Horor dari Batam

Menengok Kampung Nelayan Air Lingka Galang
Warga Harus Berjam-jam Menunggu Perigi, Demi Seember Air Bersih

Ketika Warga Batam bisa menghabiskan berkubik-kubik air bersih dengan mudah, di perkampungan nelayan Air Lingka Galang air bersih merupakan barang mewah. Mereka harus menunggu munculnya air di perigi-perigi milik mereka hingga berjam-jam.
===========================
Matahari tepat di atas kepala. Sinarnya yang terhalang daun-daun kelapa di Air Lingka Kampung Baru Galang, Ahad (15/10), terasa hangat di kulit. Fuasa (61) warga RW 5 menarik tali embernya dari sebuah perigi dengan kedalaman sekitar dua meter.

Ember berukuran dua liter itu terisi air hampir separuhnya. Ia menuangkan air di ember itu ke ember lain yang berukuran lebih besar. Dua kali Fuasa menimba, lalu ia menghentikan aktivitasnya. Fuasa berhenti bukan karena tangannya yang renta mulai capek menimba air. Tapi, karena air di perigi itu sudah habis.

Ia kemudian melangkah menuju SDN 016 Air Lingka, tempat Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) menggelar pengobatan gratis, sunat massal dan membagikan sekitar 350 paket sembako. Usai memeriksakan kesehatannya dan mendapat obat gratis, Fuasa kembali ke sumur tempatnya mengambil air tadi.

Kembali ia menimba dan memasukkan airnya ke ember besar miliknya. Kali ini ia bisa menimba tiga kali, namun embernya belum juga penuh. Sejak pagi, Fuasa sudah menunggu hampir lima jam untuk mendapatkan air di perigi tersebut. Setiap satu jam, ia kembali. Mengisi embernya dengan air, lalu pergi saat perigi itu sudah habis airnya.

Kegiatan seperti yang dilakukan Fuasa juga dilakukan oleh warga lain di Air Lingka tersebut. Mereka bergiliran menunggu munculnya air di dua perigi yang ada di sana. Dua perigi tersebut diperuntukkan bagi sekitar 20 orang, sehingga setiap harinya mereka harus bergantian.

Menurut Zainay (47) warga Air Lingka lainnya, dua sumur di RW 5 tersebut digunakan untuk dua keperluan berbeda. Satu untuk mencuci piring dan lainnya, satunya lagi untuk air minum.

”Biasanya, air perigi itu baru muncul kalau malam hari. Sehingga kami harus berjaga-jaga, menunggu mata airnya muncul. Kalau sudah siang begini, susah dapat air. Sejam paling-paling tiga ember kecil,” kata isteri Ketua RW tersebut.

Eli tetangga Zainay juga melakukan aktifitas yang sama dengan Fuasa. Sejak pukul dua dini hari, kata Eli, ia menunggu perigi yang digunakan untuk air minum. Dan yang ia dapat, baru dua ember.

”Air di sumur ini tak bisa langsung dimasak. Airnya harus disaring dulu hingga dua kali. Baru kemudian dimasak,” tukas Eli.

Air di sumur atau dalam bahasa warga Air Lingka di sebut perigi, susah di dapat karena rata-rata kedalamannya hanya sekitar dua meter. Sumur tak bisa lagi digali lebih dalam, karena dasarnya adalah batuan keras. Tak ada cangkul atau linggis milik warga Air Lingka yang bisa memecah batuan di dasar sumur itu.

”Sehingga jadinya seperti ini. Kami kesulitan dapat air bersih. Bayangkan dua sumur yang tak ada airnya untuk 20 orang,” kata Ely.

Beberapa waktu lalu, kata Zainay, Pemko Batam pernah membuat sumur untuk perkampungan nelayan Air Lingka tersebut. Namun karena sumurnya berada di ketinggian dan posisinya tidak di titik mata air, sumur itu tak berfungsi. ”Jadinya kami beli sama tangki-tangki air yang kadang datang ke kampung ini. Satu drum dihargai Rp5 ribu. Itu pun airnya harus disaring dulu,” ujarnya.

Karena terus-menurus mengkonsumsi air tak bersih tersebut, banyak warga Air Lingka yang menderita penyakit kulit atau pencernaan. Saat BKDI RSOB menggelar pengobatan gratis misalnya, banyak warga yang mengeluhkan masalah gatal-gatal dan pencernaan tersebut.

”Dulu di masa saya masih kecil, air perigi ini bisa langsung diminum tanpa dimasak. Sekarang dimasak pun harus tetap hati-hati. Mau ambil air lain tak ada. Warga harus benar-benar menghemat air,” tutur Ely.***

6 responses to “Horor dari Batam

  1. kesiyan sekali mereka, persis seperti warga di daerah selatan gunungkidul-ku yg juga seringkali sulit air.

  2. waduh…. kok bisa tragis begitu yaks…

  3. SEHARUSNYA PEMERINTAH LEBIH MEMPERHATIKAN KEADAAN INI, DISAAT ADA SUATU DAERAH YANG AIRNYA MELIMPAH KENAPA ADA DAERAH LAIN YANG MASIH KESULITAN MENCARI AIR BERSIH UNTUK KEPERLUAN SEHARI-HARI. SEHARUSNYA PEMERINTAH DAPAT MEMANFAATKAN AIR YANG ADA TERSEBUT UNTUK DIDISTRIBUSIKAN KE DAERAH LAIN

  4. Air menjadi salah satu persoalan yang kini sama beratnya dengan isu pemanasan global maupun HIV. Orang oleh tidak makan satu hari, tapi kalau tisak minum,….nanti dulu. Kalau ada waktu jalan ke Malaysia, di bandara mereka kita bisa minum gratis, karena ada air keran yang tersedia untuk umum dan dapat diminum.

  5. Ely……turut Prihatin ya……sabar ya

  6. This is a message to the webmaster. Your website is missing out on at least 300 visitors per day. I have found a company which offers to dramatically increase your traffic to your site: http://voxseo.com/traffic/ They offer 1,000 free visitors during their free trial period and I managed to get over 30,000 visitors per month using their services, you could also get lot more targeted traffic than you have now. Hope this helps🙂 Take care.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s