Air Baku Batam Tercemar Sabun dan Tinja

dam-duriangkang-mancing1-fyusuf1Sinar matahari menyengat. Sabtu siang lalu, dari pinggir jalan raya di Jalan S Parman, Tanjungpiayu, empat pemancing menerobos masuk ke kawasan Dam Duriangkang melewati kawat besi yang sudah dipotong. Mereka terus berjalan menyusuri rerumputan setinggi paha orang dewasa, hingga ahirnya berhenti di lokasi pemancingan.

Pemandangan itu terjadi hampir setiap hari. Kawat besi yang mengelilingi Dam Duriangkang seperti tak ada artinya. Banyak kawat yang dipotong hingga berlubang. Cukup untuk dimasuki dua atau tiga orang sekaligus.

Rahmat (50-an) penjaga waduk Duriangkang mengaku sering mengingatkan orang-orang yang memancing itu agar tak masuk ke kawasan tersebut. ”Namun banyak yang bandel,” katanya saat ditemui di pos pengawasan di samping WTP Duriangkang.

Di lain waktu, Dedi Arman (28) warga Tanjungpiayu terkaget-kaget saat melihat gerombolan babi berlari di pinggir dam. ”Saya kira apa, rupanya rombongan babi yang lewat,” kata Dedi.
II

Dam Duriangkang adalah salah satu sumber air baku di Batam yang dikelola PT Adhya Tirta Batam (ATB). Seperti dam-dam lainnya, Duriangkang tercemar oleh pembuangan sampah dan limbah rumah tangga serta tinja ternak dan manusia.

Sumber air baku itu harus diamankan. Tak boleh ada pencemaran yang bisa merusak kualitas air. Harga yang harus dibayar sangat mahal. Karena proses air baku menjadi air bersih masih sangat panjang. Semakin tercemar sumber air bakunya, semakin tinggi ongkos produksinya agar memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dam Duriangkang ternyata menjadi tempat pembuangan akhir sejumlah limbah dari sejumlah perumahan. Seperti perumahan di Kawasan Mukakuning dan Batam Centre, air buangan rumah-rumah itu masuk ke dalam dam ini.

Belum lagi adanya sejumlah titik peternakan di kawasan ini. Banyak warga yang terkaget-kaget ketika tiba-tiba mendapati rombongan babi yang berlari menunduk. Kawasan Dam Duriangkang juga tak terbebas dari aktifitas mandi dan memancing. Sesuatu yang seharusnya tak boleh dilakukan di sumber air baku.

Meski begitu, ternyata Dam Duriangkang bukanlah dam yang tingkat pencemarannya tinggi dibandingkan dam-dam lain yang airnya diolah ATB. Menurut Manajer Humas ATB Adang Gumilar, dari enam dam yang airnya digunakan ATB, Dam Baloi termasuk yang paling tinggi tingkat pencemarannya. Dam ini menjadi pembuangan sampah seperti sabun, deterjen, minyak goreng serta tinja manusia dan binatang.

Jika dirunut dari dam yang airnya paling jelek kualitasnya, setelah Dam Balioi, Dam Seiharapan jadi nomor dua. Menyusul kemudian, Dam Mukakuning, Seiladi, Duriangkang dan Nongsa.

”Dam di Nongsa yang paling bagus kualitas airnya. Bisa dibilang di sana tak ada pencemaran sama sekali,” katanya.

Saking jeleknya kualitas air Dam Baloi, katanya, ATB sampai mengurangi produksinya di dam yang berada di kawasan yang pernah disidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. ”Dari 60 liter per detik, jadi 30 liter per detik,” ujarnya.

Meski kualitas air baku yang diolah ATB makin jelek, kata Adang, tingkat pencemarannya masih di bawah ambang batas standar WHO. Artinya, untuk saat ini sumber air baku itu masih aman.

”Begitu juga dengan air minum yang disalurkan ATB ke rumah-rumah, aman untuk dikonsumsi. Jangan khawatir,” katanya.

Namun, ya itu tadi. Ongkos produksi ATB ikut naik seiring dengan naiknya tingkat pencemaran. ”Makanya, kami sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan pemerintah, baik itu Otorita Batam, Pemko dan lainnya untuk mengamankan sumber air baku kita. Ini harus dijaga bersama, semua harus peduli,” katanya.

II

Ongkos pembersihan Dam Duriangkang dan kawasan lain yang mencemari air minum di Batam memang sangat mahal. Rabu, kemarin, Tim Terpadu Kota Batam menggusur peternakan babi di kawasan Bandara. Kawasan ini jadi prioritas, selain limbahnya juga mengalir ke Duriangkang, lalu lintas penerbangan juga terganggu oleh lalu lalang babi liar.

Namun, proses penggusuran itu sungguh tak mudah. Ada ratusan nyawa yang bergantung pada ternak babi itu. Maka terjadilah perlawanan. Warga menghadang petugas. Meneriaki dan memaki mereka. Mereka tak rela digusur, meski beternak di tempat ilegal.****

One response to “Air Baku Batam Tercemar Sabun dan Tinja

  1. bukan hanya itu, kadang pembuangan limbanh dari INUDUSTRI batamindo juga mengalir ke dalam dam duriangkang secara berkala,coba tungguin aja di aparit pintu 4 batamindo disitu terkadang entah sebulan suatu saat pasti ada aliran air berwarna coklat kehitaman masuk ke dalam dam tsb .sebagai warga yang merasa peduli dan ikut bertanggungf jwb kebersihan dam saya berharap pihak terkait segera menindak lanjuti hal ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s