Rontoknya Nomor Urut

pilih sesuai hati nuraniSMS itu datang beberapa jam setelah Mahkamah Konsitusi menghilangkan sistem nomor urut. Dikirim seorang anggota DPRD Batam ke nomor ponsel wartawan. Isinya, anggota Dewan tadi mengaku sempat dimintai uang Rp200 juta oleh ketua partainya agar bisa duduk kembali di nomor satu.

Namun, dengan alasan lagi tak punya uang, ia tak memberi. Sehingga, anggota Dewan tadi akhirnya duduk di nomor urut lima. ”Untung tak saya hasih. Kalau saya kasih, dengan sistem suara terbanyak saya pasti rugi. Untung,” tukasnya.

Keputusan MK itu merontokkan dominasi nomor urut. Banyak pemilik nomor urut yang membayar upeti ratusan juta rupiah ke ketua partainya, agar bisa duduk di sana. Tapi, putusan MK membuat mereka pusing.

Ketua partai tak hanya posisinya bisa goyah. Mereka yang memungut upeti kepada kadernya bisa tak bisa tidur. Kabarnya, banyak kader yang sudah menyetor meminta kembali duit itu. Mereka tak rela, karena posisi mereka bisa saja diruntuhkan kader yang mengakar, meski tak punya banyak uang.

Di sisi lain, caleg nomor bawah atau yang biasa disebut nomor sepatu kini bersemangat. Tak berlakunya sistem nomor urut dalam Pemilu 2009, membuat mereka lebih bergairah memenangkan hati masyarakat.Ganda Tiur MS, caleg nomor urut 5 di Dapil II dari PDI Perjuangan misalnya, mengaku lebih bergairah. Dengan sistem lama 30 persen suara saja, ia sudah banyak memasang baliho di sejumlah tempat.

”Dengan sistem suara terbanyak saya senang betul. Saya akan lebih banyak sosialisasi,” ujarnya.

Dulu, kata Ganda Tiur, ia berharap bisa meraih suara 30 persen. Karena itu, ia memasang banyak baliho dan turun ke lapangan. ”Sekarang, harus door to door. Harus lebih banyak face to face menunjukkan diri kita ke konstituen. Suara terbanyak sangat demokratis,” tukasnya.

Anggota Komisi I DPRD Batam yang kini jadi caleg nomor urut 6 dari Dapil II dari PDS, Riginoto Wijaya juga bersemangat. ”Jika dulu saja sudah semangat, apalagi sekarang,” ujarnya.

Caleg nomor urut 4 di Dapil I dari PDI Perjuangan Wardi Atmowiyono, mengatakan penggunaan suara terbanyak sudah seharusnya dipakai di Pemilu 2009 agar yang duduk di DPRD nanti benar-benar pilihan rakyat.

”Ini bagus. Sehingga kader akar jenggot yang dipasang di nomor urut satu bisa dikalahkan kader pilihan rakyat yang dipasang di nomor buntut,” tukas Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Batam itu.

Di Batam, semua ketua partai duduk di nomor urut satu. Nama mereka dipasang untuk bertarung dengan partai lain. Namun kini, mereka juga bersaing dengan kadernya sendiri.

Ini yang mungkin membuat pertarungan menuju kursi DPRD Batam menghangat. Caleg nomor buntut bergairah. Mereka akan bertarung mengalahkan caleg nomor satu, tak peduli itu ketua partai mereka sendiri.

Di Dapil III, Ketua DPD Golkar Batam Zainal Abidin yang dipasang di nomor satu tak hanya bertarung dengan ketua partai lain. Di internal partai, dia juga bertarung dengan sembilan caleg di bawahnya.

Di Dapil yang sama, Ketua DPD PKS Riky Indrakari bersaing dengan sebelas caleg PKS lainnya, termasuk dengan anggota Komisi IV DPRD Batam Said Hasjim Alattas. Ketua DPC PPP Batam Irwansyah juga bersaing dengan enam caleg internal. Ketua DPD PDS Batam Dameria Nadapdap juga bersaing dengan empat caleg di bawahnya.

Di Dapil IV, Ketua DPC PDI Perjuangan Batam Ruslan Kasbulatov bersaing dengan delapan caleg internal. Ketua DPD PAN AA Sany lebih banyak lagi saingan internalnya, ada 13 caleg di bawahnya. Termasuk Setyasih Priherlina, anggota Komisi II DPRD Batam.

Di Dapil II, Ketua Partai Hanura Basri Harun bersaing dengan 13 caleg di bawahnya. Begitu juga dengan Ketua DPC PKB Rudi bersaing dengan delapan caleg di bawahnya.

Siapkah para ketua partai itu tak terpilih? ”Saya di Dewan bukan untuk cari makan. Kalau memang tak terpilih karena kalah suara, itu konsekuensi undang-undang,” kata Ruslan Kasbulatov.

Bagaimana dengan Irwansyah? ”Saya lebih siap lagi terpilih. Saya optimis. Masyarakat sekarang sudah cerdas, sudah bisa membedakan mana yang selama ini sudah berbuat untuk rakyat, atau yang hanya muncul saat kampanye saja,” tukas Ketua DPC PPP Batam, itu.

Ketua DPD Golkar Zainal Abidin mengaku menyerahkan segalanya pada pilihan rakyat. ”Yang penting, kita berjuang memberikan yang terbaik. Sistem suara terbanyak sangat demokratis. Masalah terpilih atau tidak, kita serahkan kepada Allah,” ujarnya.

Dengan sistem suara terbanyak, kata Ketua DPD PKS Batam Riky Indrakari, seorang caleg harus memenangkan harapan rakyat. Termasuk dirinya sebagai ketua partai. ”43 caleg PKS merupakan caleg layak pilih. Kalau saya tak terpilih, saya tetap bangga karena sudah mengantarkan kader-kader lain yang terpilih,” tukasnya.****

One response to “Rontoknya Nomor Urut

  1. Duduk menjadi anggota Dewan merupakan amanah dari Rakyat yang sudah memilihnya, bukan untuk ajang mencari kekayaan, paling mudah menentukan pilihan adalah, jangan sekali kali memilih caleg yang melakukan sosialisasi dengan investasi besar besar seperti, Baliho di lokasi lokasi mahal, karena ujung pasti ybs akan konsen mengembalikan uangnya yang telah habis untuk bayar biaya promosi. Seharusnya sesama kader dalam satu partai harus saling mendukung karena sudah menjadi pembawa amanat rakyat melalui partainya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s