Mengunjungi Suku Asli Sungai Sadap Rempang
Setahun Sekali ke Nagoya Beli Pakaian
Diantara hiruk-pikuk kehidupan Batam, komunitas penduduk asli Sungai Sadap Pulau Rempang bertahan dalam kesunyian. Mereka tinggal di tengah hutan, tanpa pernah menikmati pembangunan Batam. Keberadaan mereka kini terancam kepunahan.
Sungai Sadap mengalir lembut tanpa riak. Rahmat (38) penduduk asli Sungai Sadap mengayuh perahunya perlahan menuju sebuah dapur arang di Pulau Rempang, Selasa (13/6) lalu. Ia membawa belasan potong kayu bakau yang akan ia jual ke pengusaha dapur arang di sana.

