Hidup di Tengah Sampah

Sebagian besar warga Batam bisa protes ke Dinas Pasar dan Kebersihan, kalau tumpukan sampah di perumahan mereka tak diangkut. Namun, di Kampung Agas Tanjunguma berton-ton sampah yang menumpuk di sela-sela rumah panggung mereka, seakan sudah menjadi teman abadi mereka sejak tiga tahun terakhir. Setiap kali diangkat, sampah-sampah itu datang kembali.
*****
Tiga anak kecil berkejar-kejaran di atas pelantar yang tiangnya sudah terlihat lapuk di makan usia, Kamis (18/1). Anak-anak Kampung Agas tersebut berlari tanpa takut, meski tiang-tiang tersebut bergetar akibat hentakan kaki mereka. Di persimpangan pelantar, mereka berhenti. Lalu turun ke laut, yang kemarin kebetulan airnya sedang surut.

Laut yang mereka injak, bukanlah laut dengan pasir putih dan berair biru. Namun, laut dengan berton-ton sampah rumah tangga seperti sampah plastik. Sampah-sampah itu menebar aroma tak sedap, tapi anak-anak kecil itu tak mempedulikannya. Mereka sudah terbiasa dengan sampah-sampah itu.

Menurut Yusmidar (42) warga Kampung Agas RT 5 RW 4 Tanjunguma, tumpukan sampah-sampah yang hampir menghampar di seluruh Kampung Agas tersebut sudah ada sejak tiga tahun terakhir. Bila hujan turun atau air laut pasang, sampah-sampah itu mengambang menimbulkan aroma busuk.

”Sudah 12 tahun saya tinggal di sini. Baru tiga tahun terakhir, sampah-sampah ini datang. Biasanya di musim kemarau, sampah-sampah itu kami angkut dan kami bakar di belakang. Namun, karena sampah terus datang, kami tak sanggup lagi,” ujar penjual jajanan pasar itu.

Sebelum sampah-sampah rumah tangga itu menumpuk di Kampung Agas, kata Yusmidar, perairan di Kampung Agas airnya jernih. Warga sekitar bisa memelihara ikan atau mandi di sana dengan nyaman.

”Tapi, itu dulu. Sekarang lihat saja sendiri. Kalau air laut pasang, airnya pasti hitam,” katanya.

Hayani (29) warga Kampung Agas lainnya, mengaku, tak tahu harus berbuat apa agar sampah-sampah yang sudah terlanjur menggunung di kampungnya itu bisa dibersihkan. ”Anak-anak kami malah menjadi terbiasa. Mereka tak lagi sakit, meski harus mencium aroma sampah atau main-main di tumpukan sampah,” tutur Hayani.

Ketua RT 5 RW 4 Tanjunguma Fajar Hamzah punya kegetiran tersendiri saat melihat perkampungannya yang kini berubah lautan sampah. ”Dulu di sinilah turis-turis mandi. Mereka sangat suka mandi di Kampung Agas, karena airnya jernih. Sekarang sudah jauh berubah. Kampung kami jadi lautan sampah,” katanya.

Sekretaris Lurah Tanjung Uma M Tahir mengatakan, tumpukan sampah di Kampung Agas itu adalah sampah-sampah warga Batam lainnya yang mengalir dari sejumlah saluran drainase dan akhirnya terhenti di Kampung Agas. Selain juga, karena penduduk Kampung Agas sendiri membuang sampah di lingkungannya.

”Sampah itu mengalir dari drainase di samping DC Mall, Hotel Panorama Regency ataupun dari drainase di samping Lucky Plaza. Semuanya mengarah ke Kampung Agas, saat hujan lebat atau banjir terjadi. Di Kampung Agas, sampah-sampah itu terhenti karena perairannya lebih dangkal dari lokasi lain,” ujarnya.

Seiring dengan berlalunya waktu, kata Tahir, sampah-sampah itu menumpuk hingga ia perkirakan mencapai ratusan ton. Warga tak bisa membersihkan sampah tersebut, karena sudah terlanjur banyak.

”Kalau ada gotong royong, paling-paling yang bisa kami bersihkan adalah sampah-sampah di rumah-rumah biasa. Kalau di rumah panggung, harus menggunakan sampan. Itu yang tak bisa kami lakukan, karena tak ada biaya,” katanya.

Dalam penilaian Tim Pemantau Adipura Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sepanjang Oktober dan November 2006 silam, sampah-sampah di perumahan pasang surut tersebut masuk dalam penilaian. Dari sejumlah kategori, perumahan pasang surut termasuk yang mendapat nilai terendah.

Meski Pemko Batam sudah membentuk Tim Adipura yang anggotanya melibatkan semua perangkat Pemko Batam mulai dari dinas sampai lurah, sampah di kawasan Kampung Agas belum tersentuh.****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s