Liku-liku Membuat KTP SIAK

Sebulan Menunggu KTP, Tiga Lowongan Kerja Melayang

Proses pembuatan KTP berbasis sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) yang memakan waktu lama, sungguh merugikan. Tak hanya para pemimpin partai yang dag dig dug, masyarakat biasa juga dirugikan. Bagi para pencari kerja, semakin lama menunggu selesainya KTP, semakin banyak tawaran kerja yang melayang.
****
Awan hitam menggantung di langit Batam Centre. Sabtu (3/5) pagi itu, tanda-tanda akan turun hujan sudah terlihat sejak tadi. Tapi di dalam rumah, di Perumahan Bida Garden, Batam Centre, udara terasa lembab dan sedikit gerah.

Jauharsa (28) yang menumpang di rumah sepupunya itu, bermalas-malasan di ruang tamu. Televisi tak menyala, karena di komplek itu terkena pemadaman listrik. Ia memilih berbaring di lantai, memandangi dua halaman lowongan kerja, koran edisi Sabtu.

Sepasang matanya yang berkaca mata minus menatap sendu iklan lowongan kerja tersebut. Ia sungguh berharap bisa melamar ke salah satu lowongan yang ada di sana. Tapi, apa daya, ia belum memiliki KTP Batam.

Inilah yang membuat dirinya sedih, seperti awan hitam yang terlihat di kejauhan itu. Ia hanya mengelus dada, setiap keinginan melamar pekerjaan itu datang. Sudah cukup banyak ia menyabarkan diri, sambil berharap KTP yang ia idam-idamkan selesai.

”Sudah tiga kali ini dapat lowongan yang cocok, tapi tak bisa karena tak punya KTP,” tutur pemuda dari Jawa Timur, itu.

Sabtu kemarin, ia mencoba lagi datang ke kantor Camat Nongsa. Kepada seorang perempuan berjilbab, staf kecamatan, ia bertanya kapan KTP-nya selesai. ”Nama saya Jauharsa, kapan bu KTP saya selesai,” tanyanya.

”Kapan masukin berkasnya? Kalau di atas tanggal 23 Maret, belum selesai,” jelas staf kecamatan, tadi.

Jawaban itu, mengunci mulut Jauharsa. Dadanya terasa sesak, hatinya seperti diaduk-aduk. Terbayang olehnya, harus berapa banyak lagi lowongan kerja yang melayang, karena KTP tak kunjung selesai. Terbayang pula, sisa uangnya dari kampung yang harus kembali dikuras karena tak kunjung mendapatkan kerja.

Jauharsa sebenarnya datang ke Batam dengan persiapan matang. Sebulan sebelum datang ke Batam, sepupunya Hidayatullah, sudah mengabarinya untuk mempersiapkan surat pindah dari Dinas Kependudukan Gresik, kampung halamannya. Pemko Batam, sudah tak mau melayani surat pindah yang dikeluarkan kecamatan.

Maka dengan semangat yang menggebu-gebu, Jauharsa mendatangi ketua RT-nya untuk mengurus surat pindah. Dari ketua RT, ia ke Ketua RW. Lalu ke kantor kelurahan, kecamatan dan akhirnya menuju kantor Dinas Kependudukan. Setelah semua urusan surat pindah beres, ia makin mantap menuju Batam.

Ia tiba di Batam, tepat 2 April. Sehari kemudian, ia datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Batam di Sekupang. Ia menyerahkan surat pindah itu, sebagai syarat pengurusan KTP di kantor camat Nongsa.

Ia berharap, besoknya surat dari Disduk itu segera keluar. Ternyata, di Disduk surat pindah itu baru bisa keluar seminggu kemudian. Setelah itu, barulah ia memasukkan berkas permohonan KTP ke kecamatan.

Di sini, lagi-lagi ia harus menunggu. Saat pertama memasukkan berkas, petugas penerima berkas di kecamatan sudah memberitahu Jauharsa, ”Paling cepat satu bulan selesai. Kalau belum juga selesai, satu bulan setengah,” tutur petugas itu.

Jawaban itu mengagetkan Jauharsa. Di kampungnya, pembuatan KTP tak selama itu. ”Paling-paling seminggu. Itu sudah paling lama. Kami juga pakai KTP SIAK,” katanya.

Tak hanya yang membuat KTP lewat jalur resmi yang harus menunggu sekian bulan. Yang lewat pintu belakang, melalui calo atau istilahnya membeli KTP tembak, pembuatannya juga memakan waktu berbulan-bulan.

Toni (31) warga Mukakuning harus menunggu sekitar satu bulan agar dapat KTP SIAK. Padahal, ia sudah menyerahkan uang Rp175 ribu kepada staf kecamatan. Setelah KTP selesai, ia kembali mendapat masalah karena ternyata tanggal lahir di KTP barunya beda dengan ijazahnya. ”Payah. Sudah sudah lama, salah lagi,” tutur Toni.

Kegundahan menunggu selesainya KTP SIAK tak hanya dirasakan Jauharsa. Ada belasan ribu warga Batam yang menunggu dalam ketidak pastian kapan KTP mereka selesai. Banyak urusan warga terbengkalai, atau tertunda karena KTP tak kunjung selesai.

Sementara di sisi lain, saat ini Pemko Batam sedang giat-giatnya merazia warga yang tak memiliki KTP. Banyak yang terjaring Satpol PP, karena tak memiliki identitas. Ada yang beralasan belum mengurus, ada yang KTP-nya tak kunjung selesai di kecamatan.

Gaung kegundahan itu juga terdengar ke Gedung Dewan. Saat pembukaan sidang ke dua, usai masa reses, Rabu (30/4) lalu, sejumlah anggota Dewan berteriak-teriak soal ketidak beresen sistem SIAK ini. Wali Kota Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota Ria Saptarika yang hadir di pembukaan sidang Dewan itu hanya manggut-manggut, mendengar kritikan-kritikan tersebut.
Kemudian, usulan agar kembali saja ke sistem lama pun muncul. Adalah Ketua DPRD Batam Soerya Respationo, yang mengusulkan agar KTP lama diaktifkan kembali. Pengaktifan KTP lama itu dilakukan sambil menunggu penataan sistem KTP SIAK. Usulan itu, menurut Soerya, untuk mengatasi masalah kependudukan sesegera mungkin.

”Jika sistemnya sudah beres dan Pemko Batam siap, baru kita pakai KTP SIAK,” katanya.

Tapi, usulan itu, menurut Kabag Humas Pemko Batam Yusfa Hendri sulit direalisasikan. Karena sistem SIAK sudah berjalan, dan peralatan di kecamatan-kecamatan juga sudah di-upgrade untuk mengikuti sistem SIAK.

Pemko Batam sendiri bukannya tanpa upaya. Setelah belasan ribu permohonan KTP terus menumpuk di 12 kecamatan se-Batam, Pemko Batam akhirnya menarik 11.437 berkas permohonan KTP di kecamatan ke Kantor Wali Kota Batam. Selain melakukan entry data, KTP SIAK juga dicetak di sana.

Sebanyak 20 operator dilatih dan 20 unit komputer disiapkan. Semuanya bertujuan, agar masalah KTP itu cepat selesai. Kemudian, untuk menghindari tertukarnya berkas antar kecamatan, proses entry data akan dilakukan bergilir. Dimulai dari kecamatan yang tumpukan berkasnya paling banyak, seperti Kecamatan Sekupang yang mencapai 1.900 berkas.

Setelah Sekupang, kecamatan yang berkasnya paling banyak menumpuk Kecamatan Sagulung dengan 1.600 berkas. Lalu Batam Kota dengan 1.300 berkas dan Lubukbaja 1.200 berkas. Delapan kecamatan lain, jumlah pemohon yang menumpuk di bawah 1.000-an berkas.

Dengan kalkulasi satu operator bisa menyelesaikan 30 berkas sehari, maka dalam satu hari KTP yang akan selesai mencapai 600 KTP. Sehingga, 11.437 berkas itu akan selesai dalam waktu 20 hari kerja atau kira-kira satu bulan.

”Langkah ini kami ambil untuk merespon keluhan masyarakat dan mempercepat pembuatan KTP SIAK,” kata Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika.

Ria Saptarika termasuk pejabat di Pemko Batam yang sering dipojokkan dalam urusan pembuatan KTP SIAK, itu. Mulai dari dituding sebagai penggagas KTP SIAK, hingga disebut sebagai orang yang ingin memenangkan partai tertentu dalam Pemilu 2009, mendatang.

Ria tentu saja menepis semua itu. Ia beberapa kali menggelar jumpa pers untuk menjelaskan posisinya. Lambannya pembuatan KTP SIAK, katanya, karena masih masa transisi dari sistem lama ke sistem baru. Ia juga meminta diberi kesempatan.

”Saya merasa masyarakat memojokkan saya. Sistam SIAK bukan inisiatif saya pribadi, bukan inisiatif pemerintah daerah, tapi amanat undang-undang dan pemerintah pusat,” katanya.***

3 responses to “Liku-liku Membuat KTP SIAK

  1. Semoga ini jadi kenangan indah…
    Terutama bagi saya dan Warga Batam, manakala masalah-masalah Sistem Database Kependudukan ini sudah dapat kami lalui…
    Dengan rampungnya pembenahan-pembenahan yang sekarang kami dan Tim sedang bertungkus lumus mengerjakannya.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Hari bersejarah, Hari ini sudah di install software baru KTP SIAK di Batam.
    Insya Allah Senin, 03 nov 2008, kami sudah mulai menggunakan software baru tsb.

    Mohon do’a nya.
    Wassalam
    Ria

  3. denger2 komputer entry datanya standard pentium3 ,
    bener ga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s