seorang GHAZYAN dan sebuah blog

Ngenet Gratis di Mal-mal Batam

Mei 16, 2009 · & Komentar

taman iternet tiban. foto di www.riasaptarika.web.id

taman iternet tiban. foto di www.riasaptarika.web.id

Sejak memiliki ponsel Nokia e63, Jauharsa, 30, punya kebiasaan baru. Ia sering nongkrong di mal. Bukan untuk belanja atau cuci mata, tapi internetan gratis.

Seperti Sabtu kemarin misalnya, ia sudah mengirim pesan singkat (SMS) ke ponselku. ”Saya di mega mall,” katanya.

Ia kesana, pasti cuma sekadar internetan di ponselnya. Dengan fasilitas wifi di Nokia e63, ia bisa internetan gratis sampai puas. Apalagi, sejak tenarnya situs pertemanan Facebook, ia makin keranjingan.

Di Mega Mall sendiri hot spot bertebaran. Mulai dari lantai dasar sampai paling atas di XXI, tersedia hot spot. Bagi Jauharsa atau orang-orang yang punya perangkat gadget canggih, bisa menggunakannya untuk memanfaatkan hot spot gratis itu.

Temanku dari Surabaya sempat kaget ketika nyoba hot spot di Mega Mall. Ia menyusuri tiap lantai, sambil memegang Nokia e61i-nya. ”Di Surabaya tak sehebat Batam,” katanya.

Banyaknya hot spot di Batam berawal dari keinginan Wakil Wali Kota Ria Saptarika mewujudkan Batam sebagai kota digital atau yang biasa Ria sebut Batam Digital Island. Ria mengaku ingin membudayakan internet dan teknologi informasi ke masyarakat Batam. Karena itu, ia rajin mengajak pihak-pihak lain membangun taman internet atau membuka titik-titik hot spot di Batam.

”Kita punya sasaran mewujudkan Batam sebagai cyber city. Ini memungkinkan untuk dilakukan, karena sesuai indeks pembangunan manusia (IPM), pengetahuan teknologi internet masyarakat Batam sudah cukup baik,” kata Ria.

Pekan lalu, dalam tulisannya soal bakal hadirnya Taman Internet di Belakang Padang, Ria menandai saya di Facebook. Katanya, setelah tiga titik di Taman Internet Engku Putri, Taman Internet Tiban Centre, Taman Internet Kecamatan Sagulung, kini Taman Internet Lang-lang Laut Belakang Padang akan diresmikan Tanggal 20 Mei 2009 bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional.

”Ini akan menjadi momentum sejarah bagi kebangkitan IT di kawasan hinterland khususnya Kecamatan Belakang Padang dan Kota Batam pada umumnya. Semoga dengan dibangunnya Taman Internet Lang-lang Laut di Belakang Padang, makin menghilangkan kesenjangan daerah hinterland dan khususnya pelajar/mahasiwa.”

Ria mengatakan, hadirnya Taman Internet di Belakang Padang itu atas kerja sama Badan KomInfo Pemko Batam dibawah kendali Muramis dan PTTelkom Rikep di bawah kendali Mulyanta

Ria bisa disebut pendobrak di bidang teknologi industri. Ia termasuk pejabat yang mewajibkan pegawainya punya surat elektronik atau e-mail dan blog.

Perkenalan Ria dengan blog, diawali tahun 1997. Saat itu, blog belum begitu populer. Dua tahun kemudian, saat bekerja di PT Thomson, ia mulai memiliki blog pribadi, www.geocities.com/zhafir2000.com.

Namun, blog itu tak begitu ia up date. Baru kemudian, saat menjadi Wakil Wali Kota Batam, Maret 2006 silam, ia memiliki domain pribadi www.riasaptarika.com. Dan empat bulan lalu, ia membuat blog baru www.riasaptarika.web.id

Memiliki blog, kata Ria, ibarat melampaui dua-tiga pulau sekali kayuh. Karena di satu sisi, ia bisa meluangkan hobinya di bidang teknologi informasi. Di sisi lain, ia bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat Batam.

”Masyarakat bebas mau ngomong apa tanpa ada batasan. Sebagai Wakil Wali Kota, saya menjawab persoalan di Batam. Sebagai pribadi, saya berbagi saran dengan para blogger lainnya,” katanya.***

Kategori: Batam

Kapan Hari Jadi Kota Batam

Mei 16, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

kantor wali kota batam di suatu siang. foto diambil yusuf hidayat.

kantor wali kota batam di suatu siang. foto diambil yusuf hidayat.

Setelah bertahun-tahun tak jelas, Kota Batam akhirnya bakal memiliki tanggal hari jadi. Pekan lalu, Pemerintah Kota Batam mengusulkan tanggal 24 Desember sebagai Hari Jadi Kota Batam. Tanggal itu merupakan tanggal terbitnya PP Nomor 34 Tahun 1983 tentang Pembentukan Kotamadya Administratif Batam.

Usulan itu tercantum dalam Ranperda tentang Hari Jadi Kota Batam yang Pansusnya di DPRD Batam sudah terbentuk pekan lalu. Dalam Ranperda itu, hari jadi disebut sebagai momentum sejarah masa silam yang melambangkan perjuangan masyarakat dalam memajukan Batam.

Namun, menurut Ketua Pansus Penetapan Hari Jadi Kota Batam DPRD Batam Irwansyah, Pansus tak akan begitu saja menyetujui tanggal 24 Desember sebagai Hari Jadi Kota Batam, meski Pemko Batam berpatokan pada PP Nomor 34 Tahun 1983, itu.

Karena itu, sebutnya, Pansus butuh masukan dari berbagai pihak untuk menentukan hari jadi Kota Batam. “Kita minta masukan dari tokoh masyarakat, ahli sejarah atau masyarakat yang telah bermukim lama di Batam, guna memberikan masukan pada Pansus Hari Jadi Kota Batam,” katanya.

Draf Ranperda Hari Jadi Kota Batam yang diusulkan Pemko Batam itu, cuma tiga bab dan tiga pasal. Tak ada alasan atau kajian, kenapa tanggal 24 Desember jadi pilihan.

Padahal, menurut Ketua DPRD Batam Soerya Respationo, penentuan Hari Jadi Kota Batam perlu ditinjau dari aspek hukum dan historis. Terutama dikaitkan dengan sejarah Melayu dan proses pembentukan Kota Batam.

Pemko Batam sendiri, kabarnya sudah menyiapkan tim khusus dalam pembahasan Hari Jadi itu. Sejarawan dari Tanjungpinang, Aswandi Syahri, dalam Facebook-nya mengatakan diajak diskusi oleh Tim Pemko untuk mencari tanggal yang pas sebagai Hari Jadi Batam. Hasilnya, ia dan Samson Rambah Pasir, budayawan dan pegawai Pemko Batam, diminta meneliti arsip dan sejarah Batam di Arsip Nasional dan Perpustakaan Nasional, Jakarta.***

Kategori: Batam