seorang GHAZYAN dan sebuah blog

Pijat Plus di Batam

Juli 6, 2008 · & Komentar

Selain menawarkan pijat kesehatan, beberapa panti pijat di Batam juga memberi layanan plus, seperti sex atau pijat miss call. Pijat miss call ini merupakan istilah untuk pijatan pada bagian kelamin laki-laki.

Roy (27), sebut saja begitu, termasuk yang menyukai pijat miss call tersebut. Menurut warga Batam Centre itu, ia punya langganan khusus di sebuah panti pijat di bilangan Nagoya.

Awalnya, kata Roy, tukang pijatnya melakukan pijatan biasa layaknya pijat untuk kebugaran dan menghilangkan lelah. Di tengah pijatan berlangsung, barulah ia ditawari pijat miss call itu.
(lagi…)

Kategori: Batam

Miliaran yang Hilang

Juli 6, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

pasar induk difoto cpi

pasar induk difoto cpi

PASAR Induk Jodoh makin merana. Dibangun dengan dana bermiliar-miliar rupiah, pasar yang didesain sebagai pasar tradisional termegah itu mati suri. Tak ada hiruk-pikuk transaksi jual beli. Yang ada kesepian dan wajah nelangsa pedagang menanti pembeli.

Pasar Induk yang dua tahun terakhir dikelola PT Golden Tirta Asia (GTA) dibelit masalah yang sangat kompleks. Ibarat penyakit, masalah yang mendera Pasar Induk sudah sulit disembuhkan. Mengurai satu persatu masalahnya juga sulit. Sebutlah pembeli yang sepi, bangunan yang sudah lapuk, kepemilikan sertifikat dan alih fungsi kios, retribusi, keberadaan PK-5 dan lainnya.

Bahkan, permasalahan Pasar Induk sudah dimulai sejak pertama kali pasar itu dibuka tahun 2004. Kejaksaan Negeri Batam juga pernah menyelidiki dan memeriksa sejumlah pejabat terkait adanya dugaan korupsi retribusi Pasar Induk.

Beragam masalah itu tak pernah selesai. Akibatnya, pasar itu tak pernah bisa ramai. Mimpi Pemko Batam meningkatkan kesejahteraan rakyat dari Pasar Induk itu, masih jauh api dari panggang. Begitu juga meningkatkan PAD, masih belum bisa diandalkan.

Berkunjung ke Pasar Induk kini, seperti datang ke tempat yang tak terawat. Pagar besi dan penutup selokan sudah berkarat dan sebagian hilang. Lantai sudah retak dan turun. Meja-meja hanya diisi satu-dua pedagang. Kios-kios dijadikan tempat tinggal. Aliran air mati.
(lagi…)

Kategori: Batam

Ria Saptarika yang Sering Disapa Mbak

Juli 6, 2008 · & Komentar

Saya sengaja memposting tulisan soal Wakil Wali Kota Ria Saptarika. Tulisan ini pernah dimuat di tempat saya bekerja, tapi rasanya tak salah kalau kupasang juga di blog ini. Pekan lalu, ia memberi komentar di blog ini. Kepada saya, ia mengaku selalu menyempatkan waktu membuka blog dan membalas komentar dan saran yang masuk ke blog-nya.

********

Sore itu, di suatu hari di bulan Februari ia menghubungi saya. Ria mengaku sedang berada di depan komputer. Ia mengecek komentar-komentar yang masuk di blognya.

”Hari ini, ada seratus pengunjung yang masuk,” katanya. Sampai sore itu, ada 6.071 pengunjung yang mengklik blog pribadi Wakil Wali Kota dari PKS, itu.

Untuk urusan menjawab komentar, Ria melakukannya sendiri. Biasanya, ia lakukan sepulang dari kantor atau hendak tidur. Pagi harinya, Ria sempat juga membuka blog-nya. Sedangkan urusan memasukkan berita, Ria serahkan ke stafnya.

”Kalau komentar saya jawab langsung. Kalau ngisi berita, itu saya serahkan ke staf,” tukasnya.

Sebagai Wakil Wali Kota, katanya, ia memiliki agenda yang cukup padat. Karena itulah, blog-nya hanya berisi berita-berita yang ia posting dari media. Berita-berita itu, biasanya berita yang berkaitan dengan Pemko Batam. Seperti berita soal isu keretakannya dengan Wali Kota Ahmad Dahlan atau berita mobil dinas barunya yang belum juga ia pakai

Berita-berita itulah yang biasanya di komentari pengunjung dan dijawab langsung oleh Ria. ”Ada juga yang protes, kenapa saya tak menulis. Tapi, karena saya sangat sibuk, jadi baru bisa membalas komentar,” katanya.

Seperti soal taman internet di Engku Putri yang digagasnya, sore itu dikomentari sekitar 22 pengunjung. Ada pengunjung yang menyapa Ria dengan sebutan mbak. Ria menjawab sapaan itu dengan ucapan terima kasih. ”Tapi, saya bukan mbak lho,” tulis Ria di blog-nya.

Perkenalan Ria dengan blog, diawali tahun 1997. Saat itu, blog belum begitu populer. Dua tahun kemudian, saat bekerja di PT Thomson, ia mulai memiliki blog pribadi, www.geocities.com/zhafir2000.com.

Namun, blog itu tak begitu ia up date. Baru kemudian, saat menjadi Wakil Wali Kota Batam, Maret 2006 silam, ia memiliki domain pribadi www.riasaptarika.com. Dan empat bulan lalu, ia membuat blog baru www.riasaptarika.web.id

Memiliki blog, kata Ria, ibarat melampaui dua-tiga pulau sekali kayuh. Karena di satu sisi, ia bisa meluangkan hobinya di bidang teknologi informasi. Di sisi lain, ia bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat Batam.

”Masyarakat bebas mau ngomong apa tanpa ada batasan. Sebagai Wakil Wali Kota, saya menjawab persoalan di Batam. Sebagai pribadi, saya berbagi saran dengan para blogger lainnya,” katanya.

Tak hanya Ria yang memiliki blog. Isteri dan dua anaknya juga punya blog. Www.suparti.blogspot.com milik isterinya, www.zhafir.blogspot.com dan www.zhilla.blogspot.com milik dua anaknya.

Ria punya mimpi wajudkan Batam sebagai kota cyber. Ia mengaku ingin membudayakan internet dan teknologi informasi ke masyarakat Batam. Karena itu, ia rajin mengajak pihak-pihak lain membangun taman internet di Batam.

”Kita punya sasaran mewujudkan Batam sebagai cyber city. Ini memungkinkan untuk dilakukan, karena sesuai indeks pembangunan manusia (IPM), pengetahuan teknologi internet masyarakat Batam sudah cukup baik,” kata Ria.

Taman-taman internet, kata Ria, bisa dimanfaatkan oleh warga Batam untuk mengakses informasi. Terutama oleh pelajar dan mahasiswa yang tak mempunyai cukup uang untuk ke warnet atau cafe.****

Kategori: Batam