Waria Antar Negara

Siang Berpuasa, Malam Mencari ”Tamu”

Sembilan orang waria yang ”berpraktek” di sepanjang jalan Yos Sudarso Batuampar Batam, terjaring razia penyakit masyarakat (pekat), Senin (25/9) pukul 23.00 WIB. Dua di antara sembilan waria itu mengaku ikut berpuasa di bulan ini. Mereka berpuasa di siang hari, meski malamnya melayani para ”tamunya”.
===========
Senin malam itu, Budi alias Shelli berdiri di pinggir jalan raya tak jauh dari kawasan industri Batuampar. Udara yang cukup dingin menyapu tubuhnya yang dibalut tank top warna biru. Angin semilir yang mempermainkan rambut palsunya, seakan memberi tanda pada orang-orang yang membutuhkan jasanya, betapa menariknya dia.

Satu-dua, sepeda motor melintas di depannya. Ia pun melambaikan tangan memberi tanda. Namun pengendara motor itu tak berhenti. Beberapa pengendara mempermainkan bunyi klaksonnya, mempermainkan gerakan jarinya yang lentik. Hingga akhirnya sekitar pukul 23.00 WIB itu, ada seorang pria yang berhenti di depannya.

Rupanya ia adalah pelanggan setia Shelli. Seorang pria berumur sekitar 30-an, yang biasa dimanjakan olehnya. Namun baru beberapa langkah menuju semak-semak di pinggir jalan itu, sejumlah anggota Polsek Batuampar lewat dan menahan Shelli beserta sejumlah kawan-kawannya yang lain.

Shelli dan delapan kawan warianya diangkut ke Polsek Batuampar guna diberi peringatan. Mereka dilarang ”berpraktek” di kawasan Batuampar, karena memberi efek negatif. Mereka juga sering dikabarkan mengambil barang-barang tamunya dan dikeluhkan sebagian masyarakat sebagai pengganggu, terutama di Bulan Ramadan ini. Sehingga tak heran Polsek Batuampar bertindak merazia mereka.

”Kami terpaksa melakukan ini, karena tak punya uang untuk biaya hidup. Kami kerja semalam, dan hasilnya habis untuk keesokan harinya. Sehingga mau tak mau harus terus seperti ini,” ujar Shelli.

Shelli yang beragama Islam itu sadar, ia berpraktek di bulan suci Ramadan. Sebagai bentuk keimanannya, ia tetap berpuasa meski malam harinya kembali berdiri di pinggir jalan menarik para lelaki yang menyukai waria seperti dirinya.

”Dua hari pertama saya tetap puasa. Sayang rasanya, kalau tidak puasa. Karena puasa itu hanya datang sekali setiap tahun,” katanya.

Bersama Shelli ada seorang waria lain yang juga mengaku berpuasa. Waria bernama asli Faisal itu mengaku punya nama panggilan Vivi. ”Begini-begini, saya puasa juga bo,” ujar Vivi waria asal Medan itu.

Sejak dua hari berpuasa, kata Vivi dan Shelli, mereka pulang ke rumahnya di Blok 4 Windsor sekitar pukul 02.00 WIB. Usai mandi dan membersihkan diri, mereka menyiapkan makan sahur. Siang harinya mereka banyak tidur, dan ketika malam tiba mereka kembali berpraktek.

Selalu ada awal dalam sebuah kisah getir, kata Vivi. Seperti dirinya yang sejak kecil sudah diperlakukan berbeda oleh orang tuanya. Ia suka bermain boneka dan punya banyak kawan perempuan. Hingga usai menamatkan SMP, ia sudah merasa berjiwa perempuan. ”Setiap dekat dengan laki-laki, tubuh saya selalu bergetar,” katanya.

Hingga kini, ia sudah sekitar 15 tahun melakoni hidup sebagai waria. Tak hanya Batam, sejumlah kota besar di sejumlah negara sudah dilakoninya. Sebutlah Johor Malaysia, kawasan Geylang di Singapura atau Bangkok di Thailand. Dan agar tetap eksis di dunia waria itu, Vivi dan kawan-kawannya rela menghabiskan uang jutaan untuk mempermak tubuh mereka.

”Saya selalu berpindah-pindah. Kadang di Johor, Singapura atau ke Thailand. Di Thailand itu enak, biaya hidup murah. Saya saja baru satu bulan di sini, setelah kemarin juga ditangkap di Malaysia,” ujarnya.

Pandangan miring sebagian masyarakat pada kaumnya dianggapnya sebagai resiko hidup. Ia sudah ditakdirkan seperti itu dan harus menerima apa adanya. ”Hidup tak boleh dibuat susah,” kata temannya yang lain.

Selain Vivi dan Shelli, ada tujuh waria lain yang diberi pengarahan oleh Polsek Batuampar. Bahkan salah satu di antaranya yang mengaku bernama Karenina sudah melakukan operasi kelamin.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s