”Pak, uangnya sudah saya titipkan semua. Semua fraksi dapat,” suara dari seorang pejabat Pemko Batam keluar lewat ponsel yang suaranya di-loudspeaker-kan.
”Kami kok tak dapat. Berapa besarnya?” Suara laki-laki di seberang yang merupakan anggota Dewan menyahuti.
”Sekitar Rp200-an juta. Saya tak ingat, cuma sudah saya serahkan langsung ke *********,” jawab pejabat itu.
”Ya sudah. Cuma tolong mintakan bagian kami,” tutup anggota Dewan itu.
****
Saya mendengar langsung percakapan itu. Gelisah, rasanya mendengar sebuah konspirasi, sebuah tindak pidana korupsi tapi tak bisa berbuat apa-apa. Bagaimana mengungkap ini, ke publik?
Saya butuh bukti. Atau setidaknya butuh pengakuan. Namun, anggota Dewan yang berbicara dengan pejabat tadi tak mau membuka diri. ”Jangan dari saya. Coba saja hubungi Y***. Dia kan biasa transaparan,” sarannya.
Senin lalu, saya bertemu Y***. Kami berbincang soal dunia politik lokal, soal calon presiden dan lainnya. Sekali-kali kupancing untuk berbicara soal pembagian dana Rp2 miliar itu. Namun, ia mengatakan tak ada bukti.
Saya takluk. Bagaimana ini. Bagaimana caranya mengungkap ini?

