Apakah yang bego harus segera mampus? Apakah yang jahat harus segera binasa? Apakah yang iblis harus segera musnah?
Saya tak mencari jawaban akan pertanyaan-pertanyaan itu. Saya percaya akan keseimbangan. Yang bego mungkin dibutuhkan untuk mengukur kepintaran, yang jahat dibutuhkan untuk mengukur kebajikan. Dan yang iblis, dibutuhkan untuk mengkur ke-ilahi-an.
Saya menulis ini untuk menandai ada kelompok-kelompok tertentu yang protes, kenapa yang bego tak mampus-mampus. Kenapa yang menindas rakyat tak juga terjungkal. Kenapa harus menunggu berabad-abad hingga kolonialisme di bumi ini runtuh.
Mungkin, pertanyaannya bisa kita ganti. Kenapa tak kita saja yang duduk mengatur negeri ini. sehingga ketika ada kebijakan kita yang dianggap bakal menyengsarakan rakyat, kita tak perlu teriak-teriak, kenapa yang bego tak mampus-mampus?
(lagi…)

