Koruptor yang Tak Menikmati Korupsinya

sidang-rusdi-ruslan-di-foto-iman-wachyudiMata Rusdi Ruslan terus berkedip-kedip. Kabid Prasarana Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Batam, itu duduk menyandarkan punggungnya di kursi putar terdakwa, dengan tangan tergenggam. Putusan majelis disimaknya dengan baik.

Terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan drainase di Kampung Melayu, Batubesar, itu divonis kurungan satu tahun enam bulan dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, Jumat (30/1). Rusdi dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Tak ada sepatah kata yang ia ucapkan. Begitu hakim mengetuk palu, ia bergegas menyalami majelis hakim, panitera, jaksa dan pengacaranya. Sejumlah pegawai Pemko yang hadir, tak sempat ia salami. Ia langsung dibawa pergi petugas kembali ke Lapas Klas II A Batam di Tembesi.

Menjalani persidangan terakhir kemarin, Rusdi tampil dengan baju yang biasa ia pakai selama berkali-kali hadir di pengadilan. Hem kotak-kotak dipadu dengan celana hitam. Sepatu kulit warna hitam juga selalu ia kenakan.

Persidangan Rusdi berjalan hampir dua jam. Dimulai pukul 14.45 WIB, baru selesai pukul 16.35 WIB. Berkas putusan hakim tebal berlembar-lembar, dibacakan bergantian oleh Surya Perdamaian SH, A Bondan SH dan Serliwati.

Rusdi sendiri sudah hadir sejak pukul sepuluh pagi. Sepanjang menunggu persidangan, ia sempat menikmati makan siang sekotak nasi padang di sel sementara PN Batam. Ia juga berkesempatan menerima kunjungan keluarga dan rekan-rekannya. Di jajaran pegawai Pemko Batam, Kadis Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan UKM Batam Pebrialin termasuk yang mengunjungi Rusdi dan mengikuti sidangnya sampai akhir.

Menurut hakim, ada kerugian negara Rp539 juta dalam kasus itu. Rusdi dianggap bersalah karena tetap membayar uang proyek drainase di Batubesar Rp2 miliar itu. Padahal, kondisi proyek tak sesuai bestek dan ada sejumlah perubahan tanpa melalui addendum. Namun, Rusdi dinyatakan sama sekali tak mendapatkan keuntungan dari proyek itu. Uang proyek itu, tak masuk ke koceknya.

Rusdi juga jarang turun ke lapangan. Sebagai kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen, ia terlalu mengandalkan laporan anak buahnya. Bahkan, Rusdi tak tahu kalau Direktur PT Dewi Citra Tri Kundur Rehaniwati, pemenang tender, menyerahkan pengerjaan proyek itu ke Abdul Rahman.

Jika menerima putusan hakim, Rusdi tinggal menjalani kurungan sepuluh bulan. Karena ia sudah ditahan sejak Mei 2008, atau sudah mendekam di tahanan selama delapan bulan. ”Kami masih punya waktu seminggu untuk pikir-pikir,” kata Mustari SH, pengacara Rusdi dari Azyun Associate. Begitu juga JPU Nanang SH dari Kejaksaan Negeri Batam, belum bersikap menerima atau melakukan banding atas putusan tersebut.****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s