Perbanyak Taman Bermain

Bukan sebuah ide yang tiba-tiba, jika muncul usulan agar Batam perlu memperbanyak taman bermain. Taman bermain yang bisa diakses publik secara gratis, dan tentu saja harus aman.

Jika kemudian usulan itu mengemuka, karena banyak kasus anak-anak tewas saat bermain di kolam-kolam bekas galian, itu merupakan akumulasi harapan warga melihat betapa pemerintah daerah, baik itu Pemko Batam maupun Badan Pengusahaan Batam seperti tutup mata. Belasan anak tewas saat bermain, tapi tak kunjung berbuat, seperti misalnya, memperbanyak taman agar keluarga dan anak-anaknya bisa bermain dengan aman di sana.

Jadinya, meski banyak kasus, anak-anak itu tetap bermain di tempat-tempat berbahaya karena minimnya taman bermain di Batam. Mereka memilih berenang di kolam galian. Sebagian bermain di bukit-bukit yang dipotong. Soal bahaya, itu nanti. Karena bagi mereka, keriangan dan kebahagiaan saat bermain nomor satu. Itu sebabnya, Pemko Batam maupun BP Batam tak perlu menunggu banyak korban untuk membuat taman bermain.

Saat ini, Batam sudah memiliki sejumlah taman. Ada Taman Engku Putri, Taman Aspirasi, Taman Internet Makam Pahlawan, Taman Elang-Elang Laut Belakang Padang, Taman Wijaya di Sekupang, dan Taman Kolam Sekupang dan Batam Centre. Belum lagi taman-taman di median jalan. Bahkan, tahun ini Pemko Batam menganggarkan dana Rp 3 miliar untuk pemeliharaan taman-taman itu.

Meski pengucuran dana pemeliharaan Rp 3 miliar itu lebih karena Batam akan jadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran Nasional 2014, nanti, langkah itu tetap harus diapresiasi. Sekarang bagaimana menyediakan lahan dan anggaran untuk menambah jumlah taman-taman bermain itu.

Karena jika dibandingkan dengan jumlah penduduk sebesar 1,2 juta jiwa, taman-taman yang ada di Batam itu sangat sedikit. Belum lagi jika memikirkan Batam ke depan yang penduduknya akan berkembang pesat.

Januari lalu saja, misalnya. Penduduk Batam bertambah 5.097 jiwa. Dari jumlah itu, 2.159 di antaranya didapat dari angka kelahiran. Itu artinya, dalam sehari rata-rata ada 70 bayi yang lahir. Bayangkan, lima tahun lagi. Ada 100 ribu lebih anak yang perlu taman bermain. Jika kondisi itu tak dipikirkan sekarang, Batam akan mengalami kesenjangan yang lebih berat. Ratusan ribu anak-anak tak punya tempat bermain.

Itu sebabnya, pembuatan taman bermain perlu digesa. Pemko Batam dan BP Batam harus duduk satu meja, membuang ego institusi untuk memikirkan nasib anak-anak itu. Jangan biarkan anak-anak itu kehilangan masa depan karena mereka tenggelam di kolam, atau terjatuh dari atas bukit karena minimnya taman bermain. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s