Puasa dan Pemulung

TPA Punggur Difoto Iman

TPA Punggur Difoto Iman

Besok, Ramadan bulan penuh rahmat itu datang lagi. Banyak yang menunggu bulan ini, tapi ada juga teman dan saudara-saudara kita yang tak bisa menjalankan puasa, karena kondisi mereka. Seperti para pemulung di TPA Punggur misalnya. Dua tahun lalu, saat saya ke sana, banyak yang tak puasa karena mengaku tak tahan menahan bau.

Rintik hujan seperti jatuh satu-satu dari langit, saat sekelompok pemulung memilah setumpuk sampah rumah tangga yang baru dikeluarkan dari sebuah truk pengangkut sampah di TPA Punggur, Rabu (27/9) pagi. Sampah-sampah di dalam plastik itu dikeluarkan, kemudian plastik pembungkusnya dimasukkan ke dalam keranjang sampah yang dipanggul di punggung mereka.

Bau busuk menyebar, menebarkan aroma khas yang bisa membuat keluar isi perut. Ribuan lalat berterbangan, hinggap dari satu tumpukan sampah ke benda-benda lain di dekatnya. Beberapa meter di atas ratusan pemulung yang sibuk memilah-milah sampah itu, sekelompok burung walet terbang rendah.

Dalam waktu sekitar lima menit, plastik-plastik dalam tumpukan sampah itu sudah habis berpindah ke dalam keranjang. Truk lainnya kemudian bergantian membuang isinya. Tanpa perlu dikomando, pemulung-pemulung itu langsung mengalihkan perhatiannya pada isi truk yang baru dibuang itu.

Hujan tiba-tiba turun deras, membuyarkan pemulung-pemulung itu. Mereka berlarian, berteduh. Beberapa di antara mereka kemudian berhenti untuk istirahat. Menyedot sebatang rokok yang mereka sisipkan di atas daun telinga mereka. Kelompok lainnya, istirahat di sebuah warung yang menyediakan kopi dan makanan sederhana.

Di bulan puasa seperti kemarin, tetap berpuasa adalah hal yang sangat sulit. Di samping mereka harus tetap membanting tulang, mereka juga mengaku tidak kuat jika harus berpuasa sambil bekerja di tengah lautan sampah yang menebar bau busuk. ”Baunya itu yang tak tahan. Bagaimana mau puasa, kalau tubuh kita selalu dikerubungi lalat,” ujar Darsum (32) pemulung asal Kerawang yang sudah lima bulan tinggal di kawasan TPA itu.

Alasan Darsum diiyakan oleh pemulung-pemulung yang lain. Hampir sejauh mata memandang, kita akan melihat orang-orang menyedot sebatang rokok di TPA Punggur itu. Tak hanya pemulung, para supir truk pengangkut sampahpun menikmatinya.

Di antara bau sampah dan rekan-rekannya yang tak berpuasa, Tarji (27) seperti tak terganggu. Pemuda lajang yang sudah lima tahun menjadi pemulung itu, tetap bekerja sambil berpuasa. ”Insya Allah saya masih berpuasa. Sudah tiga hari ini, saya tetap puasa meski bekerja di sini. Bagi saya bau sampah itu sudah bagai makanan sehari-hari. Yang penting niatnya,” ujar pemuda yang juga berasal dari Kerawang itu.

Tahun lalu, kata Tarji, ia pernah dua hari tak puasa karena muntah. Ia yang siang itu mencoba bertahan, akhirnya tak kuat juga menahan bau sampah yang menyengat hidung itu. Ia mual lalu muntah-muntah. ”Sekarang saya niat puasa sebulan penuh,” tukasnya.

Di luar urusan berpuasa, para pemulung itu juga dihadapkan pada timbulnya beragam penyakit akibat hidup di tengah-tengah sampah. Penyakit infeksi saluran pernafasan, seperti sudah akrab dengan para pemulung itu. Anak-anak mereka juga menjadi korban. ”Kalau itu sudah biasa. Dua anak saya sudah pernah kena penyakit saluran pernafasan. Itu resiko pekerjaan saya. Karena keluarga juga tinggal di lokasi ini (TPA,red),” tukas Darsum.

Rata-rata para pemulung itu tak mempunyai ijazah pendidikan formal. Mereka bergelut dengan sampah demi sesuap nasi. Dalam sehari, mereka rata-rata hanya bisa mengumpulkan uang Rp15 ribu. ”Sekarang susah. Kami malah harus ngebon dulu, kalau mau makan. Makannya pun harus sederhana, harus pintar-pintar,” kata Darsum.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s