Bujangan Palsu—Sisi Lain Batam

Aksi mengaku-ngaku bujangan agar bisa memperdaya cewek, rupanya masih manjur untuk dilakukan. Don (nama samaran) warga Sekupang ini mengaku masih perjaka pada Melati, sebut saja begitu, seorang karyawan di sebuah perusahaan di Mukakuning.

Sehingga Melati terpikat. Tak hanya cinta yang ia serahkan. Tubuh moleknya juga ia serahkan bulat-bulat. Bermalam-malam, Don dan Melati bergumul dalam selimut. Melati akhirnya hamil tujuh bulan.

Kepada Don, ia minta dikawini. ”Mana janjimu,” kira-kira itulah yang diucapkan Melati kepada Don. Don tak menjawab. Ia meminta maaf. Ehh, rupanya Don tak mau menikahi Melati. ”Saya sudah punya isteri, say.” Kata-kata itu meluncur ringan dari mulut Don.

Melati tentu tak terima. Tangisnya pecah. Ia memukul-mukul dada Don. Sambil tetap meratap, ia berlari pulang ke rumah familinya. Di sana ia mengaku telah diperdaya Don. Akhirnya, dengan diantar keluarganya, Melati melaporkan Don ke Poltabes Barelang.

Awal pertemuan Don dan Melati terjadi pertengahan 2005 silam di Panbil Mall Mukakuning. Saat itu, Don langsung jatuh hati begitu melihat Melati berjalan seorang diri di Panbil Mall.

Jurus rayuan maut pun dilancarkan Don. ”Matamu seperti cahaya bulan itu. Hangat dan menyejukkan hati,” kata Don. ”Abang gombal. Paling-paling sudah punya isteri,” timpal Melati. ”Sumpah, Abang bujangan,’ tegas Don.

Akhirnya, rayuan Don menancap dalam di jantung Melati. Saban malam Minggu, Don tak lupa mengapeli Melati di Dormitori Mukakuning. Melati akhirnya hamil. Sebuah kehamilan yang menurut Melati berarti menikah dengan lelaki pujaan. Mimpi indah hidup bersama Don pun hadir di malam-malam Melati.

Namun hasrat Melati yang baru berumur 21 tahun itu kandas. Don yang ia kenal sebagai pria manis itu, ternyata bujangan palsu. Sudahlah beristeri, punya tiga anak lagi. Nasibmu, Melati.*****

2 responses to “Bujangan Palsu—Sisi Lain Batam

  1. Pingback: Bujangan Palsu—Sisi Lain Batam | Blog Batam Digital Island

  2. bila iman sudah tanggal..apa yang boleh kukatakan..nysal dan nyesallah..nauzu billa hi minzalik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s