Gurita Bisnis Orang-orang Kecil

Koperasi dulu identik dengan orang-orang kecil, modal cekak dan beragam citra buruk lainnya. Kini, sejumlah koperasi justru memiliki aktivitas bisnis yang lebih kuat dan luas dibandingkan perusahaan swasta. Sejumlah koperasi karyawan misalnya, omsetnya sampai Rp3 miliar per bulan.
***

Terletak di pojok Komplek Batu Batam Mas Blok E, Baloi, dua ruko berlantai tiga itu tak pernah sepi dari aktifitas. Sejumlah pekerja terlihat lalu lalang keluar masuk, beberapa di antaranya sibuk memasukkan kue ke kotak-kotak transparan.

Rabu sore pekan lalu, La Ode Kamsir, supervisor kantin Koperasi Karyawan Sejahtera Mandiri (KSM), sibuk mengecek kue. Ia memastikan, kue yang akan dikirim sore itu ke sejumlah perusahaan di kawasan Batamindo Mukakuning dan kawasan industri Batam Centre, pas jumlah dan kualitasnya.

”Jangan sampai kurang,” katanya.

KSM adalah koperasi karyawan PT Panasonic Shikoku Electronics Batam. Sejak akhir 2006 silam, koperasi itu menyewa ruko, memindahkan kantornya dari lokasi pabrik ke Batu Batam Mas. Dari sana, operasional koperasi dikendalikan seorang manajer.

Tak hanya sebagai kantor, ruko tersebut juga menjadi tempat usaha. Salah satunya usaha catering dan roti. KSM menyuplai kebutuhan catering sejumlah perusahaan di kawasan industri MUkakuning dan Batam Centre.

”Setiap hari, produksi kami lebih dari sepuluh ribu porsi,” ujar La Ode. Belum lagi produksi kuenya bisa sampai 8.000 potong per hari.

Dilihat sekilas, KSM seperti sebuah perusahaan besar. Koperasi ini menggabungkan dua ruko berlantai tiga sebagai kantor, dan satu ruko lain di belakang sebagai gudang.

Lantai satu jadi tempat memasak. Di sini, Gubernur Kepri Ismeth Abdullah pernah mencoba memasak sambal. Di lantai dua menjadi kantor. Di dindingnya terpasang sejumlah penghargaan yang diraih KSM. Foto-foto penting seperti saat koperasi ini mendapatkan penghargaan sebagai koperasi berprestasi tingkat nasional tahun 2007, yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bali, juga terpajang. Sementara di lantai tiga, menjadi tempat memasak kue.

”Padahal dulu, saat baru berdiri kami cuma mempunyai konter kecil di kantin perusahaan,” kata Rivai Laminullah, Wakil Ketua KSM.

Ditemui di Panasonic, Rivai didampingi sejumlah pengurus koperasi saat menceritakan sejarah awal berdirinya KSM. Ada Syamsul Hidayat dan Ardestyan Kusnindar yang menjadi bendahara I dan II. ”Ketuanya, Syafril Domili lagi cuti,” tukasnya.

KSM, menurut Syafril, awalnya dibentuk saat badai krisis menerpa perekonomian tahun 1998, silam. Saat itu, pekerja Panasonic berinisiatif membentuk koperasi untuk membantu pengadaan sembako murah bagi para pekerja. Maka beroperasilah KSM dengan usaha di bidang makanan-minuman, sembako dan simpan pinjam.

Modal awal yang berhasil dikumpulkan sekitar Rp7 juta. Modal itu dari sumbangan pokok dan sumbangan wajib anggotanya yang berjumlah sekitar 200 orang. Agar tak menganggu kerja para pengurusnya, KSM mempekerjakan satu karyawan.

Tahun 2002, bersamaan dengan restrukturisasi PT Panasonic, KSM dibubarkan. Masih di tahun yang sama, kemudian dibentuk kembali dengan anggota yang lebih besar.

Tahun 2004, bidang usahanya berkembang. Dari yang hanya menyediakan makanan-minuman, merambah ke bisnis warung telekomunikasi (wartel) dan warung serba ada di Dormitori Blok R. ”Kami juga sudah merekrut supervisor dan tiga karyawan,” kata Syamsul Hidayat.

Usaha koperasi terus tumbuh. Akhir 2006, KSM mengelola katering dan bisnis bakery dengan merek KSM Bakery. Mereka menyuplai kebutuhan katering dan roti sejumlah perusahaan.

”Namun, karena saking semangatnya mengembangkan usaha, cash flow kami mengalami rush. Kami kesulitan modal,” kata Syamsul.

KSM sempat mengajukan permohonan kredit ke sejumlah bank. Tapi, saat itu bank belum percaya pada koperasi. Permohonan KSM ditolak. Untungnya, Ismeth Abdullah takjub saat mendengar presentasi mereka. Gubernur Kepri itulah yang memuluskan jalan KSM mendapatkan pinjaman bank.

Begitu kredit mengucur, usaha KSM makin berkibar. Bidang usaha mereka makin luas. Mini marketnya juga berdiri di Batuaji. Usaha kateringnya tak hanya melayani perusahaan, namun acara-acara seperti open house dan lainnya juga dilayani.

”Omset kami sekitar Rp3 miliar per bulan,” tutur Syamsul.

Tak hanya memperluas usaha, menurut Rivai, KSM juga menggelar pelatihan dan pendidikan wira usaha bagi anggotanya. Beragam pelatihan, seperti training perpajakan dan keuangan, kepemimpinan dan lain-lain mereka ajarkan.

”Kami juga menjadikan anggota sebagai penyuplai kue, makanan atau snack ke kami,” kata Rivai.

KSM, kata Rivai, tak hanya mengejar sisa hasil usaha (SHU) yang besar. Tapi, lebih mementingkan bagaimana anggotanya mendapatkan kebutuhan mereka dengan harga yang lebih murah, mendapatkan pelatihan agar bisa mandiri jika keluar dari keanggotaan koperasi.

”Untung sedikit tak apa-apa. Asal anggota terbantu, karena koperasi dibentuk untuk kesejahteraan anggota.”

Beragam penghargaan diterima KSM. Mulai koperasi terbaik tingkat Batam dan Kepri, sampai tingkat nasional. Tahun 2007, KSM menjadi koperasi berprestasi tingkat nasional.

Satu yang ingin dikikis oleh KSM, kata Rivai, yakni imej koperasi sebagai usaha kampungan dan imej-imej negatif lain yang biasa disematkan ke koperasi. ”Ternyata koperasi bisa maju dan beromset miliaran rupiah,” ujarnya.

Koperasi Karyawan PLN Batam juga tak kalah maju. Didirikan tahun 1995, Kopkar PLN Batam itu mengumpulkan modal awal sekitar Rp10-an juta. ”Sekarang omset kami sekitar Rp20-an miliar per tahun dengan aset sekitar Rp7,6 miliar,” kata Sekretaris Kopkar PLN Batam Joner Pardosi. Bersama Joner, Ketua Kopkar PLN Suroso dan Nuraini bendaharanya, menceritakan bagaimana koperasi itu dirintis.

Awalnya, menurut Suroso, koperasi PLN didirikan sekadar sebagai ajang silaturrahmi antar karyawan PLN yang berjumlah 200-an orang. Semua karyawan dari jenjang terendah sampai level tinggi ikut masuk jadi anggota. Dengan iuran wajib Rp5 ribu per bulan.

Bidang usahanya, awalnya bergerak di simpan pinjam, usaha foto kopi, toko, rental kendaraan dan alat berat (truck crane). Usaha koperasi terus maju merambah ke jasa borongan, pengadaan spare part, outsourching dan lainnya.

Namun seperti kebanyakan koperasi, Kopkar PLN sempat bermasalah dengan permodalan, terutama kepercayaan bank yang masih rendah pada koperasi. Tapi, dengan sokongan perusahaan dan perbaikan-perbaikan manajemen, hambatan itu teratasi.

Kini, Kopkar tak kesulitan mendapatkan pinjaman dana dari bank. Anggota yang ingin pinjam duit ke koperasi atau mau kredit rumah dan mobil, tinggal berhubungan dengan koperasi. ”Kami yang memfasilitasi,” kata Suroso.

Bila ada anggota yang ingin pinjam duit atau butuh uang mendadak, jika nilainya di bawah Rp5 juta, hari itu juga koperasi bisa mencairkan. ”Anggota sangat merasakan manfaatnya,” tambah Joner.

Manajemen koperasi juga dibenahi. Sejak tahun 2004, Kopkar PLN Batam menyewa profesional sebagai manajer. Berkantor di perumahan Kopkar PLN di Batam Centre, koperasi itu juga sudah memiliki puluhan karyawan.

Kopkar pula yang merintis pembangunan perumahan di tahun 1999. ”Kami membantu anggota yang saat itu belum punya rumah,” ujar Suroso.

Bahkan, kini Kopkar PLN Batam punya anak perusahaan, PT Pijar Persada Nusantara. Perusahaan ini bergerak di bidang mekanikal, elektrikal, perdagangan umum dan lain-lain. ”Tahun lalu, kami bayar pajak sekitar Rp1 miliar,” kata Joner.

Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan ke anggotanya yang jumlahnya kini sebanyak 680-an orang juga tak kalah besar. ”Rata-rata anggota dapat Rp2 juta per orang,” katanya. Padahal, anggota cukup menyetor iuran wajib Rp5 ribu per bulan.

Maka, tak aneh jika Kopkar PLN juga mendapatkan sejumlah penghargaan. Seperti pembina koperasi terbaik tingkat provinsi hingga koperasi terbaik tingkat nasional.***

One response to “Gurita Bisnis Orang-orang Kecil

  1. Menawarkan perumahan Green Garden yang berlokasi di jalan muchtar sawangan depok type rumah yang ditawarkan adalah type 33/86 dan type 45/120 rumah hunian yang berorientasi pada konsep minimalis ini mempunyai fungsi rumah tumbuh kembang dengan fasilitas yang sangat lengkap seperti rencana tol jorr antasari depok,minimarket,mall,stasiun depok,rumah sakit, taman bermain anak ( water park pasir putih ) dengan kemudahan yang ada disekitar site. harga hunia kisaran 264 juta sampai 377 juta hanya dengan booking 1 juta anda sudah dapat langsung memproses KPR dengan asumsi angsuran hanya 2.1 juta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s