Mari Bergotong Royong

Panas matahari menyengat kepala. Di antara para sahabatnya, Muhammad, nabi dan raja itu bermandi keringat. Tangannya kekar memegang palu besar memecah batu-batu. Di tahun ke lima Hijriah itu, Muhammad ikut bergotong royong membuat parit sebagai persiapan menyambut perang khandak.

Pinggangnya ia ikat kencang. Ketulan batu ia pasang di perutnya untuk menahan rasa lapar yang sangat. Muhammad tercinta itu sungguh tak berpangku tangan. Ia terjun sendiri, mengangkut tanah dan batu serta rela membiarkan tangan dan kakinya lecet-lecet.

Peristiwa yang saya ingat dari cerita guru-guru saya itu, saya ingat kembali kemarin. Minggu (3/8) pagi itu, Pemko Batam mencanangkan aksi gotong royong membersihkan Batam. Acaranya digelar serentak di 12 kecamatan dan pusat kegiatannya di lapangan Tanjungriau.

Banyak prosesi harus dilalui sebelum warga bersiap bersih-bersih. Ada upacara yang dihadiri seluruh pejabat Pemko Batam, termasuk Wali Kota Ahmad Dahlan dan wakilnya Ria Saptarika. Dahlan memuji Kadis Kebersihan dan Pertamanan Azwan yang bersemangat. ”Andai orang Batam semangatnya seperti Pak Azwan, Batam pasti bersih,” katanya.

Usai upacara, Wali Kota menyempatkan waktu wawancara dengan wartawan. Ia bilang, akan membudayakan gotong royong agar Batam bersih. Tak lupa, ia sebentar jalan kaki melihat warganya yang bergotong royong.

Inilah yang membuat saya bergetar. Saya tak banyak wawancara dengan Wali Kota itu. Saya terkenang perang khandak itu. Andai Dahlan mau memegang cangkul itu, andai ia mau menceburkan dirinya ke selokan yang kotor, andai ia mau memegang sapu lidi itu.

Dahlan memilih hanya melihat-lihat. Dan pejabat yang lain pun melakukan hal yang sama. Usai upacara, mereka pulang. Ada juga yang memilih menikmati masakan sea food di Tanjungriau yang terkenal lezatnya.

Ironi, ya. Tapi, biarlah seperti itu. Pejabat kita bisa sakit kalau memegang cangkul. Bisa-bisa Batam tak terurus. Kalau pejabatnya sakit, nanti pembuatan KTP bisa-bisa selesai satu tahun. Kalau pejabatnya sakit, mereka bisa-bisa tak bisa jalan-jalan. Sea food yang lezat itu, bisa jadi tak enak dinikmati kalau mereka sakit.****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s