Sandal kok Dipotong

”Om, sandalnya kok dipotong. Kan jelek? Pertanyaan itu meluncur dari seorang bocah berumur kira-kira enam tahun, Rabu (27/8) sore.

Ia kaget melihat jejeran sandal jepit di musalla tempat saya bekerja dipotong di bagian ujungnya. Dari pakaian sekolah TK yang ia kenakan, saya tahu anak itu bukan berasal dari keluarga muslim.

Saya yang sedang memakai sepatu habis solat, tertegun. Saya tak menjawab, cuma tersenyum saja. Bocah itu melintasi musalla saat ikut ibunya ke toilet yang letaknya berdekatan dengan musalla.

Terpikir olehku untuk apa sandal itu dipotong. ”Agar tak hilang,” kata seorang teman.

Tentu saja banyak kejadian sandal hilang di musalla sebelumnya sehingga manajemen merasa perlu harus memotong sandal dan menandainya agar tak hilang dicuri orang. Ya, sebegitukah sikap kita, sehingga sandal di tempat ibadah pun hilang.

Solat, saya ingat diperintahkan agar kita ini terhindari dari perbuatan jahat, perbuatan negatif. Baik dijahati orang, ataupun jahat terhadap orang lain. Kita solat, termasuk agar tak mencuri sandal. Tapi, kenapa sandal-sandal di musalla itu harus dipotong?

Saya tak ingin menjawab pertanyaan itu. Biar kita sayembarakan saja, kata bosku, mengapa itu terjadi?****

One response to “Sandal kok Dipotong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s