31 Juli

Di halaman belakang rumah itu, kita berangkulan. Cahaya matahari yang menyengat, tak kita hiraukan. Aku dan dirimu menyatu dalam satu rasa. Rasa takut akan perpisahan.

Pelukmu erat mendekapku. ”Kapan lagi, kita akan bertemu?” tanyamu. ”Tiga tahun lagi,” jawabku.

Sekarang, kenangan itu sudah lewat lima tahun lalu. Tanggal 31 Juli 2003 itu, kamu memelukku tak ingin lepas. Kutinggalkan dirimu. Aku ke Batam dan saat kembali segalanya tak lagi sama.

Aku memenuhi janjiku. Tiga tahun, atau dua tahun yang lalu, aku kembali. Namun, segalanya sungguh berbeda. Ada tembok besar yang menghadang. Senyummu sama sekali tak mengembang, saat kutemui dirimu. ”Kita telah berubah,” kata-kata itu kita ucapkan bersama di dalam hati.

Sudah lewat lima tahun, memang. Namun, aku menyimpan kenangan itu. Tulisan ini, sebagai sebuah simpul yang mungkin tak bakal putus. Tapi, simpul itu tak perlu kita gunakan lagi.****

One response to “31 Juli

  1. wakaka….aku baru tahu satau sisi ini di dirimu Bang…Ternyata oh ternyata…ehem..ehem…jangan diingat kisah itu lagi. Sekuat apapun simpul, kalau tak terjaga, lapuk juga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s