seorang GHAZYAN dan sebuah blog

Masukan dari Desember 2007

Met Tahun Baru

Desember 31, 2007 · & Komentar

Dapat Hadiah dari Pak Wali

Dua pekan sudah, saya tak menulis apapun di blog ini. Rasanya, tak bersemangat. Hilang gairah untuk menulis di blog.

Saya memang tetap terus menulis setiap hari. Namun, itu lebih karena pekerjaan saya sebagai buruh, tukang tulis. Untuk menulis di blog, sesuatu yang tak ada hubungannya dengan pekerjaan saya itu, saya kehilangan gairah, kehilangan determinasi.

Hingga akhirnya, Sabtu malam kemarin, sebuah SMS dari Pak Wali masuk ke ponselku. Isinya sebuah pantun. Ia mengucapkan selamat tahun baru, dan berniat memberiku hadiah tahun baru.

Saya jadi termenung. Seumur-umur, baru kali ini saya dapat hadiah tahun baru. Apalagi, datangnya dari seorang Wali Kota. Saya pun menunggu, menunggu tapi tak berharap.

Minggu pagi, saya kedatangan tamu. Benar, rupanya yang datang ajudan Wali Kota. Ia membawa kado tahun baru itu. ”Ini dari Bapak. Bapak ke Tanjungpinang,” tutur sang ajudan, seraya pergi.

Saya termangu. Tak sempat mengucapkan apapun. Si ajudan sudah hilang dalam pandangan.  Lalu, terpikir, apakah hadiah ini ada kaitannya dengan pekerjaan saya. Bisa jadi iya, bisa jadi tidak.

Namun, saya tak mau ribet berpikir ke arah itu. Biar saya sederhanakan saja persoalan hadiah ini. Biar saya anggap saja ini soal mengucapkan selamat tahun baru. Kalau toh nanti ini berkaitan dengan hal lain, biar itu juga jadi persoalan lain.

Saya hanya ingin mengucapkan selamat tahun baru juga. Buat semuanya. Buat orang-orang yang mengenal saya atau tidak. Kita sambut tahun baru dengan sederhana. Tak perlu pesta kembang api. Kita sambut dengan semangat baru saja, dengan harapan hidup yang lebih baik.

Met tahun baru 2008

Kategori: Batam

Yuk, Jadi PNS

Desember 16, 2007 · & Komentar

Memilih PNS
Awal 80-an, Batam masih penuh dengan hutan. Batam baru menggeliat menjadi kota industri yang menopang kota tetangganya Singapura, yang jika kita lihat gemerlap lampunya dari sudu-sudut pantai di Batam, bikin silau.

Kata kakakku, orang tak seramai sekarang. Otorita Batam baru saja berdiri. Lagi butuh pegawai. Tapi, banyak orang tak mau.

Bayangin, gaji pegawai OB saat itu untuk lulusan SMA cuma Rp25 ribu per bulan. Maka, wajar saja jika banyak yang gak mau jadi pegawai, atau sekarang biasa disebut PNS.

Sekarang, sudah 30 tahun kemudian. Kalau dulu instansi pemerintah yang mencari pegawai, sekarang orang-orang yang ramai ingin jadi PNS.

(lagi…)

Kategori: Batam

Godaan Korupsi

Desember 14, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Rindu Disogok

SEBUAH adegan pemukulan terdakwa terhadap jaksa yang menuntutnya terjadi di Pengadilan Negari Batam, Rabu lalu. Terdakwa kasus sabu-sabu itu tak terima, dituntut lima tahun. Darahnya mendidih, lalu dijotoslah muka jaksa senior itu.

Batam sejenak gempar. Bukan karena adegan pemukulan itu. Tapi pada apa yang ada di baliknya. Yakni isu, bahwa keluarga si terdakwa sudah menyuap sang jaksa Rp25 juta.

Jaksa itu, tentu saja menolak tudingan miring itu. Namun, publik terlanjur menganggap isu itu benar adanya.

(lagi…)

Kategori: Batam

Banci dan Kumis

Desember 12, 2007 · 1 Komentar

KUMIS dan banci adalah sebuah paradoks. Sulit mencari seorang banci yang berkumis. Karena banci mencerminkan sifat laki-laki yang segemulai perempuan, sedangkan kumis terlanjur dicap sebagai atribut lelaki perkasa.Lalu, bagaimana banci dan kumis itu bisa bersatu. Itu ada di Batam. Di diri Wali Kota Ahmad Dahlan.

Tapi, tunggu dulu. (lagi…)

Kategori: Batam

Menikam Hati

Desember 9, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jangan Datang Malam Ini
KAU datang mengejutkan diriku
Menikam hatiku…detak jantungku
Sesungguhnya ku tak inginkan dirimu
Disaat ini…ditempat ini…

Dipelupuk hatiku melupakanmu
Di pusara jiwaku
Pernah ku memiliki
Kisah tersembunyi dalam hidupku

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)…dan bukan waktunya

(lagi…)

Kategori: sosial

Servis Plus

Desember 9, 2007 · 1 Komentar

bos-minta-pelayananINI tulisan soal anggaran menyervis tamu, menyervis ”tokoh” dan orang-orang yang berhubungan dengan birokrat. Seperti pejabat pusat, para anggota Dewan, aktivis LSM dan lain-lain.Bukan rahasia lagi, jika kunjungan pejabat-pejabat pusat ke Batam menyedot anggaran APBD. Mulai dari kedatangan hingga mereka pulang kembali, biayanya ditanggung Pemko.

Saking besarnya anggaran keprotokolan itu, dana Rp11,565 miliar yang dianggarkan di APBD murni tak cukup. Pemko Batam kembali mengajukan penambahan dana Rp5 miliar. Sehingga secara keseluruhan dananya Rp16,565 miliar.
(lagi…)

Kategori: Batam

Jalan-jalan Dapat Duit

Desember 8, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Toilet di Hyatt Hotel SurabayaDi tengah anjloknya APBD Batam 2008, tim Panggar Dewan dan Pemko Batam melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Surabaya, pekan lalu. Panggar ingin belajar ke Surabaya, bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Kenyataannya, kunker itu seperti sekadar pelengkap pembahasan Rancangan APBD 2008.

II

”Berlama-lamalah menginap dan belanja di Surabaya,” kata Asisten Administrasi Pembangunan Pemko Surabaya Muklas Udin, saat menerima rombongan tim Panggar Batam yang dipimpin Aris Hardy Halim. Selama dua jam, tim panggar Dewan dan Pemko Batam diterima Ketua DPRD Surabaya Musafak Rauf dan tim Pemko Surabaya di Balai Kota Surabaya, Jumat (9/11).

Ajakan Muklas Udin bukan sekadar ungkapan basa-basi pembukaan pertemuan. Atau karena ia tahu, bahwa biasanya kunker itu efektifnya hanya dua jam. Sedangkan selebihnya, selama tiga hari mereka yang berkunjung ke Surabaya banyak jalan-jalan dan belanja.

(lagi…)

Kategori: Batam

Nol itu Penting…

Desember 2, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Turki

MUSTAFA lahir di tahun 1881 dari kandungan seorang ibu yang saleh, Zubaidah namanya. Perempuan ini kuat wataknya; ia tak mudah menyerah kepada kehendak sang suami. Khususnya dalam hal pendidikan buat anak lelaki mereka satu-satunya—seorang anak yang tak mereka sangka kelak akan dikenang dengan kagum sebagai Atatürk, ”bapak Turki [modern]”, tapi juga dikutuk keras sebagai penghancur Khilafah Usmani, sebuah imperium yang dianggap sanggup menyatukan bangsa-bangsa muslim selama beradab-abad.

Oleh: Goenawan Mohamad 

Mustafa Kemal memang lahir di sebuah zaman ketika pertentangan tak terelakkan, bahkan sejak hari ia harus bersekolah.

Ali Riza, sang ayah, ingin agar Mustafa masuk sekolah umum. Tapi Zubaidah tetap bersikeras. Si buyung harus hafal Quran; ia harus jadi hoja, guru agama.
(lagi…)

Kategori: Batam