Sudah aku cumbui lekuk-lekuk tubuhmu
Namun aku masih cemburui merah di lehermu
Sudah aku hirup nafas-nafas cintamu
Namun aku masih cemburui lenguh paraumu
Bertahun aku di sisimu
Namun aku masih sangsikan kepergianmu
Bertahun kau telanjang di depanku
Namun aku masih inginkan keterbukaanmu
****


1 response so far ↓
rawi // Juli 7, 2008 pada 8:25 am |
peluklah erat deritamu
dalam pelukan berahi
kelak kau akan mengerti
cinta tak mesti memiliki
siramilah jiwamu
dengan air hujan matamu
kelak sejuk kalbu
mesti sidia telah berlalu
tutupilah pandanganmu
bagai awan dilangit
bila matamu bertemu
pengalaman jadi pembangkit
hulurkan tanganmu teman
dengan senyuman