
taman iternet tiban. foto di www.riasaptarika.web.id
Seperti Sabtu kemarin misalnya, ia sudah mengirim pesan singkat (SMS) ke ponselku. ”Saya di mega mall,” katanya.
Ia kesana, pasti cuma sekadar internetan di ponselnya. Dengan fasilitas wifi di Nokia e63, ia bisa internetan gratis sampai puas. Apalagi, sejak tenarnya situs pertemanan Facebook, ia makin keranjingan.
Di Mega Mall sendiri hot spot bertebaran. Mulai dari lantai dasar sampai paling atas di XXI, tersedia hot spot. Bagi Jauharsa atau orang-orang yang punya perangkat gadget canggih, bisa menggunakannya untuk memanfaatkan hot spot gratis itu.
Temanku dari Surabaya sempat kaget ketika nyoba hot spot di Mega Mall. Ia menyusuri tiap lantai, sambil memegang Nokia e61i-nya. ”Di Surabaya tak sehebat Batam,” katanya.
Banyaknya hot spot di Batam berawal dari keinginan Wakil Wali Kota Ria Saptarika mewujudkan Batam sebagai kota digital atau yang biasa Ria sebut Batam Digital Island. Ria mengaku ingin membudayakan internet dan teknologi informasi ke masyarakat Batam. Karena itu, ia rajin mengajak pihak-pihak lain membangun taman internet atau membuka titik-titik hot spot di Batam.
”Kita punya sasaran mewujudkan Batam sebagai cyber city. Ini memungkinkan untuk dilakukan, karena sesuai indeks pembangunan manusia (IPM), pengetahuan teknologi internet masyarakat Batam sudah cukup baik,” kata Ria.
Pekan lalu, dalam tulisannya soal bakal hadirnya Taman Internet di Belakang Padang, Ria menandai saya di Facebook. Katanya, setelah tiga titik di Taman Internet Engku Putri, Taman Internet Tiban Centre, Taman Internet Kecamatan Sagulung, kini Taman Internet Lang-lang Laut Belakang Padang akan diresmikan Tanggal 20 Mei 2009 bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional.
”Ini akan menjadi momentum sejarah bagi kebangkitan IT di kawasan hinterland khususnya Kecamatan Belakang Padang dan Kota Batam pada umumnya. Semoga dengan dibangunnya Taman Internet Lang-lang Laut di Belakang Padang, makin menghilangkan kesenjangan daerah hinterland dan khususnya pelajar/mahasiwa.”
Ria mengatakan, hadirnya Taman Internet di Belakang Padang itu atas kerja sama Badan KomInfo Pemko Batam dibawah kendali Muramis dan PTTelkom Rikep di bawah kendali Mulyanta
Ria bisa disebut pendobrak di bidang teknologi industri. Ia termasuk pejabat yang mewajibkan pegawainya punya surat elektronik atau e-mail dan blog.
Perkenalan Ria dengan blog, diawali tahun 1997. Saat itu, blog belum begitu populer. Dua tahun kemudian, saat bekerja di PT Thomson, ia mulai memiliki blog pribadi, www.geocities.com/zhafir2000.com.
Namun, blog itu tak begitu ia up date. Baru kemudian, saat menjadi Wakil Wali Kota Batam, Maret 2006 silam, ia memiliki domain pribadi www.riasaptarika.com. Dan empat bulan lalu, ia membuat blog baru www.riasaptarika.web.id
Memiliki blog, kata Ria, ibarat melampaui dua-tiga pulau sekali kayuh. Karena di satu sisi, ia bisa meluangkan hobinya di bidang teknologi informasi. Di sisi lain, ia bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat Batam.
”Masyarakat bebas mau ngomong apa tanpa ada batasan. Sebagai Wakil Wali Kota, saya menjawab persoalan di Batam. Sebagai pribadi, saya berbagi saran dengan para blogger lainnya,” katanya.***


