Yang Siap Kalah

Dahlan-Rudi

Lagu Kemesraan mengalun mengakhiri Debat Publik Cawako Batam di ruang Cenderawasih Hotel Golden View, Jumat (31/12). Di panggung, lima pasangan cawako dan cawawako Batam berangkulan. Lagu itu, yang dinyanyikan apik oleh Volkcoustic, penyanyi jalanan yang didatangkan khusus oleh KPU, mendinginkan gemuruh para pendukung lima cawako.

Lagu itu pula yang menutup pertanyaan terakhir untuk para kandidat. Siapkah mereka untuk kalah? Pasangan nomor 1 Ahmad Dahlan-Rudi menjawab, “Saya dilahirkan di Batam. Apapun yang terjadi, saya akan selalu berjuang untuk kota yang saya cintai ini,” kata Dahlan.

Ria-Zainal

Pasangan nomor 2 Ria Saptarika-Zainal Abidin mengaku bingung menjawab pertanyaan itu. “Saya siap menang. Namun apapun takdir Allah, kami siap,” tutur Ria.

Pasangan nomor 3 Nada F Soraya dan Nuryanto menjawab, “Kalah menang itu biasa. Kalau kami kalah, kami akan menerima. Kalah kami menang, yang kalah kami harap juga sama menerima,” ujar Nuryanto.

Nada-Nur

Aripin Nasir-Irwansyah, pasangan nomor 4, juga mengatakan akan menerima. “Asalkan pemilihan berlangsung jujur. Kami yang pertama akan mengucapkan selamat,” kata Aripin.

Syamsul Bahrum yang berpasangan dengan Amir Hakim, nomor urut 5, mengaku yakin bakal menang. “Insya Allah kami menang. Kalau kami menang, itu kemenangan bersama. Kami belum berpikir kalah,” tukas Syamsul.

Aripin-Irwansyah

Debat publik yang sedianya berlangsung pukul dua siang itu molor beberapa menit. Saat para panelis dan moderator duduk di dalam ruangan debat, para kandidat baru datang. Mereka disambut pukulan kompang di depan pintu masuk hotel.

Panggung debat didesain sedemikian rupa. Setiap kandidat disediakan satu podium dan pelantang. Mereka berdiri menghadap hadirin. Kursi pun ditata rapi. Para panelis, yakni Umar Juoro, Ketua Penasehat Center for Information and Development Studies (CIDES), Priyono Eko Sanyoto, Direktur Politeknik Batam dan Candra Ibrahim, tokoh muda Melayu yang juga Pimpinan Umum Tanjungpinang Pos duduk di sebelah kiri panggung. Di depan panggung duduk para pendukung cawako Batam. Mulai dari pendukung calon nomor 1 hingga nomor 5. Mereka diapit undangan dan wartawan yang meliput debat publik itu.

Hakim-Bahrum

Debat baru dimulai sekitar pukul 14.40 WIB. Moderator, Hasan Aspahani, Pemimpin Redaksi Batam Pos, membuka debat dengan pengantarnya soal debat publik calon presiden Amerika Serikat, John F Kennedy dan Richard M Nixon, 50 tahun lalu. Perdebatan yang terjadi pada 26 September 1960 itu merupakan perdebatan televisi pertama kandidat presiden Amerika.

“Dulu Amerika punya presiden yang sampai sekarang masih dielu-elukan dan dicintai dari generasi kegenerasi oleh rakyatnya. Kapan kita bermimpi punya pemimpin seperti itu. Tapi hal tersebut merupakan sesuatu yang tak mustahil ada dipemimpin Batam kedepan. Inilah saatnya kita sebagai masyarakat langsung mendengarkan dan melihat penyampaian visi misi dari para kandidat wali kota dan wakil wali kota ini. Bedah dan keluarkanlah seluruh ide brilian dan logika yang ada di pikiran dan angan-angan selama ini,” ujar Hasan.

Ahmad Dahlan-Rudi mendapat kesempatan pertama mengungkapkan visi dan misinya selama lima menit. Dahlan mengatakan, akan menjadikan Batam sebagai lokomotif ekonomi nasional. Selama ini, kata Dahlan, ekonomi Batam tumbuh 7 persen, itu di atas pertumbuhan ekonomi nasional. “Jika nanti kami terpilih lagi, pertumbuhan ekonomi Batam akan kami buat tumbuh rata-rata 8 persen,” ujar Ahmad Dahlan.

Industr galangan kapal, kata Dahlan, juga akan ditingkatkan. “Batam akan menjadi industr galangan kapal terbesar di Indonesia, mengalahkan Surabaya,” tukasnya. Waktu yang hanya lima menit, membuat Dahlan tak sempat menyampaikan visi misinya yang lain.

Pasangan Ria-Zainal berjanji akan menjadikan Batam sebagai kota industri yang berdaya saing internasional, madani dan adil sejahtera. Untuk mewujudkan itu, kata Ria, pasangan ini akan memulainya dengan pelaksanaan pemerintahan yang bersih. Saat ini, kata Ria, pelaksanaannya tak maksimal.

Ria juga bakal menata Tata Ruang Wilayah Laut Batam. “Saat ini hanya menyentuh daratan saja. Sedangkan wilayah laut yang harusnya lebih diprioritaskan, justru tak terhandle dengan baik. Itulah makanya Batam membutuhkan pemimpin yang baru,” ujar Ria Saptarika.

Ria juga memandang perlunya link and match antara tenaga kerja dan ketersediaan lapangan kerja di Batam. “Dalam Bursa Kerja tahun ini, ada 5 ribu lowongan namun yang terserap hanya 2.500 saja. ITu sebabnya perlu ada link and match,” tukasnya.

Nada-Nuryanto menitikberatkan adanya kepastian berusaha di Batam. “Pemerintahan sekarang kurang mampu menekan pusat. Kita harus berani mengatakan yang benar itu benar,” kata Nada. Nuryanto menambahkan akan membangun Batam dengan kejujuran dan keterbukaan.

Waktu lima menit dimanfaatkan pasangan Aripin-Irwansyah dengan sejumlah misinya. Aripin berjanji akan membawa Batam menjadi kota moderen dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional, berbasis masyarakat madani. Selama sepuluh tahun ini, kata Aripin, meski Bandar Dunia Madani sudah menjadi visi Batam, pelaksanaan di lapangan tak maksimal.

Aripin mengatakan, dia akan mewujudkan visi misinya itu dengan melaksanakan sejumlah pilar, seperti reformasi birokrasi. “Jangan menganut dan mengedepankan sistem kedekatan dengan seseorang. Tempatkan kepala dinas sesuai kompetensinya,” ujarnya.

Sektor kelautan dan perikanan, akan dijadikan Aripin sebagai sektor unggulan. Pembangunan infrastruktur juga akan dia prioritaskan. “Jangan ada banjir lagi,” tukasnya. Penjelasan Aripin terpotong karena terbatasnya waktu.

Pasangan nomor 5 Amir Hakim-Syamsul Bahrum berjanji akan mempercepat Batam menjadi Bandar Dunia Madani. “Kamia akan jadikan Batam jadi episentrum pembangunan nasional,” tukas Harum.

Syamsul menambahkan, akan menginventarisir semua tenaga kerja di Batam. Siapapun yang belum punya pekerjaan, katanya, akan dia beri pekerjaan. “Silakan datang ke Wali Kota, kalau belum punya pekerjaan. Nanti kita kasih pekerjaan,” tukas Syamsul.

Usai menyampaikan visi dan misinya, para kandidat diuji oleh tiga panelis. Pendeknya waktu, hanya diberi waktu tiga menit, membuat para panelis tidak maksimal menjawab pertanyaan panelis. Apalagi sejumlah pendukung calon yang duduk di depan panggung sering mengejek dan menyindir para cawako Batam lain. Moderator bahkan harus berkali-kali mengingatkan para pendukung cawako tersebut. Pertanyaan soal bagaimana cara memajukan PS Batam agar bisa berlaga di Liga Super Indonesia juga tak maksimal dijawab para kandidat.

Debat menjadi hambar karena KPU mendesain debat tanpa ada debat antar calon. Pasangan cawako tak bisa menjajal atau menguji program calon lain. Namun secara keseluruhan debat berlangsung aman dan tertib. Masyarakat Batam yang menyaksikan atau mendengar langsung acara tersebut di Batam TV, RRI dan Batam FM, setidaknya punya gambaran siapa yang akan mereka pilih pada 5 Januari, nanti.  ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s