Beramal Sambil Mendulang Simpati

Kebakaran di Kampung Agas Tanjunguma menampilkan fenomena berbeda dibandingkan kebakaran di berbagai lokasi sebelumnya. Di lapangan Tanjunguma, di antara sejumlah tenda dan posko, sejumlah bendera partai politik berkibar. Nuansa politis pun terasa ditengah pemberian bantuan terhadap 596 jiwa korban kebakaran itu.

****
Tumpukan ratusan kotak mie instan berjejer rapi di sebuah posko bantuan terhadap korban kebakaran di Tanjunguma, Rabu (14/3) pagi. Posko yang berbentuk tenda itu bertuliskan ”Posko Peduli” dengan sejumlah bendera Partai Demokrat berkibar di kanan-kirinya. Ada sejumlah kursi di posko yang kemarin dijaga oleh beberapa pria tersebut.

Seorang pria paruh baya terlihat sibuk memilah-milah sebuah pakaian bekas anak-anak dan sesekali menunjukkannya pada seorang ibu muda yang menggendong putrinya yang kira-kira berumur empat tahun. ”Ini masih bagus, cocok untuk anak ibu,” kata pria itu memperlihatkan sebuah gaun warna biru cerah yang masih terlihat bagus.

Kemudian ibu muda itu berlalu pergi. Tak jauh dari Posko Peduli itu, ada posko Golkar Peduli dan posko organisasi-organisasi lain yang menjadi underbow Partai Golkar. Di samping posko tersebut, sebuah ambulance bertuliskan Partai Golkar Lubukbaja terparkir. Tak ketinggalan, sejumlah bendera warna kuning Partai Golkar berkibar dipermainkan angin.

Bergeser ke sebelah barat, ada Posko Penanggulangan Bencana (P2B) milik Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di posko ini, puluhan pengungsi terlihat duduk-duduk berselonjor kaki. Di bagian lain, seorang perempuan terlihat mendongeng di depan sejumlah anak-anak korban kebakaran. Di sini, sejumlah bendera PKS juga berkibar di empat penjuru.

Di samping tenda P2B PKS, juga berkibar bendera merah dengan lambang benteng gemuk bermoncong putih milik PDI Perjuangan. Selain itu, di depan Kantor PKK Kelurahan Tanjunguma bendera PDI Perjuangan juga berkibar. Tak ketinggalan, sejumlah bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ikut berkibar di antara partai-partai itu.

Banyaknya bendera partai politik di lapangan Tanjunguma yang menjadi pusat penampungan dan penyaluran bantuan korban kebakaran itu, menimbulkan nuansa berbeda dibandingkan dengan penampungan korban kebakaran di lokasi lain. Berada di lapangan itu seperti mengingatkan kita pada nuansa kampanye Pemilu 2004 silam. Bendera partai politik berkibar sejauh mata memandang.

Itu belum lagi dengan banyaknya kunjungan tokoh politik lainnya ke lokasi kebakaran. Sebutlah Ketua DPD Partai Golkar Kepri Ansar Ahmad yang berkunjung bersama Ketua DPD Partai Golkar Batam Zainal Abidin, Selasa (13/3) lalu. Kemudian Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri Soerya Respationo yang datang bersama anggota DPRD Batam lainnya. Masih ada Ketua DPW PKB Kepri Nyat Kadir yang datang langsung ke lokasi kebakaran atau Ketua DPW PPP Kepri Ahars Sulaiman.

Tentu saja mereka datang tak sekadar menengok lokasi kebakaran. Mereka datang membawa bantuan kemanusiaan seperti beras, mie instan, pakaian layak pakai atau uang tunai.

Inilah yang membuat nuansa politisnya terasa. Akankah kehadiran partai politik itu berhubungan dengan pagelaran Pemilu 2009 yang sebentar lagi akan dimulai. Atau apakah ini sebuah tebar pesona?

”Tak ada masalah jika ada yang menganggap PKS tebar pesona. Tapi ini murni bentuk kepedulian PKS di setiap musibah. Kami selalu hadir di setiap musibah untuk membantu para korban, bukan hanya di Tanjunguma saja,” kata Bendahara DPD PKS Batam Syaifuddin Fauzi yang ditemui Batam Pos di tenda P2B PKS di Tanjunguma, kemarin.

PKS mendirikan posko di Tanjunguma, kata Fauzi, tak ada hubungannya dengan Pemilu 2009. ”Ini untuk membuktikan jargon partai sebagai partai yang peduli dan bersih. Biar masyarakat yang menilai,” ujarnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Batam Ruslan Kasbulatov yang dimintai komentar Batam Pos juga menolak anggapan partainya hadir di Tanjunguma untuk kepentingan Pemilu 2009. ”PDI Perjuangan benar-benar murni dari lubuk hati yang paling dalam. Kerakyatan adalah roh kami. Kami hadir untuk membantu mereka,” tukas Ruslan.

Di hari pertama kebakaran terjadi, kata Ruslan, partainya sudah hadir di Tanjunguma. ”Jam 4 sore kami hadir. Kami membawa tiga lori sembako dan seribu kaos PDI Perjuangan, karena kami tahu mereka kehilangan pakaian. Ini tak ada hubungannya dengan 2009,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan korban kebakaran menghadapi banyaknya partai politik terjun membantu mereka? ”Ya, biasa saja. Saya belum berpikir pemilu. Saya senang saja ada yang bantu,” ujar Arlina (29) warga RT 3 RW III Tanjunguma.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s