Sarjana di Kursi Dewan

sarjanaMenjadi anggota Dewan harus memiliki wawasan yang luas. Ia tak hanya bergelut dengan persoalan anggaran, pengawasan dan legislasi. Tapi juga terlibat penuh dengan masalah-masalah yang berkembang di masyarakat. Sehingga berwawasan itu sangat perlu. Tak harus sarjana, tentunya.

Itu sebabnya, dari 45 anggota DPRD Batam, banyak yang bukan sarjana saat pertama kali menginjakkan kakinya di gedung terhormat itu. Aturan memperbolehkan seperti itu.

Tapi, itu dulu. Sekarang sebagian besar anggota DPRD Batam sudah bertitel sarjana. Bahkan banyak yang bergelar master hukum (MH atau M Hum).

Misalnya, Robert Edi Siahaan yang saat pertama jadi anggota Dewan di tahun 2000 belum sarjana, kini sudah menyandang SH MH. Dua anggota Fraksi Demokrat Zakaria dan Irlan Gusti juga sudah bergelar SH. Irwansyah, dari Fraksi PPP Plus yang masuk ke DPRD lulusan STM kini sudah jadi Sarjana Ekonomi. Sahat Sianturi dari PDI Perjuangan kini juga sudah SH M Hum.

Itu belum lagi para sarjana yang melanjutkan kuliah saat duduk di kursi Dewan. Onward Siahaan misalnya, Sekretaris Komisi III yang bergelar insinyur itu kini menambah dua gelar yakni SH dan M Hum di belakang namanya. Asmin Patros yang SH juga sudah lulus S2, begitu juga koleganya Supandi Arim juga Master Hukum.

Masih ada M Zilzal dari PKS yang sudah mendapatkan gelar Sarjana Hukum. AA Sany dari PAN juga sedang menunggu gelar. Ada juga yang mendapatkan gelar doktor saat berstatus sebagai anggota Dewan yakni Soerya Respationo dan Kholik Widiarto.

Apa yang mereka cari? ”Tak ada batasan usia dalam menuntut ilmu. Sepanjang ada kesempatan, saya akan belajar,” kata Robert Edy Siahaan. Apalagi dunia hukum, katanya, sangat menarik dicermati.

Robert mengaku kuliah saat duduk di Dewan bukan karena latah atau memanfaatkan kesempatan di Dewan. Ia kuliah hukum juga bukan untuk jadi pengacara, jika nanti tak di Dewan lagi. ”Saya tidak seperti itu. Saya mengalir saja seperti air. Easy going saja,” tuturnya.

Ir Onward mengaku kuliah di bidang hukum karena terjun ke dunia politik. Onward menilai, hukum adalah panglima di masa reformasi ini. Sehingga meski sudah bergelar insinyur dari USU tahun 1989, ia juga meraih gelar M Hum dari UGM dan SH dari UBK Jakarta.

Apakah gelar SH M Hum itu sebagai masa persiapan seandainya tak lagi jadi anggota Dewan? Menurut Onward, dari sisi ilmu dan gelar, apa yang ia dapat di kuliah hukum itu akan ia gunakan untuk melakukan advokasi bagi masyarakat. Jika nanti ia tak lagi di Dewan, misalnya, ia bisa saja beraktifitas di advokasi masyarakat maupun LSM.

”Namun, bukan untuk mata pencaharian. Karena saya sudah berkomitmen, untuk memenuhi kebutuhan keluarga itu dari bisnis dan sejumlah perusahaan yang selama ini saya rintis,” tuturnya.

Zakaria juga mengaku kuliah karena bidang hukum yang ia ambil bisa menunjang kinerjanya sebagai anggota Dewan. ”Dalam banyak hal sangat menunjang. Dengan belajar lagi, kita juga tahu pemimpin bangsa harus dilandasi dengan moral,” tukasnya.

Lalu, bagaimana dengan anggota Dewan yang enggan ”menyandang” gelar sarjana?

”Saya sibuk dengan urusan masyarakat. Tak sempat lagi mengurusi hal pribadi seperti kuliah menambah gelar,” kata Ruslan Kasbulatov, Ketua Komisi I DPRD Batam yang lulusan SMEA.

Jika rekan-rekannya di Dewan sudah banyak yang meraih gelar sarjana, ia santai-santai saja. Sejak jadi anggota Dewan 2004 silam, ia belum pernah tergerak kuliah lagi.

Meski tak kuliah di jalur formal, Ruslan termasuk yang tak pernah melewatkan waktu membaca koran ataupun majalah. Setiap pagi, ia sarapan koran. Untuk menambah wawasan dan ilmu, katanya.

Kenapa tak tertarik kuliah? Ruslan mengatakan, ”Bukan tak tertarik. Tapi, saya tak mau kuliah hanya untuk menambah-nambah gelar dan menghabiskan duit rakyat. Sarjana kalau tak berkualitas, buat apa?”

Edward Brando dari PAN juga termasuk anggota Dewan yang belum bergelar sarjana. Seperti Ruslan, Edward juga kritis dan sering mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversi.

Menurut Edward, ia pernah kuliah namun karena sibuk dengan tugasnya di Dewan, ia tak aktif lagi. Apalagi, kuliah, katanya butuh konsentrasi.

”Saat ini lagi sibuk. Banyak urusan masyarakat yang perlu perhatian,” tukasnya.

Meski begitu, Edward mengatakan, pendidikan itu penting. Apalagi bagi seorang anggota Dewan. ”Tapi, kan belajar dan menambah wawasan itu tak harus dengan meraih gelar,” katanya.****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s