seorang GHAZYAN dan sebuah blog

Cinta, Dan…

November 24, 2007 · 1 Komentar

Sekelumit Kisah dari 573 Perceraian di PA Batam

Isteri-isteri di Batam lebih berani menggugat cerai dibandingkan para suami. Dari 573 kasus perceraian sepanjang tahun 2006 lalu, 55 persennya diajukan para isteri. Angka 573 itu juga melibatkan warga Singapura yang beristeri perempuan Batam. Namun, ada juga suami yang sengaja berbuat salah agar digugat cerai isterinya.
=========================

BATAM – Awang (38) warga Belakang Padang tak sabar menunggu. Sudah satu jam ia berdiri di depan Pengadilan Agama (PA) Batam, tapi para pegawai PA masih juga belum bisa ia temui karena masih rapat, Kamis (4/1). Ia kemudian berdiri, menengok ke bagian dalam. Lalu duduk lagi, sambil menggerutu.

Pagi itu, Awang hendak mengambil berkas putusan PA Batam yang memutuskan ia sudah bercerai dengan Yaya (33) isterinya. Ia tak sabar untuk segera memegang bukti perceraian itu. Pasalnya, ia ingin segera berangkat ke Jakarta menemui isteri mudanya di Jawa Barat.

(lagi…)

Kategori: Batam

Waria Antar Negara

November 24, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Siang Berpuasa, Malam Mencari ”Tamu”

Sembilan orang waria yang ”berpraktek” di sepanjang jalan Yos Sudarso Batuampar Batam, terjaring razia penyakit masyarakat (pekat), Senin (25/9) pukul 23.00 WIB. Dua di antara sembilan waria itu mengaku ikut berpuasa di bulan ini. Mereka berpuasa di siang hari, meski malamnya melayani para ”tamunya”.
===========
Senin malam itu, Budi alias Shelli berdiri di pinggir jalan raya tak jauh dari kawasan industri Batuampar. Udara yang cukup dingin menyapu tubuhnya yang dibalut tank top warna biru. Angin semilir yang mempermainkan rambut palsunya, seakan memberi tanda pada orang-orang yang membutuhkan jasanya, betapa menariknya dia.

Satu-dua, sepeda motor melintas di depannya. Ia pun melambaikan tangan memberi tanda. Namun pengendara motor itu tak berhenti. Beberapa pengendara mempermainkan bunyi klaksonnya, mempermainkan gerakan jarinya yang lentik. Hingga akhirnya sekitar pukul 23.00 WIB itu, ada seorang pria yang berhenti di depannya.

(lagi…)

Kategori: Batam

Dosa Siapa?

November 24, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Bayi 3 Bulan Kena HIV
Baru Ketahuan Dua Bulan Setelah Dilahirkan

Sup (42) warga Batuampar terkejut setengah mati, saat mengetahui anak angkatnya, sebut saja bernama Nero, terkena HIV. Bayi laki-laki berusia tiga bulan 17 hari itu, diduga tertular virus mematikan tersebut dari ibunya, yang menjadi waitres di sebuah pub di kawasan Windsor Penuin. Nero yang kini dirawat di Paviliun Anyelir RS Budi Kemuliaan (RSBK) Seraya, menambah daftar sebelas balita yang terdeteksi terkena HIV di Batam ini.

BATAM – 19 Agustus lalu, menjadi hari yang paling membahagiakan bagi pasangan Sup dan San. Penantian panjang mereka untuk memiliki anak, terjawab sudah. Seorang wanita yang melahirkan anak di sebuah klinik bersalin di kawasan Kampung Utama, rela memberikan anaknya kepada Sup dan isterinya karena tak punya biaya.

Nero nama bayi itu, lahir normal. Kulitnya putih bersih. Kehadiran Nero membuat rumah tangga Sup dan San yang enam tahun tanpa tangis bayi, membawa banyak perubahan. Sup yang bekerja sebagai tukang bangunan semakin rajin bekerja, begitu juga dengan San yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung.

(lagi…)

Kategori: Batam

Mistery XXX

November 24, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Blok X, Makam Mereka yang Tak Beridentitas

Manusia mati meninggalkan nama. Kata-kata ini punya makna yang luas. Nama mewakili tingkah laku. Yang selalu berbuat baik namanya akan harum, begitu juga sebaliknya. Nama juga menyandang sebuah identitas. Setelah manusia mati, nama akan dipatri di nisan-nisan mereka. Lantas, bagaimana dengan mereka yang mati tak diketahui identitasnya?

BATAM – Pemakaman umum Seitemiang Sekupang terasa sepi, Rabu (29/11) pagi. Angin berhembus pelan, mempermainkan daun-daun pohon akasia yang gugur. Suara kicau burung dari dua rumah penggali kubur di kawasan itu terdengar, memecah kesunyian pagi itu.

Di sebuah jalan menurun, terpampang papan nama bertuliskan Blok X. Luasnya kira-kira 50 meter persegi. Berbeda dengan makam-makam di blok lain, rata-rata makam di Blok X tersebut bernisan papan atau balok kayu. Sebagian papan itu sudah lapuk dimakan waktu.

(lagi…)

Kategori: Batam