Canda Dahlan, Luka Hati Ria

Ahmad Dahlan

Bulan Juli lalu merupakan bulan tersibuk bagi Syafrial Siregar, Bendahara DPC Partai Demokrat Batam. Anggota Tim 9, tim penjaringan calon wali kota dan wakil wali kota Batam 2011-2016, itu ditugasi menghubungi tokoh-tokoh dan para ketua partai yang ingin menjadi calon wali kota Batam. Tugasnya sukses. Formulir penjaringan calon wali kota dari Demokrat itu laku keras.

Hingga penutupan pendaftaran pada 25 Juli lalu, ada 22 nama yang mengambil formulir. 17 di antaranya mengembalikan tepat waktu. Ada ketua partai seperti Rudi dari PKB. Ada pejabat Pemko Batam, Syamsul Bahrum dan Hartoyo Sirkoen. Ada anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Hardi Hood dan muballig Chablullah Wibisono. Para anggota Dewan dari Demokrat pun tak ketinggalan, termasuk sang Ketua DPC, Ahmad Dahlan.

Ria Saptarika

Namun dari 22 nama itu, tak ada nama Ria Saptarika, Wakil Wali Kota Batam. Calon wali kota dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), itu tak mendaftar. Padahal Ria dan PKS, sudah berkali-kali diminta mendaftar. “Tapi sampai penutupan, Pak Ria maupun PKS tak kunjung mendaftar,” kata Syafrial, Selasa (3/8), di kedai kopi Excelso Mega Mall, Batam Centre.

Ahmad Dahlan, Wali Kota Batam itu gelisah. Menurut sumber Batam Pos, Dahlan yang mengecek nama-nama para pendaftar di Tim 9, sempat bertanya pada Syafrial, “Apakah PKS sudah mendaftar?” Syafrial menjawab, “Belum Pak.” “Kalau begitu PKS tak mau lagi sama saya,” kata sumber itu, menirukan Dahlan.

Dikonfirmasi soal percakapan tersebut, Dahlan mengelak. “Saat itu saya hanya bercanda,” katanya, Jumat (6/8).

Waktu mengecek nama-nama yang mendaftar ke Demokrat di Hotel Pusat Informasi Haji (PIH), katanya, dia tak hanya menanyakan PKS. Tapi semua partai. “Sambil bercanda, saya bilang yang tak mau mendaftar ke Demokrat berarti tak mau sama saya. Itu saya bilang sambil tertawa-tawa, bercanda itu,” katanya.

Syafrial mengatakan, hingga detik-detik terakhir penutupan pendaftaran, dia terus menghubungi Riky Indrakari, Ketua DPD PKS Batam. Dia meminta PKS atau Ria Saptarika melamar ke Demokrat, kalau masih ingin berpasangan dengan Ahmad Dahlan.

“Pak Riky bilang, mereka sudah memutuskan tak akan mendaftar. Kalau PKS tak bisa, saya bilang biarlah Pak Ria mendaftar secara pribadi, bukan sebagai calon dari PKS, tapi tetap tak mau,” ujar Syafrial.

Syaifuddin Fauzi, Ketua tim optimalisasi musyarokah daerah PKS, yang juga tim sukses Ria Saptarika, membenarkan banyaknya telepon Syafrial ke Riky Indrakari. Namun PKS tetap menolak, kata Fauzi, karena di PKS tak ada budaya mencalonkan diri atau melamar untuk sebuah kekuasaan.

“Pak Ria itu dipilih lewat pemilu internal partai. DPD memilih empat nama, kemudian diajukan ke DPW. DPW memilih dua nama diajukan ke DPP dan akhirnya DPP memilih nama Ria Saptarika,” katanya, Rabu (4/8) sore.

Kalau Demokrat mau berkoalisi dengan PKS, kata Fauzi, mestinya koalisi itu dilakukan dengan cara mengawinkan calon masing-masing. Bukan dengan meminta calon dari PKS melamar ke Demokrat. “Mohon maaf, kesannya kok Demokrat sok ganteng,” katanya.

DPD PKS Batam, kata Fauzi, sudah berkali-kali meminta bertemu dengan pengurus DPC Partai Demokrat Batam untuk membicarakan kemungkinan berkoalisi di pemilihan Wali Kota Batam. “Sudah lebih dari tiga kali, namun mereka tak pernah punya waktu,” ujarnya.

Terakhir, yang diutus Demokrat menemui PKS, kata Fauzi, malah Amir Syarifuddin, Ketua Kominfo DPC Demokrat. Bukan pengurus terasnya. Padahal, PKS diwakili oleh Riky dan Fauzi, Ketua dan Sekretaris DPD PKS Batam. “Kami menghormati mekanisme internal di Demokrat. Namun kami ingin bertemu di luar mekanisme itu, biar tidak kaku,” katanya.

Namun karena Demokrat hanya membuka pintu koalisi lewat pendaftaran di Tim 9, kata Fauzi, PKS memutuskan tak mendaftar. “Kami akhirnya memutuskan tak mendaftar,” katanya.

Syafrial mengakui adanya permintaan dari PKS. Tapi untuk urusan pencalonan wali kota, katanya, pengurus DPC tidak ikut campur karena sudah ada Tim 9 yang menangani. Itu sebabnya, pengurus DPC Demokrat tak bisa bertemu PKS untuk urusan penjaringan calon wali kota dan wakil wali kota. “Ngapain ada Tim 9 kalau DPC masih ikut-ikutan. Kalau mau berkoalisi, silakan daftar ke Tim 9,” tukas Syafrial.

Penolakan PKS dan Ria, kata Syafrial, menimbulkan kesan Ria tak ingin lagi berpasangan dengan Ahmad Dahlan. “Kalau masih ingin berpasangan dengan Pak Ahmad Dahlan, mestinya daftar ke Demokrat,” katanya.

Apalagi, kata Syafrial, Demokrat akan memilih satu paket calon wali kota dan wakil wali kota. Dan nama yang dipilih, kemungkinan besar diambil dari 22 yang mengambil formulir pendaftaran ke Demokrat. “Sampai sekarang belum ada perubahan aturan. Kemungkinan besar calon dari Demokrat, ya diambil dari 22 nama itu,” katanya.

Ria Saptarika menolak dianggap tak ingin berpasangan dengan Ahmad Dahlan. Opsi pertama PKS, saat dia dicalonkan PKS sebagai wali kota atau wakil wali kota, kata Ria, adalah melanjutkan duetnya dengan Ahmad Dahlan. Namun Ria menolak jika diwajibkan mendaftar ke penjaringan Demokrat. “Saya melecehkan SK DPP PKS kalau mendaftar lagi di partai lain,” kata Ria.

Di tengah silang pendapat antara Demokrat dan PKS, beredar kabar, penjaringan di Tim 9 adalah cara Demokrat mementalkan Ria Saptarika. Konon, Demokrat sudah pasti mencalonkan duet Dahlan dan Rudi. Salah seorang pendaftar di Tim 9 bahkan menanyakan rumor itu ke Syafrial Siregar.

Syafrial membantah sudah patennya duet Dahlan dan Rudi. Menurutnya, DPP Demokrat belum memutuskan nama calon wali kota dan wakilnya. Sekarang, katanya, Lembaga Survei Indonesia, sedang melakukan survei di Batam. “Tapi, Pak Rudi memang yang paling getol dibandingkan calon-calon lain yang mendaftar ke Demokrat,” katanya.

***
Selembar jadwal imsakiyah bulan puasa nangkring di web blog Ria Saptarika. Di situ terpampang jadwal buka puasa dan jadwal salat sebulan penuh, selama Ramadan. Di bagian bawah, foto Ria dengan setelan baju koko hitam dan peci hitam, menebar senyum.

Puasa tahun lalu, jadwal imsakiyah itu juga muncul. Namun tak ada foto Ria di sana. Adanya foto Ria Saptarika di jadwal imsakiyah itu memunculkan kabar, Ria sudah siap berkompetisi sebagai calon wali kota.

Benarkah? “Oh, tidak. Saya sama sekali belum berpromosi. Itu jadwal imsakiyah biasa, tak ada hubungannya dengan Pilkada,” katanya.

Saat ini, kata Ria, PKS masih fokus dengan konsolidasi partai. “Kami memperkuat struktur sampai di tingkat RT/RW,” tuturnya.

Ria merasa belum perlu beriklan atau memasang baliho besar-besar sebagai calon wali kota atau wakil wali kota. “Kalau sudah waktunya, baru kami akan habis-habisan,” tukasnya.

Ria mengaku seperti seorang pengantin. Untuk urusan pasangan, dia menyerahkan sepenuhnya ke DPD PKS Batam. “Saya menyerahkan, percaya penuh pada struktur,” katanya.

Menurut Syaifuddin Fauzi, PKS memang tak tinggal diam. Sejak DPP PKS memutuskan Ria sebagai calon, PKS terus bergerak. Antara lain dengan menjalin hubungan dan komunikasi dengan hampir semua partai politik di Batam. Tak hanya pengurus DPD yang turun tangan, para anggota DPRD Batam juga ikut bergerilya.

“Ada yang menjalin komunikasi dengan Golkar, PDIP, PPP, Hanura, PAN dan lainnya. Kami membuka komunikasi dengan semua partai,” katanya.

Saat ini, kata Fauzi, PKS sedang menunggu mekanisme internal di masing-masing partai itu. PDIP sedang membuka pendaftaran. Begitu juga dengan PAN atau partai-partai lain. “Kami menunggu,” tukasnya.

Jika PKS menunggu calon partai koalisinya memunculkan nama calon, Demokrat sedang menunggu hasil survei Lembaga Survei Indonesia. Saat ini, menurut Ketua DPC Partai Demokrat Batam Ahmad Dahlan, survei itu sedang dilakukan. “Hasilnya, nanti akan dilaporkan Tim 9 ke DPP Partai Demokrat. Barulah setelah itu, Demokrat memutuskan nama,” katanya.

Survei tersebut, kata Dahlan, tak hanya untuk 22 nama yang pernah mengambil formulir ke Demokrat. “Tapi juga calon-calon lain di luar itu, termasuk yang tak melamar ke Demokrat,” katanya.

Jadi, katanya, calon Demokrat belum pasti. “Termasuk nama saya. Belum pasti dicalonkan,” tukasnya.

Karena belum pasti, katanya, dia belum memasang baliho atau beriklan sebagai calon wali kota Batam 2011-2016. “Baliho yang ada sekarang itu saya sebagai wali kota,” katanya.

Meski belum pasti, penunjukan Dahlan sebagai calon dari Demokrat sepertinya tinggal menunggu waktu. Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang didesak wartawan di Hotel Pasific Palace, soal kemungkinan Demokrat mencalonkan Dahlan, setengah berteriak berkata, “Teman-teman kan sudah tahu siapa yang terbaik di Batam. Sudah gaharu, cendana pula.”

Yang pasti, survei sebuah lembaga survei terkenal, yang kerap menilik kepopuleran para calon kepala daerah, menempatkan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan wakilnya Ria Saptarika sebagai calon wali kota dan wakil wali kota paling populer. Keduanya mengalahkan nama-nama lain, baik yang sudah mendeklarasikan diri sebagai wali kota, atau sekadar mendaftar di penjaringan Wali Kota Batam.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s