atau membeli air satu drum Rp7 ribu.
===========================
BATAM – Musa (45) Ketua RT 02 Pulau Sarang baru keluar dari masjid, saat gerimis turun, Senin (24/9) subuh. Setengah berlari, ia bergegas pulang ke rumahnya. Usai melepas songkok dan sarungnya, ia keluar lagi membawa dua drum plastik bekas warna biru gelap.
Musa berniat menampung air hujan. Tepat di sudut rumahnya, di bawah lubang tempat pembuangan air hujan, ia menaruh drum itu. Usai memastikan posisi drumnya pas dengan jatuhnya air hujan, ia berlari masuk kembali ke dalam rumahnya.
(lagi…)
Kategori: Batam
Susah ya, Masuk Batam
Keinginan Wali Kota Ahmad Dahlan membatasi pendatang ke Batam rasanya sulit diterapkan. Jangankan membedakan pendatang yang punya keahlian dan yang tidak, membendung pendatang tanpa KTP saja sulit. Banyak pendatang yang ditolak petugas, namun masuk dengan mudah lewat calo
===========
BATAM – Terminal pemeriksaan di Pelabuhan Beton Sekupang penuh dengan ribuan orang yang baru turun dari KM Kelud, Rabu (16/10). Ruangan berukuran besar itu sesak, membuat gerah mereka yang antre melewati tiga pintu masuk pemeriksaan Perdaduk.
Rendi (31) warga Batuaji yang tiba di Batam dari Medan dengan membawa sepupunya terlihat gelisah. Ia mondar-mandir di depan meja petugas yang mencatat jaminan warga pendatang tanpa KTP.
(lagi…)
Kategori: Batam
Mencari Pembunuh Perempuan Tak Beridentitas
Entah kebetulan atau tidak, dua korban pembunuhan sadis yang terjadi di Sekupang, Batam ditemukan pada Hari Kamis. Pertama, kasus ditemukannya mayat perempuan dalam koper di pinggir jalan tak jauh dari Dam Seiharapan Sekupang, terjadi pada Kamis (9/2), silam. Kemudian, sesosok mayat perempuan hamil yang dibakar hidup-hidup, juga ditemukan di hari yang sama, Kamis (16/11).
BATAM – Jika mau dimirip-miripkan lagi, dua kasus pembunuhan tersebut mempunyai banyak kemiripan. Pertama, identitas keduanya masih gelap. Meski sudah terjadi sejak sembilan bulan lalu, identitas perempuan yang mayatnya dimasukkan ke dalam koper hitam merk Hongxing berukuran 40×60 centi meter di Dam Seiharapan, belum diketahui.
Dari sejumlah laporan orang kehilangan yang masuk ke kepolisian, tak ada satupun yang ciri-cirinya sama dengan perempuan malang itu. Sekadar mengingatkan, wanita dalam koper itu diperkirakan berusia sekitar 20-an tahun. Wanita itu berkulit putih dengan tinggi kira-kira sekitar 155 centi meter. Ada sebuah tanda hitam di kaki kanannya.
(lagi…)
Kategori: Batam
Ketika Warga Batam Ditilang Polisi
Masih Banyak yang Takut Repot Ikut Sidang
Setiap bulan, hampir 1.500 hingga 1.600 pengendara terkena tilang karena melakukan pelanggaran lalu lintas. Angka ini belum termasuk pelanggaran yang tak terpantau polisi, atau yang karena pengendaranya ”main mata” dengan petugas. Cukup tinggi, untuk sebuah Kota Batam yang jumlah kendaraannya mencapai 180-an ribu.
=====================
BATAM – Yusman (50) warga Bengkong duduk gelisah di bangku panjang di samping ruang utama sidang Pengadilan Negeri Batam, Jumat (25/8). Tangannya memegang erat bangku itu, seperti orang yang tak sabar menunggu sesuatu. Kemudian ia berdiri menengok ke ruang sidang dua di depannya.
Beberapa menit kemudian ia kembali duduk di bangku panjang itu. Sesaat matanya melirik jam di lengan kirinya. Kemudian menyandarkan bahunya ke dinding. Beberapa orang yang lalu-lalang di depannya, tidak ia pedulikan.
(lagi…)
Kategori: Batam
Sekelumit Kisah dari 573 Perceraian di PA Batam
Isteri-isteri di Batam lebih berani menggugat cerai dibandingkan para suami. Dari 573 kasus perceraian sepanjang tahun 2006 lalu, 55 persennya diajukan para isteri. Angka 573 itu juga melibatkan warga Singapura yang beristeri perempuan Batam. Namun, ada juga suami yang sengaja berbuat salah agar digugat cerai isterinya.
=========================
BATAM – Awang (38) warga Belakang Padang tak sabar menunggu. Sudah satu jam ia berdiri di depan Pengadilan Agama (PA) Batam, tapi para pegawai PA masih juga belum bisa ia temui karena masih rapat, Kamis (4/1). Ia kemudian berdiri, menengok ke bagian dalam. Lalu duduk lagi, sambil menggerutu.
Pagi itu, Awang hendak mengambil berkas putusan PA Batam yang memutuskan ia sudah bercerai dengan Yaya (33) isterinya. Ia tak sabar untuk segera memegang bukti perceraian itu. Pasalnya, ia ingin segera berangkat ke Jakarta menemui isteri mudanya di Jawa Barat.
(lagi…)
Kategori: Batam
Siang Berpuasa, Malam Mencari ”Tamu”
Sembilan orang waria yang ”berpraktek” di sepanjang jalan Yos Sudarso Batuampar Batam, terjaring razia penyakit masyarakat (pekat), Senin (25/9) pukul 23.00 WIB. Dua di antara sembilan waria itu mengaku ikut berpuasa di bulan ini. Mereka berpuasa di siang hari, meski malamnya melayani para ”tamunya”.
===========
Senin malam itu, Budi alias Shelli berdiri di pinggir jalan raya tak jauh dari kawasan industri Batuampar. Udara yang cukup dingin menyapu tubuhnya yang dibalut tank top warna biru. Angin semilir yang mempermainkan rambut palsunya, seakan memberi tanda pada orang-orang yang membutuhkan jasanya, betapa menariknya dia.
Satu-dua, sepeda motor melintas di depannya. Ia pun melambaikan tangan memberi tanda. Namun pengendara motor itu tak berhenti. Beberapa pengendara mempermainkan bunyi klaksonnya, mempermainkan gerakan jarinya yang lentik. Hingga akhirnya sekitar pukul 23.00 WIB itu, ada seorang pria yang berhenti di depannya.
(lagi…)
Kategori: Batam
Bayi 3 Bulan Kena HIV
Baru Ketahuan Dua Bulan Setelah Dilahirkan
Sup (42) warga Batuampar terkejut setengah mati, saat mengetahui anak angkatnya, sebut saja bernama Nero, terkena HIV. Bayi laki-laki berusia tiga bulan 17 hari itu, diduga tertular virus mematikan tersebut dari ibunya, yang menjadi waitres di sebuah pub di kawasan Windsor Penuin. Nero yang kini dirawat di Paviliun Anyelir RS Budi Kemuliaan (RSBK) Seraya, menambah daftar sebelas balita yang terdeteksi terkena HIV di Batam ini.
BATAM – 19 Agustus lalu, menjadi hari yang paling membahagiakan bagi pasangan Sup dan San. Penantian panjang mereka untuk memiliki anak, terjawab sudah. Seorang wanita yang melahirkan anak di sebuah klinik bersalin di kawasan Kampung Utama, rela memberikan anaknya kepada Sup dan isterinya karena tak punya biaya.
Nero nama bayi itu, lahir normal. Kulitnya putih bersih. Kehadiran Nero membuat rumah tangga Sup dan San yang enam tahun tanpa tangis bayi, membawa banyak perubahan. Sup yang bekerja sebagai tukang bangunan semakin rajin bekerja, begitu juga dengan San yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung.
(lagi…)
Kategori: Batam
Blok X, Makam Mereka yang Tak Beridentitas
Manusia mati meninggalkan nama. Kata-kata ini punya makna yang luas. Nama mewakili tingkah laku. Yang selalu berbuat baik namanya akan harum, begitu juga sebaliknya. Nama juga menyandang sebuah identitas. Setelah manusia mati, nama akan dipatri di nisan-nisan mereka. Lantas, bagaimana dengan mereka yang mati tak diketahui identitasnya?
BATAM – Pemakaman umum Seitemiang Sekupang terasa sepi, Rabu (29/11) pagi. Angin berhembus pelan, mempermainkan daun-daun pohon akasia yang gugur. Suara kicau burung dari dua rumah penggali kubur di kawasan itu terdengar, memecah kesunyian pagi itu.
Di sebuah jalan menurun, terpampang papan nama bertuliskan Blok X. Luasnya kira-kira 50 meter persegi. Berbeda dengan makam-makam di blok lain, rata-rata makam di Blok X tersebut bernisan papan atau balok kayu. Sebagian papan itu sudah lapuk dimakan waktu.
(lagi…)
Kategori: Batam
Vonis Mati Yehezkiel
Pernah Ingin Mati, Kini Minta Diberi Kesempatan
Delapan bulan yang lalu, mungkin tak pernah terbayangkan oleh Yehezkiel, ia akan menangis di ruang persidangan. Karena saat pertama kali ditangkap, ia sendirilah yang meminta dihukum mati. Kemarin, saat palu majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam memvonisnya mati, ia menangis tersedu-sedu. Air matanya tumpah, mengalir deras membasahi kursi terdakwa di ruang sidang utama PN Batam.
=============
Setengah jam sebelum persidangan digelar, Yehezkiel duduk tertegun di depan jeruji ruang tahanan sementara PN Batam. Tangan kanannya memegang sebatang rokok yang baru setengahnya diisap. Lama ia tertegun, hingga tak terasa abu rokonya jatuh ke lantai.
Suasananya begitu hening. Belasan aparat yang menjaga persidangan, membiarkan pemuda yang 31 Agustus nanti genap berusia 21 tahun itu melamun. Matanya sembab, karena baru menangis. Sepuluh menit kemudian, Yehezkiel membuka al kitab yang ia bawa. Ia membuka al kitab kecil itu, hingga kemudian tiba waktunya persidangan dimulai.
(lagi…)
Kategori: sosial
Menengok Kampung Nelayan Air Lingka Galang
Warga Harus Berjam-jam Menunggu Perigi, Demi Seember Air Bersih
Ketika Warga Batam bisa menghabiskan berkubik-kubik air bersih dengan mudah, di perkampungan nelayan Air Lingka Galang air bersih merupakan barang mewah. Mereka harus menunggu munculnya air di perigi-perigi milik mereka hingga berjam-jam.
===========================
Matahari tepat di atas kepala. Sinarnya yang terhalang daun-daun kelapa di Air Lingka Kampung Baru Galang, Ahad (15/10), terasa hangat di kulit. Fuasa (61) warga RW 5 menarik tali embernya dari sebuah perigi dengan kedalaman sekitar dua meter.
Ember berukuran dua liter itu terisi air hampir separuhnya. Ia menuangkan air di ember itu ke ember lain yang berukuran lebih besar. Dua kali Fuasa menimba, lalu ia menghentikan aktivitasnya. Fuasa berhenti bukan karena tangannya yang renta mulai capek menimba air. Tapi, karena air di perigi itu sudah habis.
(lagi…)
Kategori: Batam
Mengunjungi Suku Asli Sungai Sadap Rempang
Setahun Sekali ke Nagoya Beli Pakaian
Diantara hiruk-pikuk kehidupan Batam, komunitas penduduk asli Sungai Sadap Pulau Rempang bertahan dalam kesunyian. Mereka tinggal di tengah hutan, tanpa pernah menikmati pembangunan Batam. Keberadaan mereka kini terancam kepunahan.
Sungai Sadap mengalir lembut tanpa riak. Rahmat (38) penduduk asli Sungai Sadap mengayuh perahunya perlahan menuju sebuah dapur arang di Pulau Rempang, Selasa (13/6) lalu. Ia membawa belasan potong kayu bakau yang akan ia jual ke pengusaha dapur arang di sana.
(lagi…)
Kategori: Batam
Kebakaran di Kampung Agas Tanjunguma menampilkan fenomena berbeda dibandingkan kebakaran di berbagai lokasi sebelumnya. Di lapangan Tanjunguma, di antara sejumlah tenda dan posko, sejumlah bendera partai politik berkibar. Nuansa politis pun terasa ditengah pemberian bantuan terhadap 596 jiwa korban kebakaran itu.
****
Tumpukan ratusan kotak mie instan berjejer rapi di sebuah posko bantuan terhadap korban kebakaran di Tanjunguma, Rabu (14/3) pagi. Posko yang berbentuk tenda itu bertuliskan ”Posko Peduli” dengan sejumlah bendera Partai Demokrat berkibar di kanan-kirinya. Ada sejumlah kursi di posko yang kemarin dijaga oleh beberapa pria tersebut.
(lagi…)
Kategori: Batam · sosial
Ditandai: Batam