Mantan Preman di Gerbong Santri

Pertemuan itu berlangsung usai salat taraweh di rumah Ketua PDIP Kepri Soerya Respationo, di Perumahan Duta Mas, Batam Center. Didampingi Sekretaris PDIP Kepri Lis Darmansyah, tuan rumah berbincang hangat dengan tamunya. Camilan dan tawa ringan melengkapi keakraban malam itu.

Kehangatan dan keakraban sedang coba dirajut Soerya dan PDIP dengan rombongan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang jadi tamunya malam itu, yang terdiri dari Ketua dan Sekretaris DPD PKS Batam Riky Indrakari dan Syaifuddin Fauzi, serta Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, yang diusung PKS sebagai calon Wali Kota Batam 2011.

Pertemuan menjelang pelaksanaan rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) DPC PDIP Batam, dua pekan lalu, itu merupakan pertemuan keempat antara rombongan PKS dan Soerya Respationo. Namun bagi Ria, itu merupakan pertemuan pertamanya dengan Soerya.

Pada pertemuan pertama, Soerya sempat bertanya ke rombongan PKS. “Saya kan identik dengan mantan preman. Bagaimana PKS menjelaskan hal ini ke massa di bawah?”

Riky menjawab, ”Di PKS, partai dan kadernya seperti lokomotif dan gerbongnya. Kemanapun lokomotif berjalan, insya Allah gerbong akan ikut.”

Pertemuan pun berlangsung hingga tiga kali. Untuk menunjukkan keseriusan, PKS kemudian membawa Ria bertemu Soerya. Di pertemuan keempat itulah Soerya “merestui” koalisi PKS dan PDIP. Ria diplot sebagai calon wali kota dan wakilnya dari PDIP.

Restu Soerya itu terwujud dalam Rakercabsus DPC PDIP Batam di Asrama Haji, Minggu (29/8). Meski tak melamar resmi ke penjaringan DPC PDIP Batam, nama Ria Saptarika diusulkan sebagai calon wali kota oleh PAC Batam Kota dan Belakangpadang. Kebetulan, Ketua PAC Batam Kota adalah Rekaveny, istri Soerya Respationo. Maka jadilah Ria sebagai calon Wali Kota Batam dari PDIP selain Nada F Soraya, Syamsul Bahrum, dan Irmansyah.

Ditemui Selasa (31/8) lalu di ruang F-PKS DPRD Batam, Riky mengatakan pertemuan itu merupakan bentuk komunikasi politik PKS dan PDIP, terutama dengan Soerya. Wakil Gubernur Kepri itu, bukan hanya Ketua DPD PDIP Kepri, tapi juga pernah ditetapkan sebagai calon Wali Kota Batam. Hanya karena memenangkan pemilihan gubernur yang membuat Soerya batal jadi calon wali kota.

”Sampai saat ini, komunikasi kami yang paling intens memang dengan PDIP. Komunikasi itu secara informal dengan Pak Soerya. Kami membawa calon dari PKS, Pak Ria, bertemu beliau,” kata Riky.

Kalau nanti jadi berkoalisi, kata Riky, PKS akan menghormati siapapun calon yang diajukan PDIP. ”Rakercabsus PDIP kan sudah menentukan nama. Siapapun nanti yang terpilih, kami akan menghormati itu,” kata Riky.

Sekretaris DPD PDIP Kepri Lis Darmansyah juga mengakui intensnya komunikasi PDIP dengan PKS. Termasuk adanya pertemuan mereka dengan rombongan PKS di rumah Soerya. ”Itu kan wajar-wajar saja. Namun semua belum final,” kata Lis, Rabu (1/9).

Beredar kabar, DPD PDIP Kepri mengajukan pasangan Ria dan Nuryanto sebagai calon dari PDIP di luar nama Nada F Soraya dan Jamsir, ke DPP PDIP. Pengajuan itu sebagai tindak lanjut Rakercabsus DPC PDIP Batam. Namun Lis membantahnya.

Menurut Lis, DPD PDIP Kepri masih meminta DPC PDIP Batam melengkapi berkas para bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang dihasilkan di Rakercabsus. “Nanti kami akan menggelar rapat dan mengundang para bakal calon itu. Jadi sampai sekarang kami belum mengajukan nama,” ujarnya.

Yang terjadi, kata Lis, adalah adanya komunikasi politik antara Ria Saptarika, calon wali kota dari PKS dan Nuryanto dari PDIP. “Dan kami menghargai adanya komunikasi itu. Dan tak hanya untuk Nuryanto, kalau ada calon lain dari PDIP yang sudah membangun komunikasi dengan calon dari partai lain, kami juga akan menghargai itu,” katanya.

PDIP, kata Lis, tak akan maju sendiri tapi akan berkoalisi dengan partai lain. “Ini kan bukan main-main, bukan gagah-gagahan. Kami akan mengajukan calon yang bisa mengungguli perolehan suara calon dari partai lain. Begitu,” tukasnya.

Di luar PKS dan PDIP, calon wali kota yang juga bersiap maju adalah Arifin Nasir dan Irwansyah. Arifin, konon didukung sejumlah partai gurem yang tak memiliki kursi di DPRD Batam. Selain itu, Arifin juga melamar Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sementara Irwansyah didukung penuh PPP.

Irwansyah mengaku intens berkomunikasi dengan Arifin dan menemukan chemistry pada diri Kadis Pendidikan Kepri, itu. “Tunggu saja tanggal mainnya,” katanya.

Itu sebabnya, meski harus bertanding melawan Ahmad Dahlan maupun Ria Saptarika yang lima tahun lalu didukungnya, Irwansyah mengaku siap. “Mohon maaf, selama lima tahun tak ada yang bisa dibanggakan dari pasangan ini,” tukasnya.

Arifin yang dihubungi Selasa (31/8) tak banyak berkomentar. “Tunggulah. Habis Lebaran nanti diberikan berita yang enak, jadi lengkap,” katanya.

Menurut Arifin, pemilihan Wali Kota Batam masih empat bulan lagi. Dalam politik, katanya, apapun bisa terjadi dan berubah-ubah karena itu dia tak mau gegabah “Insya Allah nanti diberitahu. Masih dimantapkan dulu,” ujarnya.

Arifin pernah akan diusung PPP dan PAN dalam pemilihan wali kota Batam, lima tahun lalu. Pasangannya waktu itu adalah Ahars Sulaiman, Ketua DPW PPP Kepri. Namun Arifin dan Ahars akhirnya batal maju karena PAN menarik dukungan.

Calon wali kota dari Partai Demokrat Ahmad Dahlan, juga belum menentukan pasangannya. Menurut Wali Kota Batam itu, saat ini survei yang dilakukan partainya belum selesai. Survei memakan waktu lama, kata Dahlan, karena tak hanya menilai kepopuleran atau keterpilihan calon, tapi juga integritas, visi dan misi, kecocokannya dengan Ahmad Dahlan serta kekurangan di era kepemimpinan Ahmad Dahlan yang perlu dibenahi agar bisa menarik simpati publik.

“Mudah-mudahan sebelum Lebaran sudah diputuskan,” tukasnya, Selasa (31/8).

Ahmad Dahlan yang disebut-sebut bakal bersanding dengan Ketua PKB Batam, Rudi, mengatakan tak berani mendahului keputusan DPP Partai Demokrat. Kabar Dahlan sudah deal bersanding dengan Rudi dengan jaminan Rudi akan menanggung sebagian besar biaya kampanye, dibantah Dahlan. “Saya akan memilih wakil dari tiga besar hasil survei. Siapapun itu. Saya tak pernah menjanjikan sesuatu kepada calon tertentu,” katanya.

Begitupun Rudi, meski sudah bertemu Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dia belum pasti berduet dengan Ahmad Dahlan. “Saat ini saya sedang membangun komunikasi dengan hampir semua partai. Ada Demokrat, Hanura, Golkar, PDIP dan lainnya. Mungkin habis Lebaran, baru pasti,” kata anggota Komisi II DPRD Batam, itu.

Kubu PAN malah masih akan menilai delapan nama yang melamar ke Tim Tujuh, tim penjaringan calon wali kota dari PAN. Mereka adalah Hardi Hood, Istono, Syamsul Bahrum, Erva Ertos, Asnah, Chablullah Wibisono, Nazief Susila Dharma dan Yudi Kurnain.

Menurut Ketua Tim Tujuh, Amrullah Hamid, ke delapan orang itu nantinya akan diundang dalam rapat pleno di DPD PAN Batam. Selain dihadiri pengurus DPD, rapat juga akan dihadiri pengurus DPW dan DPP PAN. Hasil rapat akan diserahkan ke DPW PAN Kepri, kemudian dilanjutkan ke DPP PAN. DPP PAN yang nantinya memutuskan.

Jika lima tahun lalu, PAN hanya mendukung, kata Amrullah, kali ini PAN akan mengusung calon. PAN, katanya, sudah memiliki calon partai koalisi. Partai mana? “Saya belum bisa sebutkan. Yang pasti, saat rapat pleno memutuskan nama, partai koalisi akan kami ajak. Jadi saat itu sudah ada paket pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dari PAN dan partai koalisinya,” katanya.

Semua kandidat yang melamar ke PAN, kata Amrullah, peluangnya sama. Seperti Asnah yang didukung oleh seluruh DPC PAN se-Batam, katanya, belum tentu terpilih sebagai calon wali kota dari PAN. “Kami menghargai dukungan dari internal partai. Tapi itu tidak mempengaruhi keputusan rapat pleno nanti,” tukas Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PAN Batam, itu.

Kubu Koalisi Amanah Rakyat (KAR) yang sudah menghasilkan nama calon wali kota dan wakil wali kota Istono dan Onward Siahaan, 25 Agustus lalu, malah terancam tak bisa memajukan mereka.

Penyebabnya, dua partai yang tergabung dalam koalisi, PPIB dan PNI Marhaenisme keluar, sehingga suara KAR tak bisa lagi memenuhi persyaratan minimal 15 persen suara.

PPIB dan PNI dikabarkan kecewa karena calon mereka, Asmin Patros gagal terpilih mendampingi Istono. Asmin kalah voting saat rapat pleno di ruang komet Hotel Planet Holiday, 25 Agustus lalu. Sehingga PPIB dan PNI memilih cabut dari koalisi yang dibangun sejak empat bulan lalu itu. “Kami keluar karena pemilihannya tak sesuai mekanisme,” kata Supardi Haliman, Ketua PPIB Batam, Senin (30/8).

Dihubungi terpisah, Ketua KAR Niko Nixon Situmorang membantah pecahnya KAR. Menurut Niko, yang terjadi hanyalah beda pendapat antara kubu PPIB dan PNI Marhaenisme dan enam partai lain yang masih solid mendukung pasangan Istono-Onward. “Sampai sekarang KAR itu masih solid. PPIB dan PNI Marhaenisme belum keluar, cuma beda pendapat saja. Nanti kami akan komunikasi lagi,” katanya.

Pada rapat pleno di Hotel Planet itu, kata Niko, semua peserta mufakat memilih Istono sebagai calon wali kota. Sedangkan dalam pemilihan calon wakil wali kota, ada dua kandidat yang muncul, yakni Onward dan Asmin. Karena sama kuat, maka keputusan diambil dengan voting dan Onward mengalahkan Asmin. “Mekanismenya sudah sesuai aturan yang kami sepakati,” katanya.

Istono yang dihubungi di hari yang sama enggan berkomentar. Sebuah pesan singkat (SMS) yang dia kirim, meminta Batam Pos menghubungi Supardi Haliman. Sementara Asmin Patros mengaku sudah mundur dari pencalonan wakil wali kota. “Setelah berkonsultasi dengan keluarga, saya memutuskan tak akan maju lagi,” katanya, Rabu (1/9).

Partai besar yang terlihat masih adem ayem adalah Golkar. Meski puluhan tokoh terjaring dalam survei Golkar, seperti Ahmad Dahlan, Ria Saptarika, Syamsul Bahrum, Nyat Kadir, Zainal Abidin, Asmin Patros, Arifin Nasir, Gani Lasa, dan lainnya, mereka masih menunggu keputusan DPP Golkar.

Begitu juga dengan Hanura. Partai itu masih menunggu hasil survei Lintas Berita Indonesia yang meneliti delapan orang yang sudah mendaftar ke kubu mereka. Yakni dr Amir Hakim Siregar, Syamsul Bahrum, Arifin Nasir, Gani Lasa, Ronni Abdi, Sukri Farial, Masrur Amin, dan Berry Bachtiar. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s