Jangan Komentari Pak Ria

kapan-ya-ktp-siak-sesuai-spmSengaja, tulisan ini berjudul seperti itu. Karena biasanya, setiap kali menulis soal KTP SIAK, Pak Ria pasti mengomentarinya. Bukan apa-apa. Saya hanya tak enak hati. Takut dianggap nulis ini untuk kepentingan pribadi.

Tak enak hati, juga bukan karena hubungan saya dengan Pak Ria dekat, bukan. Secara emosional, hubungan kami tak mendalam. Saya tak enak hati, karena saya orang yang mendukung Pak Ria dalam pelaksanaan KTP SIAK ini. Saya sering tak mau ”mengutip” jika ada anggota Dewan yang bicara miring soal KTP SIAK. Karena saya tahu, Pak Ria bekerja keras untuk memberikan pelayanan optimal buat masyarakat, khususnya dalam pembuatan KTP SIAK.

Kamis (27/11) pagi tadi, saya sengaja kembali datang ke kantor camat Sekupang, untuk menanyakan soal KTP-ku yang sudah tiga minggu diproses. Minggu lalu, saya sudah datang ke sana. KTP belum selesai, sehingga saya terpaksa mengirim SMS pada Pak Camat, minta tolong agar KTP saya dicetak.

Bukan apa-apa, menurut Bu Camat Lubukbaja, kalau hanya cetak KTP saja, lima hari setelah berkas dimasukkan, KTP sudah bisa dicetak. Sementara berkas permohonan KTP saya, sudah lebih dua minggu. Jawaban Pak Camat menyejukkan hati. Ia meminta saya menemui Bu Rahmini. Saya naik ke lantai dua. Di sana, Bu Rahmini sedang bersimpuh di lantai menghadapi tumpukan kertas. Kepadanya, kubilang saya diminta menemui dia oleh Pak Camat.

”Mana surat acc dari Pak Camat.” Ia minta surat sakti. Saya tunjukkan SMS tadi. Lalu saya dimintanya memfoto kopi form pengambilan KTP yang sejak dua pekan lalu diberikan pegawai kecamatan sebagai bukti berkas saya sudah lengkap.

”Seminggu lagi datang ya,” katanya. SMS Pak Camat yang sakti itu, ternyata maknanya saya harus menunggu seminggu. Seminggu lagi berarti, KTP saya selesai dalam tiga minggu. Masih cukup beruntung jika dibandingkan dengan KTP ratusan warga lain yang sampai menunggu berbulan-bulan.

Tapi tadi, janji agar KTP saya selesai dalam tiga minggu tak terealisasi juga. SMS Pak Camat ternyata tak sakti juga. Saya tanya, katanya KTP saya belum selesai. Saya pun mencoba menemui Bu Rahmini lagi, tapi sayang ia sedang tak di tempat. ”Kalau sudah sama Bu Rahmini, mintanya sama Bu Rahmini,” kata salah seorang pegawai kecamatan.

Saat lagi menunggu Bu Rahmini, sejumlah warga protes di ruang pelayanan. Seorang ibu warga Patam Lestari protes, karena anaknya yang laki-laki ditulis sebagai perempuan di KTP-nya. Lalu, seorang Warga Tiban Indah protes karena umurnya jadi tua enam tahun.

Di tengah-tengah protes itu, seorang pegawai laki-laki datang menemui dua kawannya yang melayani warga. Dia diminta membantu karena warga yang ada saat itu lumayan banyak, ada tujuh orang. Namun, pegawai laki-laki tadi tak mau.

”Saya solat dulu. Nanti aja habis solat,” katanya. Temannya menjawab, ”mentingin solat atau melayani masyarakat,” tanyanya. ”Solat itu penting,” tukasnya, sambil pergi meninggalkan tujuh warga yang melongo. ”Ya, solat memang penting,” kata temannya menyerah.

Jadi tinggallah dua orang tadi yang melayani warga. Saya menulis kejadian soal solat dan melayani masyarakat, bukan untuk membandingkan mana yang lebih penting solat atau melayani masyarakat. Ini hanya untuk menggambarkan tak adanya sense of crisis di hati pegawai laki-laki tadi. Masyarakat yang sudah menunggu sejak pagi, tentu saja menganggap solat itu penting sama seperti pegawai tadi. Tapi mereka terpaksa tak segera solat karena urusan menanyakan KTP mereka belum selesai.

Saya jadi berpikir, kapan standar pelayanan pembuatan KTP yang hanya dua minggu selesai itu bisa terealisasi di Batam. Ini bukan hanya untuk masyarakat, tapi juga buat citra Pak Ria sendiri. Jadi, jangan komentari tulisan ini Pak Ria.****

One response to “Jangan Komentari Pak Ria

  1. Selain Pak Ria Boleh kah Bang? ..

    Tentang 2 minggu itu mudah2an saja terealisasi.. boleh abang buka2 ide2 tentang itu di http://lab.humasbatam.com .. itu laboratori IT humas dan isinya ide dan realese candidate program. Semoga aja terlaksana. )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s