Pulau Puteri, Pulau Terluar Batam

di ujung indonesia
Tak setenar pulau Nipa, pulau Puteri termasuk salah satu pulau terluar Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura. Pulau ini bentuknya memanjang kira-kira sepanjang 199 meter dengan garis tengahnya tak lebih dari 50 meter. Setiap akhir pekan sering dikunjungi wisatawan lokal. Konon, pulau ini sering meminta tumbal pemuda lajang.
******
Bayang-bayang gedung pencakar langit Singapura terlihat samar. Langit yang berawan, Minggu (8/6) pagi, membuat lekuk-lekuk bangunan itu tak bisa dilihat jelas dari kejauhan 12 mil di pulau Puteri, Nongsa. Tapi, berdiri di bibir pantai pulau Puteri, kita bisa tetap menikmati aroma perbatasan yang kental.

Gedung pencakar langit di seberang timur tampak gagah menantang. Sementara di sebelah barat, rumah-rumah panggung dan semi permanen di bibir pantai Nongsa seperti lemah berdiri. Dua pemandangan yang kontras itu bisa kita nikmati di satu pijakan, di pulau Puteri.

Sebagai pulau terluar, pulau Puteri dikokohkan keberadaannya dengan berdirinya sebuah tugu setinggi 160 centimeter di gugusan pasir pulau Puteri, sejak setahun lalu. Di tugu itu, terpahat lambang negara garuda pancasila. Di bawah lambang itu, tertulis Negara Kesatuan RI, Pulau Nongsa dan koordinat 01 derajat 12′ 29″ Lintang Utara dan 104 derajat 04′ 47″ Bujur Timur.

Di pulau Puteri juga terpacak instalasi menara suar di bawah pengawasan Distrik Navigasi Klas I Tanjungpinang, Dirjen Perhubungan Laut. Mercusuar yang menyala di lantai paling atas menara suar itu berfungsi menuntun kapal-kapal agar tak kandas atau menabrak gugusan karang di sekitar pulau tersebut.

Menurut Ismanto, salah seorang penjaga menara suar, mercusuar di pulau Puteri menyala otomatis begitu senja datang. ”Sekarang pakai tenaga surya. Sehingga tak perlu pakai genset lagi,” kata Ismanto yang sudah lima tahun di sana.

Menurut Ismanto, ada empat penjaga lain yang tinggal di pulau itu. Mereka menempati empat rumah dinas yang letaknya berdempetan. ”Pimpinan kami, Pak Ucok Harahap lagi ke Tanjungpinang. Jadi, saya tak bisa cerita banyak soal petugas jaga di sini,” ujarnya.

Selama berjaga lima tahun di sana, kata Ismanto, mendapatkan air bersih termasuk yang paling sulit. Tanah berpasir dan berkarang di pulau Puteri, tak memungkinkan mendapatkan air tawar. Sehingga, satu-satunya jalan mendapatkan air bersih adalah dari menampung air hujan.

”Air hujan diendapkan dulu, baru dimasak. Tapi, selama bertahun-tahun di sini, kami tak pernah kehabisan air,” tukasnya.

Tapi, jangan membayangkan pulau terluar itu sebagai pulau kosong yang hanya berisi para pengawas atau penjaga. Jauh sebelum ada menara dan tugu, pulau Puteri sudah 20-an tahun dijamah warga Nongsa. Bahkan, di sana kita bisa membeli mie goreng dan menikmati es kelapa.
tetangga Singapura fotonya Noel
Rohana (40-an) warga Kavling Nongsa, termasuk yang sudah berjualan selama 21 tahun di pulau Puteri. Ia berjualan mie rebus dan goreng, soft drink, es kelapa muda dan beragam makanan ringan lainnya. Rita anaknya, juga sudah belasan tahun mengikuti jejak Rohana.

Sekitar tahun 1987 silam, kata Rohana, awalnya ia hanyalah pedagang makanan yang biasa berjualan di Batam View. Kemudian, atas ajakan pimpinan Batam View, ia diminta jualan di pulau Puteri. ”Jualan saya waktu itu macam-macam. Ada gado-gado, rujak, bakso dan lainnya,” tuturnya.

Turis-turis asing, seperti dari Eropa, Jepang dan Korea, katanya, termasuk yang pertama menjejakkan kaki di pulau Puteri. Mereka berenang dan camping di pulau itu. ”Turis Jepang dan Korea, mau makan rujak dan gado-gado,” katanya.

Tapi itu dulu, katanya. Sekarang, kondisi pulau Puteri sudah banyak berubah. Pasir putih yang menghampar di garis pantai pulau Puteri, sudah berganti pasir kuning bercampur bebatuan kecil. Abrasi yang menyerang pulau, membuat karang-karang naik ke permukaan menutupi pasir putihnya.

Pulau Puteri, juga kerap mendapatkan kiriman minyak hitam. Di sekitar pantai, bekas minyak hitam itu masih lengket di bebatuan. Jika dicium, bau minyak masih kuat menyengat.

Tapi, keindahan pulau Puteri masih bisa kita nikmati. Bagi mereka yang ingin menikmati pantai, sekaligus mencari suasana luar negeri di seberang timur, bisa mengunjungi pulau Puteri. Jejeran kapal tanker di selat Malaka, menguatkan kesan kita benar-benar berada di perbatasan dengan negara lain.

”Biasanya, sebulan sekali ada yang camping di sini. Kalau Sabtu-Minggu, juga ramai meski sudah tak seperti dulu lagi,” tukas Rohana.

Untuk menuju pulau tersebut, kita bisa menumpang pompong atau perahu mesin tempel dari pantai Nongsa. Jika berombongan, ongkosnya Rp10 ribu pergi-pulang. Pompong itu, juga bisa dicarter untuk mengelilingi pulau Puteri atau menikmati gedung-gedung pencakar langit Singapura dari kejauhan.

Hatta (45) warga Nongsa, termasuk seorang penambang pancung yang sudah puluhan tahun menyeberangkan orang ke pulau Puteri. Kalau dulu di tahun 80-an, katanya, ia berani masuk ke perairan Singapura, sekarang ia tak berani lagi. ”Takut dikira penyelundup,” tukasnya.

Di balik lokasinya yang berada di pulau terluar, pulau Puteri punya legenda. Konon, pulau itu dijaga oleh seorang puteri cantik sehingga namanya pulau Puteri. Di saat-saat tertentu, puteri itu sering meminta tumbal seorang perjaka. ”Sudah enam pemuda yang tenggelam di sini,” kata Rohana.

Penunggu pulau Puteri, kata Rohana, hanya mengambil pemuda lajang. Tak pernah ada kejadian, perempuan menjadi korban keganasan ombak pulau Puteri. ”Dulu pernah ada sepasang kekasih berenang di sini. Mereka hanyut. Tapi, yang perempuan bisa ditolong yang laki-laki hilang selama dua hari,” katanya.

Kejadian-kejadian seperti itu, kata Rohana, menguatkan dugaan soal kebenaran legenda tersebut. ”Makanya, kalau masih perjaka hati-hati berenang di sini. Jangan jauh-jauh,” ujarnya.****

4 responses to “Pulau Puteri, Pulau Terluar Batam

  1. Pingback: Outbound to Pulau Putri | axing's blog

  2. tumbalnya seorang lajang itu bener ngak sich…
    khan kita jadi takut kalo bawa temen 2 kita yg cowok…
    butuh waktu brpa lma dr nongsa k pulau putrinya…

    thanks infonya…

  3. kalo bwa bencong kay mana pula tu crtanya…hahahahahhaah

  4. bener sekali, pulau putri tu angker…?! aku dan cwokku liburan ke pulau putri, kami berdua berenang bersama-sama…!? tiba2 aja ombak besar membuat aku dan cwokku tdk bisa berbuat apa2…?! tp syukurlah aku dan cwokku tdk knpa2 biarpun air laut sdh bnyk masuk ke terggorokan…?! yg penting nyawa kami berdua terselamatkn…?! klu saranku sih bagi yg punya pasangan ngk usah deh dtng ke pulau putri…?! sereeeeemm…?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s