Lahan Basah Bisnis Pengamanan di Batam

k9 jugaSeiring dengan makin berkembangnya Batam, usaha jasa pelayanan keamanan juga tumbuh cepat. usaha jasa keamanan itu, tak hanya menyalurkan sekuriti, tapi juga melayani pengawalan pribadi hingga konsultan keamanan.

Anjing hitam legam itu berbadan tegap. Tingginya kira-kira sekitar 70 centimeter. Mulutnya terbuka, lidahnya terus menjulur. Anjing jenis gembala jerman itu tak menyalak, tapi tak berhenti bergerak.

“Sit.” M Al Ichsan, Direktur PT Lintas Aman Nusantara, memberi perintah. Anjing itu tiba-tiba duduk. Sebentar duduk ia bergerak lagi. Ichsan kembali memberi aba-aba, “Stay.” Baru kemudian anjing besar itu duduk anteng.

“Ini anjing pelacak narkoba,” tutur Ichsan, Rabu pekan lalu.

Anjing kedua bentuk fisiknya lebih ramping namun elegan. Tubuhnya licin, hampir tanpa bulu. Ekornya pendek. Daun telinganya di sebelah kiri dipotong, memberi kesan angker. Inilah anjing dobermann yang terkenal sebagai anjing pemburu. Mulutnya terus terbuka dengan lidah terjulur, memperlihatkan dua taring tajam di sisi kanan dan kiri deretan giginya.

“Kalau yang ini anjing pembubar demo. Namanya Flinch. Jika sudah dilepas, anjing jenis ini tak akan berhenti menyerang kalau tak sampai mati.”

Dua anjing tadi merupakan dua dari 19 ekor K9 atau biasa disebut anjing pelacak milik PT Lintas Aman Nusantara, sebuah perusahaan jasa layananan keamanan di Kepri yang berkantor di Tiban Centre, Sekupang.

PT Lintas Aman Nusantara memiliki tiga anjing pelacak narkoba, satu pelacak bom, dua anjing pelacak umum, tiga anjing pembubar demo dan sepuluh anjing penjaga. Anjing-anjing K9 itu ditempatkan khusus dengan perawatan dan penjaga yang juga khusus.

“Satu anjing dijaga dua dog holder,” kata Ichsan.

Anjing-anjing terlatih itu sering ikut operasi kepolisian. Polda Kepri maupun Poltabes Barelang sering menggunakan anjing-anjing milik PT Lintas Aman Nusantara tersebut dalam setiap operasi khusus, seperti operasi seligi atau lainnya. “Kalau untuk kepolisian, kami pinjamkan gratis,” ujar Ichsan.

PT Lintas Aman Nusantara termasuk satu-satunya perusahaan jasa pengamanan di Kepri yang memiliki K9. Anjing jenis ini butuh perawatan khusus. Makanannya misalnya, daging kering campur kornet sapi dan seminggu sekali diberi daging mentah.

Asal usulnya terjaga, semua ada sertifikatnya. “Bahkan pernah ditawar Rp150 juta, tapi saya tak kasih. Anjing yang sudah terlatih, bagi saya lebih penting dibanding uang,” katanya.

***
Menyediakan K9 hanyalah satu dari sejumlah layanan keamanan PT Lintas Aman Nusantara. Mereka menyediakan alat-alat pengamanan seperti CCTv, alarm, metal detector dan lainnya, menyalurkan tenaga sekuriti, melakukan security detector semacam konsultan keamanan untuk perusahaan yang hendak buka usaha, dan close guard atau pengawalan pribadi.

“Kami pernah mengawal miss universe 2006, 2007, dan 2008,” tukas Ichsan.

Band-band terkenal dunia semacam Scorpion dan Deep Purple yang manggung di Bali sempat merasakan amannya dijaga pengawal-pengawal PT Lintas Aman Nusantara. Ketua Umum DPP PAN Sutrisno Bachir saat datang ke Batam juga dikawal PT Lintas Aman Nusantara.

“Bahkan sejumlah mantan menteri pernah kami kawal.” Siapa saja menteri yang pernah meminta pengawalan? “Itu rahasia kami,” kata Ichsan, tersenyum.

PT Lintas Aman Nusantara berdiri di Batam tahun 2008 lalu. Berkantor di Tiban Centre, menempati tiga ruko berlantai tiga. Tak sulit menemukan kantornya, ada puluhan bendera merah putih tertancap di sekitar kantor mereka.

Ini perusahaan pengamanan baru di Batam, namun nama mereka sudah terkenal karena sebelumnya sudah bertahun-tahun beroperasi di Bali. Pengawalan Scorpion dan sejumlah mantan menteri itu, dilakukan perusahaan milik Ichsan yang beroperasi di Bali dengan nama PT Lintas Aman Dewata.

Awalnya, menurut Ichsan, ia tergerak mendirikan perusahaan jasa pengamanan setelah terjadinya bom bali tahun 2002. Bom bali I itu, katanya, benar-benar menggoncang perekonomian Bali, sehingga muncul ide untuk ikut serta melakukan pengamanan.

Tahun 2003, ide itu terwujud dengan pendirian PT Lintas Aman Dewata. Ichsan merekrut orang-orang profesional di bidang pengawalan dan pengawalan. “Bahkan ada seorang mantan pengawal Sultan Bolkiah yang bekerja pada kami,” katanya sambil memperlihatkan foto pria asing bertubuh tegap.

Tahun 2008, Ichsan melebarkan sayap usahanya ke Kepri. Lalu, tahun ini ia kembali membuka usaha jasa pengamanan di Bandung dengan nama PT Lintas Aman Siliwangi.

Ichsan mengaku bisnis jasa pengamanan memiliki prospek yang bagus. Terbukti dengan banyaknya perusahaan di bidang yang sama bermunculan di Kepri. Mulai dari yang hanya menyalurkan tenaga sekuriti, hingga yang menyediakan alat-alat pengamanan seperti PT Lintas Aman Nusantara.

“Namun tujuan saya mendirikan perusahaan ini bukan semata-mata mengejar profit oriented. Tapi lebih bagaimana mengabdikan diri kepada negara dalam bidang keamanan seperti ini,” ujarnya.

Usahanya di bidang penyaluran tenaga sekuriti, misalnya, ia anggap sama sekali tak memberi keuntungan. “Saya ambil untung di pelayanan alat keamanan dan lainnya,” tukasnya.

Meski begitu, PT Lintas Aman Nusantara sudah melayani 32 perusahaan di Batam dan 99 persen di antaranya merupakan perusahaan modal asing (PMA). Seperti di kawasan Latrade Industri Tanjunguncang beserta tenan-tenan di dalamnya, Batamindo Investment Cakrawala, mini marker Circle-K, PT Global Process System dan lainnya.

“Hampir 99 persen yang klien kami adalah perusahaan asing,” katanya.

PT Sergap 17 juga sudah lama menikmati kue usaha di bidang jasa pelayanan keamanan ini. Perusahaan yang didirikan Mayor SS ini berdiri sejak tahun 2003 silam. PT Sergap 17 melayani penyaluran tenaga sekuriti dan pengawalan pribadi.

Saat ini, perusahaan yang berkantor di Perumahan Griya Nusa Permai Batam Centre ini melayani jasa pengamanan di 28 perusahaan dengan jumlah sekuriti sekitar 400 orang. Kliennya rata-rata perusahaan asing, terutama di kawasan shipyard Tanjunguncang, seperti PT Marcopolo, Global Asia Pasific, atau Schineider, Hyundai dan lainnya.

PT Sergap 17 juga menjaga Harmoni, Hotel Tites dan BCS Mall. “Yang bukan PMA mungkin cuma pasar Penuin,” kata Mayor.

Jauh sebelum mendirikan PT Sergap 17, Mayor sudah berkecimpung di dunia pengamanan sejak tahun 1994. Saat itu ia memiliki CV Tiga Brothers, yang juga bergerak di bidang pengamanan. Kliennya saat itu perusahaan-perusahaan di Batamindo.

Tahun 1999, Mayor menutup usahanya karena saat itu pengamanan oleh swasta ditutup. “Baru kemudian buka lagi tahun 2002 berdasarkan Skep Kapolri,” ujarnya. Kini, Sergap 17 mengantongi izin Mabes Polri.

Tak hanya menyalurkan tenaga sekuriti ke perusahaan-perusahaan, PT Lintas Aman Nusantara juga melayani pengawalan pribadi. Artis seperti Sheila on 7 atau Uut Permatasari yang manggung di Batam pernah mereka kawal.

PT Sergap 17 juga melayani pengawalan dengan jangka waktu tertentu. Seperti menjaga rumah selama ditinggal mudik penghuninya, atau melakukan pengawalan beberapa hari saja. “Asal cocok harganya, kami kawal,” tutur Mayor.

Dengan banyak klien seperti itu, usaha jasa layanan keamanan di Batam tentu saja sangat menjanjikan. Dengan 400 sekuriti dan 28 klien, tentu saja uang ratusan juta rupiah mengalir setiap bulannya.

“Usaha di bidang ini memang cukup menjanjikan, namun berapa besarnya saya tak bisa sebut. Cukuplah untuk menggaji pegawai dan sekuriti, menyekolahkan anak sama biaya operasional,” tukas Mayor.

Meski menawarkan layananan keamanan, tak semua tawaran masuk diterima PT Sergap 17. Beberapa permintaan mereka tolak karena tak cocok harganya. “Saya tak mau menyengsarakan anggota saya di lapangan. Kalau tak cocok dengan standar kami, saya tolak,” ujar wakil ketua Asosiasi Manager Sekuriti Indonesia (AMSI) Batam, itu.
***
Selain menguntungkan, banyaknya usaha jasa pengamanan di Kepri tentu saja membantu kerja kepolisian. Namun, diperkirakan masih banyak badan usaha jasa pengamanan di Kepri ini yang belum berizin. Padahal, sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan atau Instansi/Lembaga Pemerintah, semua BUJP itu harus mengantongi izin Mabes Polri, setelah sebelumnya mengantongi rekomendasi Polda.

Sesuai data di Biro Bina Mitra Polda Kepri, ada 32 BUJP di Kepri yang terdaftar. “Kami akan pantau terus untuk mencari yang BUJP yang tak terdaftar itu,” kata Karo Bina Mitra Polda Kepri Kombes Riky F Wakanno.

Dari 32 BUJP tersebut, jumlah tenaga sekuriti yang terdaftar sebanyak 1.997 sekuriti. Di luar itu, ada 4.066 sekuriti lain yang bekerja. Mereka ini, misalnya bekerja langsung lewat perusahaan tanpa melalui BUJP.

Dari jumlah 4.066 sekuriti, sebanyak 3.392 di antaranya belum mendapatkan pendidikan. Hanya 667 sekuriti yang mendapatkan pendidikan Gada Pratama, 5 orang mendapatkan pendidikan Gada Madya bahkan hanya dua orang sekuriti di Kepri yang mendapatkan pendidikan Gada Utama.

Dengan begitu, rata-rata kemampuan sekuriti di Kepri sangat rendah. Kemampuan Gada Pratama saja, sebagai kemampuan dasar untuk menjadi sekuriti, banyak tak dimiliki oleh ribuan sekuriti. “Seorang sekuriti minimal harus memiliki kemampuan Gada Pratama,” tukas Riky.

Dulunya, pelatihan sekuriti banyak dilakukan di Poltabes Barelang. Namun, seiring munculnya Peraturan Kapolri Nomor 24 Tahun 2007, pelatihan dilakukan Mabes Polri dalam hal ini Polda Kepri. Sekuriti yang dulunya mengantongi kartu putih, diminta kembali ikut pelatihan di Polda Kepri untuk mengantongi KTA warna biru.

“Saya mewarning sampai Desember 2009 ini, yang punya kartu putih agar beralih ke KTA biru,” ujarnya.

Riky menjamin sistem ini akan membuat para sekuriti lebih bagus masa depannya. “Kalau sudah memiliki kemampuan minimal Gada Pratama, seorang sekuriti bisa bekerja di mana saja,” tukasnya.

Polda Kepri, kata Riky, sudah beberapa kali melakukan penertiban ke lapangan. Bulan Juli lalu misalnya, ada 14 perusahaan yang didatangi polisi, dan rata-rata melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan pengamanan. Ada perusahaan yang merekrut sekuriti tanpa pelatihan, ada juga yang tak mengikutsertakan sekuritinya sebagai anggota Jamsostek sampai soal seragam yang tak sesuai aturan.

“Saya imbau kepada para BUJP ini agar dalam perekrutan dan penyaluran tenaga sekuriti agar sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 24 Tahun 2007 itu. Kalau tidak, akan dibekukan izinnya,” kata Ricky.

Sekuriti, kata Ricky, bukanlah centeng atau pesuruh yang bisa disuruh melakukan apa saja. “Sekuriti itu melakukan kewenangan kepolisian tertentu di lingkungan kerjanya. Karena itu, sekuriti harus meningkatkan kemampuannya agar mahir dan terpercaya. BUJP juga harus memperhatikan kesejahteraan mereka,” katanya. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s