Yuk, Jadi PNS

Memilih PNS
Awal 80-an, Batam masih penuh dengan hutan. Batam baru menggeliat menjadi kota industri yang menopang kota tetangganya Singapura, yang jika kita lihat gemerlap lampunya dari sudu-sudut pantai di Batam, bikin silau.

Kata kakakku, orang tak seramai sekarang. Otorita Batam baru saja berdiri. Lagi butuh pegawai. Tapi, banyak orang tak mau.

Bayangin, gaji pegawai OB saat itu untuk lulusan SMA cuma Rp25 ribu per bulan. Maka, wajar saja jika banyak yang gak mau jadi pegawai, atau sekarang biasa disebut PNS.

Sekarang, sudah 30 tahun kemudian. Kalau dulu instansi pemerintah yang mencari pegawai, sekarang orang-orang yang ramai ingin jadi PNS.

Lihat tuh, di Poltek Batam, Sabtu kemarin. Ribuan yang ikut tes CPNS. Mereka mengadu nasib, saling mengalahkan untuk 46 lowongan.

Ada banyak temanku yang ikut tes. Mereka bukannya pengangguran. Bukan. Mereka sudah pada kerja. Mereka tergoda. Tergoda pada kemapanan hidup seorang PNS.

Menjadi PNS bisa tergolong mapan. Tunjangan naik terus. Maka, tak aneh jika di sudut bangku di Poltek itu, seorang ibu muda terlihat konsentrasi ikut ujian sambil mengelus-elus perutnya yang buncit.

Menjadi PNS juga tak perlu berkeringat memperjuangkan hak. Tak perlu harus berdarah-darah, seperti saudara-saudara kita yang jadi buruh di industri.

Hari-hari ini, kita lihat unjuk rasa buruh di mana-mana. Mereka menuntut digaji sesuai dengan kebutuhan hidup layak. ”Kalau gaji kami cuma Rp860 ribu, kami makan mie terus,” kata seorang buruh di Batam.

Namun, dengan menjadi PNS kita akan mendapatkan tunjangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan standar gajinya sendiri. Pemko Batam mengalokasikan hampir 65 persen APBD-nya untuk kesejahteraan pegawainya.

Lalu, bagaimana kita tak akan memilih PNS. Ya, hanya orang-orang yang ”gila” yang tak mau jadi PNS. Orang-orang gila, yang sayangnya saya juga memilih menjadi bagian dari orang gila itu.***

2 responses to “Yuk, Jadi PNS

  1. Wah, saya termasuk orang gila juga dong he3x.

    Salah satu alasan saya gak mau jadi PNS karena gaji yang minim. Walau tunjangan naik terus tapi gak sesuai dengan kenaikan harga barang. Gaji starting pointnya juga kecil. Ada beberapa kawan PNS yang gak bisa menutup pengeluaran dengan gaji halalnya, padahal masih hidup membujang. Jadi, makin ogah deh jadi PNS..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s