Godaan Korupsi

Rindu Disogok

SEBUAH adegan pemukulan terdakwa terhadap jaksa yang menuntutnya terjadi di Pengadilan Negari Batam, Rabu lalu. Terdakwa kasus sabu-sabu itu tak terima, dituntut lima tahun. Darahnya mendidih, lalu dijotoslah muka jaksa senior itu.

Batam sejenak gempar. Bukan karena adegan pemukulan itu. Tapi pada apa yang ada di baliknya. Yakni isu, bahwa keluarga si terdakwa sudah menyuap sang jaksa Rp25 juta.

Jaksa itu, tentu saja menolak tudingan miring itu. Namun, publik terlanjur menganggap isu itu benar adanya.

Tulisan ini, bukan hendak mengulas kebenaran isu suap itu. Biar kebenarannya hanya diketahui oleh penyuap dan yang disuap, atau segelintir orang yang diam melindungi sang jaksa.

Tulisan ini ingin bercerita soal kerinduan. Kerinduan untuk disuap, kerinduan akan nikmatnya disogok.

Karena suap-menyuap, korupsi dan lainnya bisa jadi memiliki kesamaan seperti narkoba. Orang yang pernah menikmati narkoba, selalu terpanggil, rindu untuk menikmatinya kembali.

Awalnya, mungkin takut-takut. Takut ketahuan karena melanggar hukum. Namun, setelah selesai dan ternyata tak berdampak apa-apa, ia ingin mengulanginya lagi.

Lalu, datanglah orang kedua yang ingin menyogoknya. Ia kembali ragu, namun setelah mengingat betapa besarnya hasil yang ia dapatkan, ia kembali mau menerima suap.

Kemudian, datang orang ketiga dan selanjutnya. Setelah sekian lama disuap, ia mulai menikmatinya. Di sinilah rasa rindu itu datang. Ia akan merasa sepi, jika tak disuap orang.

Maka, kini ia tak lagi menunggu untuk disuap oleh para ”pasien”-nya. Kini ia mulai mencari, bahkan bila perlu memaksa para pasien itu untuk menyuapinya, terus menyuapinya.

Dan, karena suap menyuap sama dengan narkoba, ia tak akan merasa puas. Ia akan terus mencari kenikmatan dari penyuapan. Rasa rindu untuk disuap, akan datang terus.

Di sinilah dibutuhkan kepasrahan yang sungguh. Karena suap menyuap juga seperti beronani. Mereka yang menikmati onani, akan terus merindukan sensasinya. Maka, bagaimana kebiasaan disuap itu bisa dihentikan. Maka, bagaimana korupsi itu bisa dihapuskan?***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s