Bengkok-nya Surga

Kawasan Bengkong yang Punya Puluhan Nama
Setiap Ada Pertumbuhan Kawasan, Muncul Nama Bengkong Baru

Nama Bengkong cukup terkenal di Batam ini. Kawasan yang baru enam bulan lalu, resmi menjadi kecamatan ini punya keunikan dibandingkan kawasan lain. Di Bengkong, ada sekitar 30-an kawasan yang menggunakan nama Bengkong di awal namanya. Setiap ada kawasan baru tumbuh, selalu ada sebutan Bengkong baru. Sebutlah Bengkonglangit, kawasan yang berdiri di atas ketinggian.

BATAM – Sinar matahari menyengat terik di kawasan Bengkong, Selasa (5/12) siang. Di sebuah kawasan kavling siap bangun yang lokasinya lebih tinggi dibandikan kawasan lain di Kecamatan Bengkong, Abdon Marbun (40-an) duduk di teras rumahnya sambil membuka-buka sebuah maket perumahan. Sinar matahari terasa lebih panas di kepala, namun angin yang juga berhembus cukup kencang mampu mengimbanginya.

Karena rumahnya terletak di ketinggian tersebut dan hampir tak ada lokasi lain yang menyainginya di kawasan Bengkong itu, Abdon dan penghuni kavling baru itu menyebutnya dengan sebutan Bengkonglangit. Hanya ada satu bukit yang hampir gundul dengan ketinggian kira-kira lima meter yang ada di Bengkonglangit itu. Dari Bengkonglangit, kita bisa melihat kawasan lain atau puluhan ribu rumah di Batam.

”Di sini sinar matahari terasa sangat panas, karena tak ada penghalangnya. Tapi anginnya juga kencang, karena di ketinggian. Bahkan kalau pagi, rasanya sangat dingin. Kalau tak pakai selimut, kita bisa kedinginan,” kata Abdon bercerita soal rasanya tinggal di Bengkonglangit.

Nama Bengkonglangit sendiri, kata Abdon, berasal dari kebiasaan warga Bengkonglangit yang kesulitan menyebut nama kawasan mereka. Waktu pertama kali menempati kawasan itu, sekitar tahun 1990-an, kawasan baru tersebut belum bernama. Biasanya warga menyebutnya dengan sebutan Bengkongdalam atas, mengikuti nama Bengkongdalam yang ada di bawah kawasan tersebut.

”Karena kepanjangan dan biasanya kalau naik ojek, warga menyebut Bengkong di atas langit, jadilah nama Bengkonglangit. Itu sebutan warga saja,” katanya.

Apa yang diungkapkan Abdon hanyalah satu dari sebutan Bengkong untuk sebuah kawasan baru yang tumbuh di Kecamatan Bengkong. Dari data yang ada di Kecamatan Bengkong, ada 30-an nama Bengkong lainnya. Sebutlah, Bengkongpalapa, Bengkongjaya, Bengkongmahkota, Bengkongseken, Bengkongkolam, Bengkongbaru, Bengkongpolisi, Bengkongpertiwi, Bengkongratu, Bengkongabadi, Bengkongaljabar, Bengkongdalam, Bengkongpionir, Bengkongkartini dan Bengkongpermai.

Nama yang diawali Bengkong itu masih belum termasuk Kelurahan Bengkongindah atau Bengkonglaut. Masih ada Bengkongswadaya, Bengkongswadebi atau Bengkongindah Swadebi. Semuanya menggunakan nama Bengkong di awalnya.

Warga setempat menyebut nama Bengkong baru itu untuk mempermudah atau menandai kawasan baru atau kawasan yang punya ciri khas tertentu. Bengkongseken misalnya, disebut Bengkongseken karena di sana dulunya ada pasar barang-barang seken. Bengkongpolisi, karena di sana ada asrama polisi.

Penyebutan nama sejumlah kawasan sambil mengawalinya dengan nama Bengkong diawal kata, juga terjadi akibat belum familiarnya penyebutan nama jalan di Batam. Warga tinggal menyebut nama Bengkongnya, tak perlu menyebut nama jalannya. Nama Jalan Ranai di Bengkongpolisi, misalnya, kalah familiar dengan sebutan Bengkongpolisi.

Meski terkotak-kotak dengan sebutan puluhan Bengkong, ternyata mencari kawasan di Bengkong itu cukup mudah. Menurut Sekcam Bengkong Zulkarnain, justru mencari satu kawasan di Bengkong lebih mudah dibandingkan dengan kecamatan lain di Batam ini.

”Kita tinggal tanya pada warga di pinggir jalan, pasti mereka bisa menunjukkannya. Itu terjadi karena kebiasaan warga Batam yang lebih mengenal nama lokasi dibandingkan nama jalan,” kata Zulkarnain.

Mengenai banyaknya penyebutan Bengkong di kecamatan berpenduduk kurang lebih 67 ribu itu, Zulkarnain mengatakan, hal itu juga terjadi karena kebiasaan warga. Setiap menempati sebuah lokasi tak bernama, mereka menamainya dengan hal unik di kawasan itu tanpa menghilangkan embel-embel Bengkong di dalamnya.

Lalu dari mana munculnya nama Bengkong? Untuk hal ini, Saparuddin Muda Pembina Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) punya cerita tersendiri. Menurut Saparuddin, nama Bengkong muncul dari seorang pendatang warga dari Jawa yang menyebut kawasan Bengkong yang dulunya dipenuhi sungai berkelok-kelok dengan sebutan Bengkong atau Bengkok sekitar tahun 1940-an.

”Sebelumnya kawasan Bengkong itu disebut orang-orang tua dulu dengan sebutan Kampung Gelam, karena kawasan ini ditumbuhi pohon-pohon Gelam (pohon yang buahnya bisa digunakan untuk mengelem sampan atau perahu). Karena setiap kali ditanya, orang Jawa yang tinggal di Kampung Gelam itu selalu menyebut Bengkong, orang lalu menyebut nama itu dengan Bengkong sampai sekarang,” ujar Saparuddin Muda.

Kawasan Bengkong pertama yang menjadi induk dan cikal bakal lahirnya daerah Bengkong, kata Saparuddin adalah Bengkongsadai yang kini berubah namanya menjadi Sadai, tanpa embel-embel Bengkong di depannya. Di sebut Bengkongsadai, karena di sana sering terdampar perahu, barang-barang atau mayat manusia. Sadai sendiri berarti terdampar.

”Dari Bengkongsadai inilah muncul Bengkong-bengkong yang lain,” tukasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s