Korban Diam

UMI Kalsum (22), gadis yang mengaku diculik kelompok pembunuh Sandriani ternyata melahirkan anak perempuan di Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB), Sekupang. Ia mengaku diculik dan minta tebusan untuk biaya melahirkan. Rabu (16/1) lalu, ia ditemukan jajaran Polsek Sekupang lewat sinyal ponselnya.

==========

Lorong di depan ruang kebidanan itu dipadati warga RW X Tiban Lama. Ibu-ibu duduk di kursi, sejumlah pemuda berselonjor di lantai. Siang kemarin itu, lorong tersebut ramai. Pintu masuk pun dijaga ketat.

Dua petugas keamanan RSOB, berkali-kali membuka-tutup pintu itu. Tak sembarang orang bisa masuk. Padahal, sebelumnya warga yang menjenguk keluarganya di ruang kebidanan itu bebas lalu-lalang.

Penjagaan itu diperketat sejak ketahuan ada pasien ”istimewa” di kamar mawar ruang periksa kebidanan itu. Ya, Umi Kalsum yang dikabarkan diculik kelompok pembunuh Sandriani, ketahuan melahirkan dengan operasi caesar di ruang tersebut.
Hanya keluarga pasien di dalam ruangan kebidanan itu, yang diperbolehkan masuk. Wartawan koran ini yang mencoba masuk, dilarang. ‘’Harus ada izin keluarganya,’’ kata salah seorang sekuriti.

Praktis, keterangan soal kondisi Umi dan bayinya hanya didapatkan dari polisi dan kerabat Umi. Ridwan Siregar, ayah Umi yang keluar dari ruang kebidanan enggan berbicara banyak. Ia mengaku datang ke RSOB, karena ingin menjenguk temannya. ‘’Di sinilah saya ketemu Umi,’’ katanya. Setelah itu, Ridwan mengunci mulut.

Menurut Kapolsek Sekupang AKP Beny Alamsyah melalui Kanit Reskrim Ipda Syamsurizal, jejak Umi sebenarnya sudah terendus sejak Senin (14/1), lalu. Saat itu, melalui penelusuran sinyal ponsel di Telkomsel, Umi diketahui berada di Log 69 atau di RSOB, Sekupang. Namun, pencarian polisi saat itu gagal. Tak ada pasien di sejumlah klinik di RSOB yang bernama Umi. Di ruang kebidanan pun, polisi tak menemukan Umi.

Polisi, kata Syamsurizal, sudah mencurigai kemungkinan Umi mendatangi ruang kebidanan RSOB. Pasalnya, dari sejumlah catatan yang ditemukan polisi di rumah Umi di Tiban Lama, ada catatan kalender kehamilan. ”Ternyata, yang membuat kami tak menemukan Umi karena ia berganti nama. Ia mendaftar sebagai Nanda dan mengaku terlantar,’’ katanya.

Jajaran Polsek Sekupang yang mengendus Umi di ruang kebidanan, sebenarnya sudah menemukan Umi sehari sebelumnya. Namun, saat tergolek lemah di ruang pemulihan, Umi mengenakan jilbab warna coklat. Beda jauh dengan fotonya yang rambutnya sebahu.

”Ini yang membuat anggota kami terkecoh,’’ tukas Syamsurizal.

Namun, karena sudah yakin Umi berada di RSOB, Syamsurizal mengutarakan kemungkinan keberadaan Umi itu kepada orang tua Umi. Rabu (16/1) pagi itu, saat Nur Islami (53) mendatangi ruang kebidanan, ia mendapati anaknya dirawat di sana. Umi ternyata sudah melahirkan anak perempuan seberat 2 kilo gram. Ia melahirkan Ahad (13/1) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Bagaimana Umi bisa melahirkan di RSOB tanpa ada keluarganya? Menurut Syamsurizal, Umi mengaku terlantar kepada pihak RSOB. Ia mengaku ditinggalkan suaminya sejak enam bulan lalu dan pernikahannya tak direstui orang tuanya. Karena kondisinya sudah kritis dan anaknya harus segera diselamatkan, pihak RSOB melakukan operasi terhadap Umi.

Umi, kemarin dibawa ke Polsek Sekupang untuk dimintai keterangan. Ia dibopong kakaknya, keluar dari ruang kebidanan. Wartawan yang mencoba mengambil gambar pembopongan itu, harus berkejaran dengan lari kakaknya itu. Wajah Umi ditutup kain. Tak ada satu katapun keluar dari mulutnya.

Dari pemeriksaan awal kepolisian, kata Syamsurizal, Umi mengaku diculik karena terobsesi pada kasus Sandriani. Kebetulan, tak semua pelakunya tertangkap. ”Ia minta tebusan Rp6 juta untuk biaya persalinan,’’ katanya.

Bagaimana Umi bisa hamil dan siapa yang menghamilinya? Belum ada yang tahu. Umi tak mau buka mulut. Kepada polisi pun, Umi masih diam.

Menurut salah satu kerabat Ridwan, Umi pernah punya pacar bernama Junaidi alias Aa. Namun, Junaidi itu sudah pulang kampung ke Tembilahan, sejak empat bulan lalu. Sejak saat itu, Umi tak pernah terlihat punya pacar lain. ”Tapi, saya tak tahu dia hamil sama si Aa atau bukan. Orang hamilnya tak ketahuan,’’ kata perempuan yang tak mau menyebut namanya, itu.

Keluarga Umi, katanya, sama sekali tak tahu kalau dia sedang hamil. Tak tampak ada tanda-tanda kehamilan seperti perut besar pada diri Umi, karena ternyata ia mengenakan stagen di tubuhnya.

Umi, tuturnya, pernah sakit beberapa waktu lalu. Namun, saat itu kata dokter ia terserang tipus. Meski sering mual, tak ada keluarganya yang curiga ia hamil. ”Kami mengira, ia kena tipus,’’ tukasnya.

Yang pasti, Umi kini masih terus dimintai keterangan. Kemungkinan besar, ia akan dijerat Pasal 220 KUHP soal pengaduan sesuatu perbuatan yang berakibat hukum, namun perbuatan itu tak pernah ada. Hukumannya, maksimal satu tahun empat bulan.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s