Mobil Kecelakaan

mobil-mobil parkir di BatammSetiap bulan, rata-rata lebih dari sepuluh kecelakaan terjadi di jalan raya. Korban meninggal, hingga akhir Agustus lalu mencapai 40 orang. Banyak di antara para pemilik mobil yang bertabrakan, tak mengambil lagi mobilnya di Poltabes Barelang. Seiring berlalunya waktu, puluhan mobil itu menumpuk dan menjadi rongsokan besi tua.
******
Sebuah cover kaset original sountrack film Heart tergeletak di jok depan Isuzu Panther warna merah yang terparkir di antara tumpukan mobil-mobil bekas kecelakaan di samping Mapoltabes Barelang. Tak ada barang lain di dalam mobil itu, selain pecahan kaca dan bekas tape mobil yang dibongkar.

Cover itu menjadi saksi bisu kecelakaan mobil bernomor BM 1019 HB itu. Sekaligus memberi tanda bahwa Isuzu Panther itu setidaknya baru mengalami kecelakaan di rentang waktu empat bulan terakhir ini, sesuai dengan jadwal peluncuran film Heart, pertengahan April silam.

Isuzu Panther itu sendiri sudah rusak dan ringsek di sana-sini. Kaca depan sudah tak ada lagi. Begitu juga di bagian samping dan belakang. Ceceran pecahan kaca terlihat di bagian pintu dan jendela mobil. Lampu mobil juga sudah pecah dan sebagian sudah tak utuh lagi. Ban bagian belakang pecah. Velg-nya juga bernasib sama.

Tak jauh dari Panther itu, sebuah taksi berplat kuning juga bernasib sama. Sebagian body mobil sudah berkarat dan mesinnya juga aus terkena hujan dan panas. Hampir tak ada lagi bagian yang bisa difungsikan pada taksi itu, selain harus rela disebut sebagai besi tua.

Masih ada sekitar 20 mobil lain yang berjejer mengelilingi taksi dan Panther itu. Rata-rata mobil-mobil itu sudah berkarat dimakan waktu. Ada metro trans, mini bus, pick up dan mini bus.

Di tengah-tengah lapangan terbuka itu, masih ada tumpukan mobil lain yang tak terhitung karena bertumpuk saling tindih. Rata-rata mobil-mobil itu tinggal rangkanya, karena bertahun-tahun tak lagi diambil pemiliknya.

Mobil-mobil yang kini sudah menjadi besi tua itu merupakan mobil-mobil yang pernah mengalami kecelakaan lalu lintas atau pernah menabrak pengendara lain. Hingga bertahun-tahun mobil itu tak diambil pemiliknya, hingga terbengkalai. Dan lambat laun, menjadi rongsokan besi tua.

”Mobil itu sampai berkarat, karena tak diambil pemiliknya. Saya tak tahu pasti, apa alasan mereka hingga membiarkan mobilnya begitu saja. Saya menduga pemiliknya tak mengambilnya, karena tak mau berurusan lagi dengan pihak lain atau yang pernah ditabrak mereka,” kata Kanit Lakalantas Sat Lantas Poltabes Barelang AKP Yerlisaf, saat ditanya tentang tumpukan mobil itu, Kamis (5/10).

Yerlisaf mengungkapkan, semua peristiwa lakalantas, apalagi menyebabkan hilangnya nyawa seseorang pasti diproses lebih lanjut hingga ke pengadilan. Berbeda dengan sepeda motor yang biasa dihadirkan di persidangan, barang bukti berupa mobil yang rusak berat biasanya hanya fotonya yang diperlihatkan.

”Itu juga karena kita tahu, tempat kejaksaan terbatas. Hingga untuk mobil, hanya fotonya saja yang diperlihatkan. Bertahun-tahun kadang mobil-mobil bekas lakalantas itu tak diambil pemiliknya, hingga terus berkarat. Jadi bertumpuk di sana,” ujarnya.

Ada juga kalangan tertentu yang mempercayai bahwa mobil yang pernah kecelakaan akan membawa sial bagi pemiliknya. Hingga membuat mereka tak mau lagi menggunakan mobil bekas lakalantas.

Pernah ada orang yang datang kepadanya, kata Yerlisaf, hendak membeli mobil-mobil itu sebagai besi tua. Namun ia tolak, karena mobil itu bukan miliknya.*****

One response to “Mobil Kecelakaan

  1. mari kita memandu dengan berhemah..dan bertimbang rasa… patuhi had laju yang telah ditetapkan..ingat juga dengan terbunuhnya si kecelakaan kita telah menjadi pembunuh tanpa disengajakan,, berapa ekor unta da perlu kita balaskan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s