Menampung Orang-orang Bermasalah

deni-salah-satu-orang-gila-yang-dikerangkeng-foto-yusuf-hidayatSudah hampir delapan tahun pesantren Al Fateh berdiri di Nongsa. Selama sewindu pula pesantren ini tak pernah menolak siapapun yang ingin datang ke sana. Mulai dari menampung orang gila, menerima anak broken home sampai tempat para nara pidana datang bertobat. Semuanya gratis.
II
Kepala lelaki itu bergoyang ke kanan ke kiri. Matanya terpejam dengan telunjuk yang terus bergerak. Ia duduk di lantai berkeramik, di bawah pohon ceri yang sudah tak berbuah.

Gerimis yang turun sejak tadi pagi mengguyur sebagian kakinya yang tak beralas. Ia tak peduli. Lelaki itu terus bergoyang, tanpa suara. Roman mukanya murung. Jenggotnya panjang berjuntai, kontras dengan rambutnya yang dipangkas pendek.

Dialah Khaidar, lelaki berumur 27 tahun yang dititipkan orang tuanya di pesantren Al Fateh karena kurang waras. Jiwanya terganggu, suka blusukan ke mana-mana tanpa tujuan. Bahkan, sempat hendak dihajar massa karena dianggap pencuri.

Khaidar sekarang sudah dibiarkan lalu lalang di dalam lokasi pondok. Menurut wakil pimpinan pesantren Al Fateh Sulaiman, ia sudah melewati fase awal terapi orang gila di pesantren itu. Dulunya, Khaidar sempat dikurung selama seminggu, lalu direndam di bak pemandian.

”Ia dititipkan orang tuanya di sini. Mudah-mudahan atas izin Allah ia bisa sembuh,” tuturnya.

Khaidar sudah tak lagi liar. Ia sudah mau mengikuti perintah. Ketika mau diambil gambarnya, Selasa (11/11) kemarin, ia tak memberontak. Ia juga sempat menjawab sejumlah pertanyaan, meski dengan terpatah-patah.

”Dulunya malah ia sama sekali tak bisa bicara,” ujar Sulaiman.

Selain Khaidar, ada sejumlah orang gila lainnya yang dititipkan di Al Fateh. Tiga orang di antaranya masih dikurung, sedangkan satu orang lagi dikerangkeng. Sementara Khaidar dan dua orang lainnya dibiarkan bebas seperti santri-santri normal Al Fateh. Mereka menjalani terapi penyembuhan di pesantren yang dipimpin oleh KH Muhammad Sholehan itu.

Salah satu yang dikurung itu bernama Tarmizi. Ia tinggal di sebuah kurungan kira-kira berukuran dua kali dua meter. Ada kamar mandi di dalam kurungan itu.

Tarmizi ternyata fasih berbahasa inggris. Ia menggunakan tiga bahasa saat berbicara. Salah satu bahasa yang ia ucapkan, diakuinya sebagai bahasa Israil, ibrani. ”Are you malaysian” katanya, berbahasa inggris.

Menurut Sulaiman, orang-orang seperti Khaidar dan Tarmizi rata-rata dibawa orang tua atau keluarganya ke pesantren Al Fateh untuk disembuhkan. Bukan orang gila yang dipungut di jalan-jalan.

”Kami menerima siapapun yang hendak berbuat baik dan ingin sembuh di sini. Siapapun yang ingin bertobat, juga kami terima,” tukasnya.

Al Fateh sama sekali tak meminta bayaran. Semua orang yang dititipkan, baik orang gila, anak-anak broken home ataupun mantan nara pidana yang ingin bertobat sama sekali tak dikenai biaya. Mereka makan seperti apa yang dimakan pengasuhnya dan merasakan apa yang dirasakan pengasuhnya.

Ardi (27) misalnya, mantan nara pidana kasus narkoba itu sudah sebulan lebih mondok di Al Fateh. Ia mengaku ingin bertobat dan sembuh dari kecanduan mengkonsumsi sabu-sabu. Ia mengaji, sekaligus ikut bekerja memperbaiki ruangan-ruangan di pondok yang rusak.

”Saya ke sini karena saat di penjara, dengar kabar pesantren ini bisa menampung orang yang mau bertobat seperti saya,” tukasnya.

Sejumlah bocah bermasalah juga menetap di pesantren ini. Ada yang dititipkan karena orang tuanya bercerai, tak mampu membiayai hidup anaknya atau karena menderita penyakit. Samsul (8) misalnya, menderita autis sejak kecil. Kakinya bengkok menyerupai huruf X.

Samsul berjalan tertatih-tatih saat Batam Pos memotret anak-anak sebayanya mengaji. Ia ingin diambil gambarnya. ”Dia paling berani, paling aktif. Bahkan, kalau kuliah subuh ia maju meraih mikrofon,” kata Sulaiman.****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s