Sepinya Kotak Pengaduan

Bertahun-tahun sudah, Pemko Batam menyediakan kotak saran atau pengaduan bagi warga Batam di instansi-instansi pemerintah. Namun sampai kini, kotak-kotak saran itu tak disentuh masyarakat. Kotak-kotak saran itu akhirnya berisi debu, karena warga lebih memilih mengadu lewat SMS atau media.
******
Kotak saran itu terpampang jelas di sebelah kiri dua pintu masuk Kantor Wali Kota Batam di Batam Centre. Kotak transparan berbentuk persegi empat yang mengecil di bagian bawah itu, seperti menantang warga Batam untuk memasukkan saran atau pengaduan ke Wali Kota Batam Ahmad Dahlan.

Ukuran tulisannya lumayan besar. Di atas kotak tertulis, ”Pemko Batam. Kami melayani saran/pengaduan yang disertai identitas diri. Setiap identitas dijamin kerahasiaannya”. Dan di bagian bawah kotak tertulis ”Kotak saran”.

Setiap mereka yang masuk ke kantor wali kota, pasti pernah melihat kotak saran tersebut. Namun meski tampil mencolok, kotak dalam papan warna merah itu tak terlalu diperhatikan warga yang lalu lalang mengurus keperluan di kantor tersebut.

Kotak itu dicueki, belum ada yang mau memasukkan saran atau pengaduan ke dalamnya. Padahal, mungkin sudah ribuan kali kotak saran itu dilalui warga. Ironisnya, karena tak pernah disentuh warga, kotak saran itu berdebu.

Tak hanya kotak saran di kantor wali kota yang kosong tak berisi. Kotak saran di kantor-kantor dinas seperti di kawasan Sekupang juga tak kunjung berisi. Nasibnya sama, diisi debu yang berterbangan.

Padahal, kotak saran yang dibuat sebulan setelah Dahlan-Ria dilantik itu dibuat untuk menampung uneg-uneg warga Batam. Saat pertama kali diluncurkan, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan, masyarakat tak perlu sungkan-sungkan, cukup memasukan saran melalui kotak saran yang tersedia dengan mencantumkan identitas yang jelas.

“Apapun bisa dilaporkan. Mulai dari jalan yang rusak atau pegawai yang korupsi. Saya jamin identitas yang melaporkan. Kalau ada pegawai yang mengintimidasi akan berhadapan dengan saya,” kata Dahlan, kala itu.

Namun, sampai kemarin kotak saran itu tak diminati. Banyak alasan warga Batam mengapa enggan mengisi kotak saran itu. Salah satunya, karena harus menyertakan identitas. ”Lagi pula, belum tentu ditanggapi langsung. Jangan-jangan kita yang dicari,” kata seorang pegawai Pemko Batam.

Alasan lainnya, lokasinya yang jauh. Untuk menyampaikan keluhan warga harus ke kantor wali kota atau ke kantor-kantor dinas. ”Kalau lewat SMS, lebih mudah. Efesien dan langsung ada tanggapannya,” kata Awang (41), warga Bengkong yang pernah mengirim SMS aduan ke nomor pengaduan 0811770530.

Selain meluncurkan kotak saran itu, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan juga mengeluarkan dua nomor pengaduan. Yakni nomor 0811770530 dan nomor 081536071888. Dengan mengirim pesan singkat elektronik (SMS), warga tak perlu takut ketahuan orang lain telah mengadukan sesuatu ke wali kota.

Inilah yang mungkin membuat kotak saran seperti kesepian. Buktinya, setiap bulan rata-rata ada 100 SMS yang masuk ke nomor pengaduan yang disediakan wali kota itu. Dan hampir separuhnya berisi pengaduan.

Menurut Indra Sufian bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan Badan Kominfo Kota Batam, dari 100 SMS yang masuk, 5 persen berisi ucapan selamat, 30 persen berisi informasi dan saran, 50 persen berisi pengaduan dan 5 persen lainnya masuk kategori lain-lain.

”Nomor pengaduan itu langsung berhubungan dengan lantai V, dengan Pak Dahlan langsung. Beliau yang langsung menjawab. Ada sekitar 90 persen SMS masuk, dibalas beliau,” kata Indra.

Banyaknya pengaduan lewat SMS, menjadi bukti bahwa warga Batam lebih memilih SMS dari pada mengadu lewat surat. Bukti lain, layanan interaktif yang disediakan media, seperti halaman Batam Beres di koran ini misalnya, setiap hari berisi SMS pengaduan warga tentang pelayanan instansi pemerintah di Batam. Bandingkan, dengan kotak-kotak saran yang dibalut debu itu.*****

2 responses to “Sepinya Kotak Pengaduan

  1. pak dahlan yang saya hormati tolong dong SD 08 sungai harapan sekupang ditindak lanjuti,karena kepala sekolah membebankan pembangunan kantin ke murid dengan menarik uang penbangunan kantin sebesar Rp 150.000,.rupiah perkepala,dan kalau orang tua belum bisa bayar, raport murit ditahan dan tidak diserahkan,apa ini tidak akan menggangu mental murid karena kebanyakan yang sekolah di negeri itu pada umumnya orang tuanya adalah buruh pabrik ,gimana ini pak pada siapa lagi kami mengadu kalau bukan kepada bapak yang seorang peminpin yang amanah

  2. pak dahlan yg saya hormati saya ingin tanya apa boleh sebuah perusahaan yg sebesar dept.store sunboss memberi gaji dibawah umk dan melarang karyawannya sholat selama jam kerja, tolong di bantu pak, karna ini sangat merugikan para pekerja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s