14 Tahun Jadi Jagal Sapi

ishak yusuf saat hendak menyembelih sapi

ishak yusuf saat hendak menyembelih sapi

Namanya Ishak Yusuf (58) warga perumahan Centre Park, Batam Centre. Ia sudah 14 tahun menjadi tukang jagal hewan kurban, termasuk dalam perayaan Hari Raya Idul Adha, kemarin.
IIII
Sinar matahari pagi terasa hangat di kulit, Selasa (9/12). Ishak Yusuf telihat bersama sejumlah pria mengelilingi sapi yang hendak disembelih di sisi kiri Masjid Raya Batam. Pagi itu, panitia Masjid Raya memotong sapi dan kambing yang khusus didistribusikan ke pulau-pulau dan lembaga pemasyarakatan.

”Ayo tarik lima orang,” kata Ishak memberi aba-aba. Seketika sapi yang hendak disembelih pagi itu, kurban dari keluarga Mambang Mit, Wagub Riau, roboh ke lantai.

Lalu, setelah memastikan posisi yang tepat untuk memulai menyembelih, parang panjang di tangannya memotong tenggorokan sapi itu diiringi pembacaan takbir dari orang-orang sekelilingnya. Tenggorokan dan urat di sisi leher sapi putus. Prosesi penyembelihan itu hanya memakan waktu beberapa detik.

Mengenakan kaos putih dan celana hitam, Ishak memimpin penyembelihan di masjid itu. Peci haji terpasang di kepalanya. Parang panjang terselip di pinggang kirinya.

Tak tampak kelelahan di wajah pria berumur lebih setengah abad yang janggutnya mulai memutih, itu. Gerakannya energik. Cepat dan tak gamang. Di setiap perayaan Idul Adha, ia bisa memotong puluhan sapi dan kambing.

”Saya sudah 14 tahun jadi tukang potong sapi. Biasanya untuk hewan kurban, tapi kadang juga dipanggil untuk menyembelih sapi atau kambing yang untuk dijual di pasar,” katanya.

Perkenalan Ishak dengan dunia jagal sapi dimulai sejak ia masih tinggal di kampungnya, Ciamis. Saat itu, ia menjadi asisten ayahnya yang bekerja sebagai tukang jagal. Selama menjadi asisten ayahnya itu ia belajar secara otodidak.

”Kalau di Batam saya pertama kali menyembelih hewan kurban itu tahun 1994 di lapangan Seiharapan. Saat itu, saya menyembelih hewan kurban Otorita Batam,” tukasnya.

Sejak itulah, ia selalu jadi tukang potong sapi dan kambing langganan sejumlah instansi, termasuk Masjid Rata Batam. Adakah pantangan buat seorang tukang jagal? Ishak mengaku sama sekali tak ada. ”Badan harus sehat dan tak boleh gamang saat melakukan penyembelihan,” tukasnya.

Itu sebabnya, Ishak menerapkan pola hidup sehat agar tetap segar di usia tua. Caranya dengan mengatur pola makan empat sehat lima sempurna, banyak minum air putih, cukup tidur dan banyak istigfar dalam hati.

Soal parang untuk pemotongan, ternyata tak boleh sembarangan. Ishak mengaku mendatangkan parang panjang khusus dari Ciamis, yang dibuat khusus untuk pemotongan hewan. Parangnya harus tajam setajam-tajamnya.

”Tak boleh digunakan sembarangan. Habis menyembelih langsung diasah dan disimpan. Baru dibuka lagi kalau mau dipakai,” tuturnya.****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s