1,5 Bulan untuk KTP SIAK

KTP indonesiaAwalnya, saya tak bermaksud memperpanjang KTP. KTP-ku baru habis nanti di 2009. KTP isterikulah yang sudah mati, hingga saya terlibat juga dalam aksi membuat KTP ini.

Perjalanan dimulai dengan membuat surat pengantar ke rumah pak RT di Kartini III. Kemudian berlanjut meminta stempel ke rumah pak RW di Kartini V. Surat pengantar itu untuk keperluan membuat KTP perpanjangan dan KK SIAK. Semuanya diurus isteri, karena saya benar-benar tak ingin membuat KTP SIAK.

Senin (4/11), isteriku ke kantor lurah di Seiharapan. Sepuluh menit di sana, ia kembali lagi. Ia meminta saya ikut menyertakan KTP dan ijazah serta surat akta lahir. Saya pikir untuk persyaratan membuat KK.

Karena ia harus cepat masuk kerja, saya menggantikan dia mengurusnya. Ternyata, petugas kelurahan langsung memasang nama dan foto saya di form pembuatan KTP, lalu isteri di bawahnya. Saya kaget, kok tiba-tiba saya jadi ngurus KTP. Tapi, saya tak mengungkapkan itu. Saya pikir, tak ada ruginya bagi saya ikut membuat KTP. Biar sama-sama memiliki KTP SIAK.

Dari kantor lurah, saya ke kantor camat, Rabu (6/11) tadi. Di loket permohonan, seorang warga terlihat hendak mengambil KTP-nya. ”Pak saya mau ngambil KTP,” katanya sambil menyodorkan sebuah form.

”Oh, belum selesai pak,” kata petugas loket, seorang laki-laki. ”Tapi, saya sudah lama buatnya. Bulan September,” tukas warga tadi. ”Yang selesai permohonan sebelum September, pak. Baru yang Agustus yang selesai,” tutur petugas tadi itu.

Karena saya harus memasukkan permohonan, saya tinggalkan percakapan tadi. Saya menuju loket sebelah. Seorang petugas perempuan berjilbab menyambut. Ia mengecek semua persyaratan dan menyatakan lengkap. ”Ibunya mana? Ia menanyakan isteri saya.

”Lagi kerja bu,” jawabku. ”Suruh datang ke sini, untuk foto,” katanya.

Saya mengikuti sarannya. Isteriku kuminta datang. Sambil menunggu isteri, saya membaca koran di samping pintu masuk kantor camat. Abdul Malik, Sekcam Sekupang itu terlihat keluar dari ruang sekretariat. Ia menyalamiku.

”Saya lagi bikin KTP. Tinggal foto saja,” tukasku padanya. ”Silakan kalau gitu,” katanya memintaku langsung masuk ke ruang pemotretan. ”Lagi nunggu isteri,” jawabku. Sebentar bersama Malik, ia naik ke atas. Mau ngecek berkas, katanya.

Isteriku datang, ternyata kami tak bisa langsung foto. Masih ada yang perlu difotokopi lagi, rupanya. ”Biayanya Rp5 ribu,” kata petugas berjilbab tadi. Saya menyerahkan uang Rp5 ribu, kembalian dari pembelian map Rp5 ribu juga. Map itu dijual petugas foto kopi di kantor camat, seorang ibu yang sudah berumur.

Tak lebih dari satu menit, prosesi pemotretan selesai. Pak tukang potretnya profesional. Tak perlu lama-lama. ”Sekarang selesai. Ini nomor telepon yang harus bapak hubungi nanti. Telpon ke nomor ini, 1,5 bulan lagi. Mungkin KTP-nya selesai 1,5 bulan lagi. Tapi, jangan lupa telepon dulu,” katanya sambil memberikan bukti pembuatan KTP dan nomor telepon kantor camat Sekupang.

Isteriku rupanya kaget. ”Masa 1,5 bulan. Lama banget,” ujarnya. Saya jadi teringat pada Pak Ria Saptarika. Mudah-mudahan, tak selama itu ya Pak.****

2 responses to “1,5 Bulan untuk KTP SIAK

  1. kalo ga pake duit memang susah kak, apalagi cuma Rp 5.000,-
    lewatlah kita. kemarin ane jg gitu, ane sendiri yang ngurus sampe 1 bulanan lebih. giliran orangtua ane yang ngurus lengkap pake seragam dinas dep. perhubungan siap dengan waktu singkat. jadi lain x klo mw ngurus KTP pake seragam dinas aja kak, atau kalo ga punya pinjem, biar cepet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s