Banci dan Kumis

KUMIS dan banci adalah sebuah paradoks. Sulit mencari seorang banci yang berkumis. Karena banci mencerminkan sifat laki-laki yang segemulai perempuan, sedangkan kumis terlanjur dicap sebagai atribut lelaki perkasa.Lalu, bagaimana banci dan kumis itu bisa bersatu. Itu ada di Batam. Di diri Wali Kota Ahmad Dahlan.

Tapi, tunggu dulu. Itu semua bukan berarti, Wali Kota Batam itu laki-laki berkumis yang banci. Walau mungkin, Wali Kota Batam itu memiliki sikap yang lembut.

Namun, itu ada terjadi di sidang paripurna di DPRD Batam,Desember lalu. Dahlan diserang, dianggap bersikap banci dan diminta pulang cukur kumis.

Getir. Seorang Wali Kota dipermalukan di sidang paripurna. Namun, Dahlan tetap tersenyum. Ia mencoba tetap bersikap sebagai seorang kepala daerah yang bijak.

Tapi, orang-orang yang pernah mereguk romantisme bersama Dahlan tak terima. Mereka menuntut anggota Dewan yang menyebut Dahlan banci dan menyuruh cukur kumis itu minta maaf.

Lalu, muncullah sebuah drama. Drama soal pemaksaan meminta maaf. Sebuah pemaksaan, tentu tak memberikan energi positif. Pasti ada yang kurang ikhlas.

Tapi, kelompok yang memaksa terlalu kuat. Dua anggota Dewan kemudian meminta maaf. Dahlan sendiri mencoba memeluk dua anggota Dewan itu. Ia berusaha memberikan kesan, kalau ia sama sekali tak terlibat dalam pemaksaan itu.

”Itu bukan sikap saya,” katanya.

Tapi, preseden sudah terbentuk di Batam ini. Semoga Batam tak menjadi angkuh, di tengah warganya yang ringkih, yang mengemis mahkota kesombongan.***

One response to “Banci dan Kumis

  1. sekali-kali, dewan juga harus di “move”. Kalau didiemin, kurang ajar. Kalau emang Dahlan itu banci yang berkumis, so what gitu loh……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s